Showing posts with label melaka. Show all posts
Showing posts with label melaka. Show all posts
Saturday, October 24, 2015

Jalan-Jalan Terus: Wisata Kuliner di Kota Melaka

Terletak sekitar 150 km dari Kuala Lumpur, Melaka merupakan salah satu kota bersejarah yang juga terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2008. Dari penjelasan singkat tersebut, bisa dipastikan para pencinta sejarah tidak akan melewatkan kota yang satu ini jika berkunjung ke Malaysia.

Berhubung gw bukan pencinta sejarah, tujuan gw ke kota Melaka pastinya bukan untuk mengunjungi museum sejarah. Lah, terus, apa tujuan gw ke kota Melaka?

Ternyata, selain terkenal dengan sejarah dan budayanya, kota Melaka juga sangat terkenal dengan kulinernya! Ya, sudah bisa ditebak, tujuan utama gw ke sana cuma buat MAKAN. Nyam nyam! #edisirakus

Hoe Kee Chicken Rice Ball

Setelah 2,5 jam perjalanan, tibalah gw di Jonker Street Melaka. Jam menunjukkan pukul 9.25 pagi. Sesuai rencana, gw mau sarapan di Hoe Kee Chicken Rice Ball yang sangat terkenal. Menurut temen gw, kalo lagi rame, antriannya bisa lebih dari 20 meter. Awalnya gw ga percaya, namun setelah melihat sendiri foto panjangnya antrian yang terpampang di dinding restoran, gw percaya. Apalagi, pas gw dateng ke situ, restorannya belum buka aja, udah ditungguin beberapa orang.
Hainam Chicken Rice Ball
Hainam Chicken Rice Ball
Setelah puas menikmati hainam chicken rice ball, gw jalan kaki ke bangunan peninggalan sejarah dan museum-museum yang jumlahnya tidak terhitung dengan jari. Menariknya, museum-museum tersebut terpusat di satu area saja, di daerah sekitar Jonker Street. Bisa dibilang, hampir bersebelah-sebelahan. Kalopun tidak bersebelahan, pasti berseberangan.

The Stadthuys - Museum of Literature - A'Famosa Fort - St. Paul's Hill

Dimulai dari The Stadthuys atau Red Square, yang cukup ngejreng dan gampang dicari karena bagunannya bernuansa merah. Kemudian gw menuju Museum of Literature, Porta de Santiago (A'Famosa Fort), St. Paul's Hill, Menara Taming Sari, Flora de la Mar Maritime MuseumCheng Ho Cultural Museum, Upside Down House, dan museum lainnya yang gw ga begitu inget. Sebagian museum gratis, namun ada pula yang harus bayar. Harga tiket masuknya rata-rata berkisar RM 5 (sekitar 17 ribu rupiah) - RM 15 (sekitar 50 ribu rupiah)
Di dalam Mamee Jonker House
Kincir Angin. Pasti peninggalan Belanda! #sotoy
Queen Victoria's Fountain
Mata Uang Jaman Kesultanan Melaka
Foto salah satu objek di salah satu museum
Foto salah satu objek di salah satu museum
Foto salah satu objek di salah satu museum
St. Paul's Hill
Maritime Museum
Sebagai orang yang ga menyukai sejarah, gw ngerasa objek wisata di Melaka ini agak membosankan. Dari sekian banyak objek wisata, cuma 2 yang gw suka, itupun ga ada hubungannya dengan sejarah. Kedua objek wisata itu adalah Menara Taming Sari dan Upside Down House.

Menara Taming Sari

Mungkin beberapa sudah tahu kalo gw pencinta ketinggian dan selalu pengen naek menara-menara yang tinggi. Makanya, ga heran kalo gw suka Menara Taming Sari. Walaupun ketinggiannya hanya 80 meter, menara ini cukup worth buat dikunjungi. Hanya dengan modal RM 20 (sekitar 70 ribu rupiah), pengunjung bisa menikmati pemandangan kota Melaka 360 derajat selama 17 menit, dari atas menara yang berputar. Masing-masing pengunjung bahkan mempunyai akses teropong sendiri. Harga yang terbilang cukup murah jika dibandingkan menara-menara lainnya.
Tersedia teropong gratis di dalam Menara Taming Sari
Pemandangan dari atas menara
Pemandangan dari atas menara
Buat yang mampir ke Menara Taming Sari, jangan lupa cobain Jelly Delight, yang dijual di dekat pintu masuk. Jelly Delight ini sebenernya kelapa Thailand yang airnya dibuat jadi jelly. Rasanya enak dan menyegarkan!
Jelly Delight (jelly dari air kelapa)

Upside Down House

Dan yang paling keren di Melaka yaitu Upside Down House atau Rumah Terbalik. Letaknya memang sedikit terpencil dari pusat-pusat museum. Namun, tetap bisa diakses dengan berjalan kaki 5 menit dari Menara Taming Sari. Kehadiran Upside Down House di tengah-tengah museum sebenernya cukup menghibur gw. Sayangnya, berhubung gw pake dress, foto-fotonya jadi keliatan kurang real. Untungnya, dress gw anti gravitasi! Hihihihi...



Buat yang ga kuat jalan, bisa naek becak khas Melaka yang agak-agak norak dan berisik nyetel lagu-lagu China tahun 70an keras-keras. Tarifnya RM 40 (sekitar 135 ribu rupiah) untuk 1 jam. Kaget melihat tarifnya, gw memutuskan untuk jalan kaki aja. Itung-itung olahraga biar lemak di badan gw ilang semua. Terima kasih banyak untuk sang Matahari yang udah berbaik hati memberikan sauna gratis yang super intens saat gw treadmill berjalan-jalan.
Becak khas Melaka

Durian Cendol

Setelah capek jalan-jalan, gw memutuskan untuk duduk sejenak sambil menikmati Durian Cendol yang juga sangat terkenal di Melaka. Paling enak dan paling ramai di San Shu Gong (Jonker Street), sebelahnya Hoe Kee Hainam Chicken Rice Ball tempat gw sarapan tadi. Harganya RM 5.90 (sekitar 18 ribu rupiah), namun rasa duriannya bener-bener mantap! Para pencinta durian mesti, kudu, wajib nyobain ini. Durian cendol ini gw nominasikan jadi minuman favorit gw di kota Melaka!!
Durian Cendol
Walau keliatannya kurang menarik, tapi rasa Durian Cendol ini super mantap!
Durian Cendol

San Shu Gong

Selain terkenal dengan Durian Cendolnya, San Shu Gong juga terkenal sebagai pusat makanan untuk oleh-oleh khas Melaka. Asiknya, banyak sampel makanan yang bisa dicicipin. Berikut snack favorit gw, yang temen gw juga selalu bawa setiap kali dia liburan ke Melaka.
Gw ga bisa menjelaskan ini apa, tapi rasanya enak!
Biscuit Tambun

Capitol Satay Celup

Sebagai early dinner, gw pun menuju Capitol Satay Celup. Menurut data-data yang gw dapet di InternetCapitol Satay Celup baru buka jam 5 sore. Namun kenyataannya, Capitol Satay Celup udah buka dari jam 4 sore. Ahhh, pantesan aja antriannya udah panjang.
Satay Celup
Satay Celup
Pilihan satay untuk dicelup (self service)
Yah, walaupun ngantrinya lebih lama daripada makannya, tapi gw tetap ga nyesel. Wajar lah kalo ngantri, karena memang rasa bumbu kacangnya enak.

Gw pernah mendengar isu-isu bahwa restoran satay celup itu bumbu kacangnya kotor karena bumbu bekas pelanggan sebelumnya tidak dibuang dan digunakan lagi untuk pelanggan selanjutnya. Gw kurang tau bagaimana situasi restoran satay celup lainnya, namun pas gw ke Capitol Satay Celup, setiap pelanggan selalu mendapat bumbu kosong yang baru di dalam baskom yang bersih. Bahkan mereka menambahkan beberapa sendok besar kacang dan bumbu yang lain (gw kurang tahu itu bumbu apa), di depan mata gw. Jadi gw yakin, restoran ini ga pake bumbu kacang bekas.

Rencananya, setelah makan malem, gw mau jalan-jalan di Jonker Street lagi ngemil-ngemil. Gw inget, waktu gw ke sana beberapa tahun lalu, ada sosis babi, sate kentang, es krim goreng, dan banyak lagi snack lain yang enak. Namun rencana terpaksa dibatalkan, karena gw udah kekenyangan dan harus segera pulang sebelum terjebak macet arus balik.

Sampai jumpa lagi, Durian Cendol!
Sunday, August 23, 2015

Makanan yang Harus Dicoba Di Malaysia

Buat kalian yang ingin berlibur ke Malaysia ataupun yang sekarang berada di Malaysia, jangan lupa mencicipi makanan-makanan berikut. Beberapa memang bukan masakan yang benar-benar khas Melayu. Makanya, masakan serupa juga sering kita temui di Indonesia, Singapura, dan China. Akan tetapi, masakan-masakan tersebut juga sangat populer di Malaysia! Jadi, tidak ada salahnya untuk mencoba. Yang pasti rasanya ENAK TENAN!

Nasi Lemak

Sekilas, namanya terdengar seperti "Nasi berminyak yang bikin gendut". Akan tetapi sebenarnya nasi lemak berarti nasi yang kaya rasa. Nama ini berasal dari proses memasaknya dimana beras direndam dalam santan dan kemudian dikukus. Biasanya proses memaksaknya menggunakan daun pandan sehingga rasanya khas.

Nasi lemak biasanya disajikan dengan sambal, irisan mentimun segar, ikan asin kecil yang digoreng, kacang goreng, dan telur rebus atau goreng. Lauknya bisa ditambah ayam goreng, cumi-cumi pedas, kerang, atau rendang sapi.
Nasi Lemak (Kuali.com, 2015)

Roti Canai, Roti Prata, dan Roti-Roti Lainnya

Salah satu makanan yang berasal dari India yang bisa ditemui di setiap mamak (India muslim) restoran. Roti canai banyak variasinya, ditambah telur menjadi roti telur, ditambah keju menjadi roti cheese, ditambah bawang merah menjadi roti onion, ditambah margarin dan gula menjadi roti planta, dan masih banyak lagi.

Roti-roti tersebut bisa dinikmati dengan berbagai cara. Namun umumnya dengan disajikan dengan berbagai pilihan kari: kentang, ayam, kambing, sapi, atau ikan. Beberapa variasi roti lainnya, bisa dinikmati dengan gula atau susu kental manis.
Roti canai (drnaz, 2012)
Roti Telur (Foodspotting, 2012)
Roti Tisu (thecattylife, 2010)

Nasi Kerabu

Nasi kerabu sangat populer di Kelantan dan Terengganu. Nasinya berwarna biru dan warna tersebut dihasilkan dari warna kelopak bunga Telang yang baik untuk kesehatan. Biasanya dimakan dengan ikan kering atau ayam goreng, daging, kerupuk, acar dan salad lainnya.
Nasi Kerabu (HealthWorks.my, 2014)

Kangkung Belacan

Kangkung belacan adalah masakan khas Melayu yang cara masaknya pun cukup simpel. Kangkung dicuci bersih dan ditumis dengan bawang merah, bawang putih, terasi, dan potongan cabai merah. Di Indonesia disebut juga kangkung cah terasi.
Kangkung Belacan (Morsels and Musings, 2008)

Kwie Tiau Penang


Hidangan yang sangat terkenal di Penang ini dibuat dari kwie tiau yang ditumis dengan lemak babi ditambah kecap manis, cabe, terasi, telur, sosis, udang, kerang, tauge dan daun bawang. Biasanya disajikan di atas selembar daun pisang atau di atas piring.
Kwie Tiau Penang (www.flickr.com/photos/avlxyz/)

Penang Laksa

Penang laksa dibuat dengan sup makarel ikan kembung dan asam yang memberikan sup rasa asam yang unik. Bahan-bahan lain yang membuat rasanya khas yaitu serai, lengkuas, dan cabai.
Penang Laksa (HealthWorks.my, 2014)

Penang Rojak

Penang rojak atau rujak khas Penang, sebenarnya mirip seperti rujak buah versi Indonesia, namun sedikit berbeda baik dari segi isi maupun saus. Penang rojak biasanya terdiri dari mentimun, nanas, mangga, jambu, bengkuang, apel dan potongan cumi goreng yang kecil. Semua buah dipotong kecil-kecil dan dicampurkan dengan saus hitam pekat yang dibuat dari gula, cabai, jeruk nipis dan pasta udang. Terakhir, ditambahkan kacang yang sudah dihancurkan dan kerupuk yang renyah.
Penang Rojak (Maureen Ow, 2013)

Bak Kut Teh

Bak kut teh terdiri dari iga babi direbus dalam bumbu dan rempah-rempah (kayu manis, cengkeh, dang gui, biji adas, bawang putih, dan bahan lainnya) selama berjam-jam. Walaupun secara harfiah berarti "Daging-Tulang-Teh", namun sebenarnya tidak ada teh dalam hidangan tersebut. Teh ditambahkan dalam nama tersebut karena Teh Oolong (salah satu jenis teh China) yang biasanya diminum setelah memakan bak kut teh, dipercaya bisa melarutkan jumlah lemak babi yang berlebihan.

Untuk kuahnya, digunakan bahan-bahan ramuan Cina yang rasanya manis dan khas. Bak kut teh kuah biasanya dihidangkan dengan ditambahkan jamur, tahu, dan cakue.
Bak Kut Teh Soup (Food 2 Buzz, 2012)
Bak Kut Teh Dry (Food 2 Buzz, 2012)

Yong Tau Foo

Yong tau foo (yong tao foo / yong tau fu) adalah makanan China Hakka yang merupakan variasi tahu: kulit tahu, tahu putih, tahu goreng, ataupun tahu yang diisi dengan campuran daging atau ikan. Tak jarang ditambahkan sayuran seperti jamur, pare, okra, dan lainnya.

Yong tau foo dimakan dalam berbagai cara, baik digoreng kering dan dinikmati dengan saus dan sambel atau disajikan dengan sup yang rasanya khas.
Yong Tau Foo (vkeong.com)

Satay Celup

Satay Celup (atau sate celup) sangat populer di Melaka. Seperti sate pada umumnya, hidangan ini menggunakan bahan-bahan yang ditusuk dengan tusuk sate dan dimakan dengan bumbu sate. Keistimewaannya, sate celup menyajikan lebih dari 80 jenis sate, dari makanan laut, daging dan berbagai sayuran segar. Sebelum dimakan, sate-sate tersebut dibenamkan ke dalam panci yang berisi saus sate mendidih sampai matang.
Sate Celup (dslimbeauty, 2014)

Nasi Ayam Hainan

Dari namanya, bisa dibilang masakan ini berasal dari Hainan, China. Nasi ayam Hainan merupakan masakan yang sangat populer di Singapura dan Malaysia.

Cara membuatnya, ayam direndam dalam air mendidih sampai matang, kemudian dicelupkan ke dalam air dingin agar dagingnya tetap lembut. Ayam kemudian bisa dipanggang atau dimasak dengan kecap asin sesuai selera. Untuk nasinya, beras dimasak dengan kaldu ayam, jahe, dan daun pandan. Keduanya dinikmati dengan saus sambal yang rasanya asam-pedas.
Chicken Rice (Go Makan, 2014)

Chilli Crab

Chilli Crab sebenarnya hidangan khas Singapura namun tidak kalah populer di Malaysia. Hidangan ini tak sepedas namanya dan tak sepedas penampilannya. Kepiting lumpur, jenis kepiting yang biasa digunakan, ditumis dengan campuran saus tomat-cabai yang tebal, manis dan gurih.
Chili Crab (The Food Dictator, 2015)

Wantan Mee

Wantan Mee (Wonton Mee) yang artinya mie pangsit ini sangat terkenal di Hong Kong, Singapura dan Malaysia. Namun, versi Malaysia sedikit berbeda dengan versi negara asalnya, Hong Kong. Di Malaysia, mie telur yang berwarna kuning, dimasak sampai matang, ditiriskan, dan disajikan di atas piring. Mie tersebut kemudian ditambahkan kecap hitam dan dihidangkan dengan irisan babi panggang (char siew) dan sayuran. Pangsit dan sup biasa disajikan pada mangkuk terpisah untuk melengkapi kenikmatan mie. 
Wantan Mee (Openrice, 2014)


Ada yang mau traktir nambahin?