Monday, August 11, 2014

Jalan-Jalan Terus: Belitung, Negeri Laskar Pelangi

Lebaran kemarin, gw menyempatkan diri liburan di kota kelahiran Bapak Basuki Tjahaja Purnama, atau yang lebih dikenal Pak Ahok. Yap, Belitung!

Dari segi transportasi, sebenernya sedikit sulit menuju ke tempat ini. Hanya sedikit pesawat yang menyediakan layanan direct flight dari Jakarta ke Tanjung Pandan (Belitung). Gw bahkan ga menemukan pesawat yang terbang non stop dari Kuala Lumpur ke Tanjung Pandan.

Sesampainya di bandara yang super kecil itu, gw langsung dijemput oleh sopir dari salah satu travel agent. Biaya sewa mobil beserta sopirnya 750 ribu rupiah per hari. Mobilnya lumayan besar, muat untuk 9 orang beserta barang-barangnya.

Satu hal yang gw salutin dari Belitung: jalanannya bagus dan mulus! Hebatnya lagi, ga ada satu pun tukang parkir dan pengemis di sini! Terus denger-denger, Belitung ini menjadi salah satu kota teraman di Indonesia, lho! Thumbs UP!

Anyway, Berbekal research online plus sedikit ke-sotoy-an, berikut daftar perjalanan gw selama di Belitung:

Hari Pertama (Belitung Induk)

  • Nyampe di bandara udah sore akibat pesawat delay, langsung check-in hotel dan beristirahat sejenak. Hotel gw berlokasi di Tanjung Pandan, Belitung Induk, kira-kira 30 menit dari bandara.
  • Makan siang yang udah kesorean di KFC.
  • Menuju Danau Kaolin (15 menit dari hotel).
Danau Kaolin


  • Bermain-main di Pantai Tanjung Pendam sekaligus melihat sunset (dekat hotel).
Kamehameha di Pantai Tanjung Pendam
  • Makan malem di D*nasty Cafe, yang pelayanannya sangat lama dan harganya mahal. Setelah menunggu lama, akhirnya beberapa makanan kita cancel, dan memilih makan indomie yang bisa dipesan di hotel. Bener-bener ga recommended!

Hari Kedua (Belitung Utara)

  • Pukul 8 pagi, berangkat menjelajah Belitung Utara yang kaya akan pulau-pulaunya. Jarak antara hotel dan tempat tujuan, sekitar 27 km.
  • Tiba di Pantai Tanjung Kelayang, langsung sewa kapal untuk menjelajah pulau. Pulau Batu Berlayar, Pulau Burung, dan Pulau Lengkuas. Semua pulau ini letaknya berdekatan. Tiga puluh menit kemudian, gw tiba di Pulau Lengkuas. Sepertinya, ini satu-satunya pulau yang ramai pengunjung. Di sini ada mercusuar. Pengunjung diperbolehkan naik ke atas untuk melihat keindahan sekitar.
  • Bermain-main, foto-foto, snorkelling, dan makan siang di Pulau Lengkuas.
Bintang laut kecil di Pulau Lengkuas
  • Bosan bermain-main, kita pergi ke Pulau Pasir. Pulau Pasir ini hanya ada ketika laut surut. Sebenernya, kurang layak bila disebut pulau. Cuma daratan berpasir yang lebarnya kurang lebih 8m x 3m. Uniknya, di Pulau Pasir ini, sering ada bintang laut besar yang terdampar. Kita pun snorkeling mencari bintang laut, dan foto-foto.
Keponakan gw ga mau melepaskan bintang laut kesayangannya
  • Pukul 4 sore, kita kembali ke Pantai Tanjung Kelayang dengan badan basah kuyup karena kehujanan.
  • Setelah membersihkan badan dan ganti baju, gw melanjutkan perjalanan ke Pantai Tanjung Tinggi (15 menit dari Pantai Tanjung Kelayang). Di sinilah salah satu tempat syuting Laskar Pelangi, di mana banyak batu-batu berukuran raksasa!
Batu-batu raksasa

  • Makan seafood yang lezat di sekitar pantai dan pulang ke hotel.

Hari Ketiga (Belitung Timur)

  • Mampir ke kota Manggar (1 jam dari Belitung Induk), yang juga dikenal sebagai Kota 1001 Warung Kopi. Nyicipin kopi hitam, kopi susu, dan teh susunya. Berhubung gw bukan pecinta kopi sejati, gw rasa kopinya ga ada bedanya dengan kopi-kopi yang lain. Herannya, warung-warung kopi sejenis ini ramai pengunjungnya! Padahal mereka cuma pesen kopi segelas, dan ngobrol-ngobrol sambil ngerokok.
  • Tiga puluh menit kemudian, gw tiba di Vihara Dewi Kwan In dan Vihara Sun Go Kong yang letaknya berdekatan. Gw pun meluangkan waktu untuk berdoa sebentar.
  • Mencicipi mie Bangka di depan vihara.
  • Mampir ke Museum Kata Andrea Hinata, museus sastra pertama di Indonesia yang dibangun oleh penulis novel Laskar Pelangi. Museum ini letaknya tidak jauh dari Vihara.
Museum Kata

  • Mengunjungi replika SD Muhammadiah yang terkenal karena film Laskar Pelangi.
  • Mengintip Bendungan Pice, bendungan arsitektur Belanda. Kenapa ngintip? Karena saat gw ke sana, bendungan ini sedang dalam perbaikan. Jadi kita hanya mengintip saja dari jarak yang cukup jauh.
  • Balik ke hotel untuk beristirahat.

Hari Keempat (Belitung Induk)

  • Bermain di wisata alam Batu Mentas, 30 menit dari hotel. Di sini, gw melihat hewan khas Belitung: Tarsius! Hanya saja, gw sedikit kecewa di sini. Konon katanya, kita bisa bermain River Tubing dan Flying Fox. Tapi pas gw ke sana, kedua permainan ini ditutup sementara dikarenakan air yang tidak begitu banyak dan arus yang tidak begitu deras saat musim kemarau. Terus, apa hubungannya air sama Flying Fox? Gw juga ga tahu. Akhirnya, gw pun jungle tracking dan main di sungai sendiri.
Foto sebelum jungle tracking dan main di sungai
  • Hunting durian khas Belitung, rasanya manis dan enak!
  • Mengitari kampung nelayan. Melihat-lihat rumah nelayan yang ternyata kaya-kaya. Karena sebagian besar dari mereka sudah punya motor dan mobil sendiri.
  • Makan malem dan balik ke hotel untuk beristirahat.

Hari Terakhir (Belitung Induk)

  • Berbelanja oleh-oleh di toko oleh-oleh.
  • Mampir ke museum Belitung. Di sana terdapat barang-barang jaman dulu, dari batu-batuan, kapal, piring porselen, pedang, tombak, perisai, sampai uang kertas jaman dulu. Dan ternyata di dalamnya ada biawak, rusa, buaya, ular, ayam, burung, dan sejenis musang (gw ga tau apa namanya)
  • Mampir ke warung kopi Kong Ji. Rasa kopi di sini berbeda dengan kopi yang gw cobain di Manggar. Yang di sini lebih pahit. Kata koko gw sih, kopi di sini rasanya mirip seperti kopi Luwak.
  • Makan siang di Belitong Timpo Duluk dan menuju bandara. Restoran yang ini bener-bener sangat recommended.

Keliatannya menyenangkan, kan? Padahal biasa aja. Serius, deh. Belitung memang bagus. Tapi ga se-wah yang diiklankan. Sopir dari travel agent nya pun bilang, kalo apa yang tertulis di Internet itu berlebihan. Bahkan banyak client nya yang kecewa. Yang puas hanya client bule saja, karena bule di drop ke pantai doank, dia udah seneng seharian berjemur di sana. Berikut beberapa alasannya:
  • Orang-orang Belitung kurang ramah, apalagi encim-encim yang jualan di toko-toko. Beda sama orang-orang Jawa yang ramah-ramah pada pengunjung. Ini mah, ada pengunjung masuk, tampangnya ga ada senyum-senyumnya.
  • Fasilitas Belitung kurang memadai. Memang, pantainya indah. Namun sayang, gw minta kacamata snorkel untuk mata minus pun, mereka ga punya.
  • Kurangnya rumah makan ataupun toko roti. Gw selalu merasa kesulitan cari makan. Entah karena memang musim lebaran atau apa, tiap rumah makan pasti penuh. Tiap kita nanya 'Masih buka atau ga? Menu apa yang masih ada?', jawabannya: 'Makanan, sih ada. Tapi kayanya ga bisa terlayani. Pesanan masih banyak, kita kurang orang.' 
  • Orang-orang Belitung cenderung malas dan lama bila bekerja, sehingga waktu kita sering terbuang untuk menunggu yang ga jelas. Hal ini gw masih bisa memaklumi, berhubung edukasi mereka yang kurang baik. Orang-orang yang cerdas biasanya cenderung keluar dari Belitung.
  • Hotelnya pun fasilitasnya sangat kurang. Satu-satunya hotel yang kata sopir travel agent nya cukup bagus di Belitung adalah Hotel Ast*n. Sayangnya, hotel itu sudah penuh 2 bulan sebelum gw ke Belitung. Jadilah gw menginap di Hotel Pondok Imp*an 2. Pelayanannya lelet, listrik bisa mati 3x dalam 15 menit. Sampai-sampai mereka menyewa orang yang khusus ngeliatin sekring listrik. Udah gitu, breakfast nya pun cuma Nasi Goreng atau Nasi Kuning dan Indomie Goreng atau Bihun tiap hari. Pernah sekali, jam 8 pagi, breakfast sudah habis. Minta telur mati sapi pun, harus bayar ekstra.
Menurut gw, soal fasilitas, Belitung masih ketinggalan jauh dibanding Bali. Butuh waktu untuk bisa go international seperti Bali, walaupun pantai-pantainya sebenernya ga kalah bagus sama Bali, Gili, dan Lombok.

Semoga bisa terus ditingkatkan kualitasnya ^^
Sunday, July 20, 2014

Aneka Tips: Sukses Interview Untuk Software Engineer

(Dayton High School, 2015)

Postingan kali ini, gw mau berbagi tips interview, khususnya buat yang mau jadi software engineer: Berikut tips-tips nya:
  1. Belajar! Interview itu bukan cuma dateng buat ngobrol-ngobrol. Tapi akan ada test tertulis yang harus dikerjakan. Soal-soal yang biasanya ditanyakan, akan dijelaskan di bawah.
  2. Sebelum berangkat interview, lebih baik cek dengan perusahaan, dokumen apa yang perlu dibawa. Ijazah asli, fotokopi ijazah dan CV / resume wajib dibawa, walaupun perusahaan bilang ga perlu bawa apa-apa.
  3. Cari tahu sedikit tentang perusahaan: bergerak di bidang apa, client nya siapa, dan informasi lainnya. Jadi pas ditanya 'Apa yang kamu tahu tentang perusahan ini?', jawabannya ga cuma melongo.
  4. Ga perlu bawa laptop. Serius, deh! Kalian ga akan diminta ngerjain coding di laptop, kok.
  5. Berpakaian sepantasnya. Formal, tapi ga perlu terlalu formal. Untuk cewek, ga perlu pake baju pesta yang bling-bling, sepatu hak tinggi atau rok mini. Buat cowok, ga perlu juga pake dasi atau jas segala. It's too much, way too much.
  6. Dateng interview jangan telat. Jangan niru-niru gw yang telat pas interview pertama. Tapi ya, ga perlu dateng 1 jam lebih awal juga.
  7. Tersenyumlah saat memperkenalkan diri. Berbicaralah dengan sopan dan tatap mata lawan bicara, jangan sibuk ngeliatin handphone atau awang-awang.
  8. Kerjakan soal test dengan baik. Jangan mencontek, ya. Bila soal test nya cukup banyak, cobalah untuk menjawab pertanyaan sebanyak mungkin. Jangan fokus terlalu lama di satu soal.
  9. Setelah test selesai, biasanya si bos bakal nanya-nanya, dari soal kuliah, pengalaman kerja, atau soal-soal IT general. Jawablah semuanya dengan jujur. Kalo ga tau, bilang aja 'enggak tahu', ga perlu sok tahu.
  10. Selesai interview, apapun hasilnya, sebaiknya ucapkan terima kasih atas undangan interview via email.
Berikut soal-soal yang biasa ditanyakan pada software engineer: Gw ga tau kalo soal di Indonesia begini juga atau ga. Soalnya gw ngumpulin data ini dari pengalaman interview pertama dan interview terakhir gw sendiri dan teman-teman gw di Kuala Lumpur.
  1. Pertanyaan matematika dan logika umum, contohnya: Berapakah 2 bilangan selanjutnya:
    1, 1, 2, 6, 24, ..., ...
  2. Database query, kebanyakan sih, SQL. Biasanya mereka fokus ke LEFT JOIN, INNER JOIN, UNION, UNION ALL, dan aggregate function seperti SUM, AVG, COUNT, MIN, dan MAX.
  3. Masih berhubungan dengan database, biasanya ada case study di mana kandidat akan diminta untuk men-design simpel database berdasarkan case study.
  4. Ada juga soal database teori di mana kandidat harus menjelaskan apa itu 1NF, 2NF, dan 3NF.
  5. Pertanyaan yang berhubungan dengan programming: function untuk menentukan suatu bilangan termasuk bilangan prima atau bukan, function untuk mengubah string menjadi int dan kebalikannya tanpa menggunakan built-in function, function untuk membuat sorting algorithm, dan pertanyaan kreatif lainnya yang kalo gw list bisa sampe ratusan.
  6. Cara membalas email kepada client. Biasanya akan ada beberapa case study. Jawablah dengan professional.
  7. Diagram. Masih inget Use Case? Entity Relationship Diagram? Class Diagram? Biasanya keluar salah satunya.
Biasanya setelah selesai mengerjakan soal-soal tertulis, si bos akan melihat jawaban-jawabannya. Bila kandidat dinilai berpotensi, si bos bakal 'memaksa' kandidat buat ngejawab pertanyaan-pertanyaan, dan sedikit memberikan clue-clue. Di sini, si bos bisa ngeliat logical thinking si kandidat dan apakah si kandidat bisa berpikir saat under pressure.

Untuk yang sudah berpengalaman, si bos biasa akan bertanya soal pengalaman kerja sebelumnya: perusahannya fokus di bidang apa, client nya siapa, sistem apa aja yang dibuat, seberapa besar kontribusi kandidat, architecture diagram nya seperti apa, dan lainnya.

Petanyaan software engineer yang sudah berpengalaman bisa dilihat di SINI. Selain itu, gw juga pernah nge-post pengalaman gw menghadapi interview ala Microsoft yang bisa disimak di SINI.

Biasanya sih, interview berlangsung minimal 2-3 jam. Beberapa perusahaan bisa saja memanggil kandidat untuk second interview (biasanya, sih, yang interview pertamanya ga langsung sama bos).

Buat yang mau interview, lebih banyak persiapan, pastinya akan lebih bagus.
Good luck!!
Saturday, July 12, 2014

Lika-Liku Software Engineer: Pengalaman Interview Terakhir

Setelah insiden interview pertama, gw berencana untuk ga mencari kerja dulu dalam waktu dekat. Gw mau nunggu sampe semua urusan gw bener-bener selesai dulu. Anehnya, malah temen-temen gw yang sibuk nyariin gw kerjaan. Dari beberapa tawaran, ada satu temen deket gw yang juga nawarin kerjaan. Bisa dibilang temen gw yang ini, sebut saja namanya si Y, cukup dekat dengan gw karena kita punya beberapa kesamaan: sama-sama aneh dan suka ngomongin hal-hal yang ga jelas. Akhirnya, setelah urusan gw selesai semua, gw pun meng-iya-kan tawaran dia.

Undangan interview pun langsung datang. Biasalah, kalo rekomendasi orang dalem, pasti jadi top priority, deh. Seminggu setelah undangan interview, gw udah balik lagi ke KL. Ga mau ngulangin kesalahan yang sama dengan interview pertama, gw belajar. Gw sadar otak gw udah blank, udah hampir setahun juga ga nyentuh coding.

Nebeng si Y, gw berangkat ke kantor. Saat sampe di kantor, gw udah ga kaget lagi walau ada kertas test di tangan gw. Berbeda dari interview sebelumnya, kali ini soalnya cuma 3, dan ga pake abc-an. Satu tentang logic dan programming, dan dua lagi lebih ke diagram dari case study yang ditentukan.

Satu jam kemudian, si bos dateng. Jawaban gw cuma diliat sekilas dan digeletakin gitu aja. Dia malah nanya-nanya soal yang random. Dari soal matematika, database, general IT knowledge, kombinasi dan gabungan ketiganya, sampe soal liburan gw ke Eropa, yang gw yakin dia tau dari si Y.

Herannya, membahas liburan gw ke Eropa itu memakan waktu cukup lama. Terus dia malah sibuk bercerita sendiri. Total interview kira-kira 3 jam: 1 jam test, 30 menit gw jawab pertanyaan lisan dengan asal-asalan sotoy, dan 1.5 jam sisanya, gw cuma duduk dengerin dia cerita. Serius!!

Untungnya, setelah duduk dengerin dia cerita dengan semangatnya, ending nya bahagia.

Si bos (B), Gw (S):
B: 'Actually you have been confirmed even before the interview, when you were still in Europe.
S: 'Wow! How come?'
B: 'Y told me that you are very good, better than him. I was surprised. He is very good and he recommends someone who is better than him. I ask him to invite you for interview. He said you are still enjoying your holiday in Europe. So we wait lah, and finally you are here.'
S: (Gw shock. Si Y kesamber petir apaan tiba-tiba bilang gw better than him? Biasanya dia ga pernah mau ngalah, kok. Udah gitu, gw ke Eropa itu 3 bulan lalu lho!) 'No laahh. He is my senior, he is obviously much better than me.'
B: 'No lah, I see you are also quite good. It's up to you now whether you want to join us or not. If you are okay, our HR will arrange the visa for you.'


Dan si bos tadi nyuruh si Y nganterin gw pulang. Gw bahagia!
Wednesday, July 9, 2014

Curhatan Anak Kuliahan: Lupa Jalan Pulang

Where is My Home? (Chuck, 2013)
Hari pertama sampe di KL, gw dijemput sama pihak kampus buat nyari hotel, soalnya nyokap gw ga diperbolehkan tidur di apartment kampus. Abis taro barang-barang dan check-in hotel, kita dibawa ke kampus untuk melengkapi prosedur pendaftaran dan soal administratif lainnya, termasuk sewa apartment.

Setengah jam kemudian, gw dianter ke apartment. Begitu ngeliat apartment nya, gw seneng banget. Apartment-nya lumayan besar dan bagus, karena gw dapet penthouse. Gw ambil master room, berdua sama anak Thailand yang baru gw kenal di bandara tadi. Kamarnya cukup besar dilengkapi 2 kasur single, 2 meja belajar, 2 kursi, 2 lemari baju, dan ada kamar mandi di dalam. Terus terang gw cukup puas, melebihi ekspektasi gw. Gw pun beristirahat sejenak, unpack my things, dan tidur-tiduran.

Yang penasaran mau liat apartment gw, bisa klik di sini.

Beberapa menit kemudian, gw sudah ada di hypermarket terdekat untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari, seperti sabun mandi, shampoo, gantungan baju, piring, gelas, selimut, dan sebagainya. Gw borong cukup banyak karena gw memang berencana untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari di sini. Ga cukup kopernya kalau semua bawa dari Indonesia.

Selesai belanja, gw nyari taksi mau balik. Tapi bentar, tunggu dulu, tunggu dulu:
APARTMENT GW TADI NAMANYA APA, YA? ALAMATNYA APA? JALANNYA KE MANA?

Gw diem dulu kaya patung. Otak gw sibuk nyari akal. Google? Smart phone aja belom punya. Oh, ya! Gw SMS aja temen sekamar gw nanyain nama apartment. Brilliant!

Beberapa menit kemudian, dia SMS balik.
'I think this is our apartment name: XXXXXX'
Gw bahagia.

Gw pun nyetop taksi, bilang kalo gw mau ke XXXXXX. Sopir taksi pertama ga tau apartment itu ada di mana. Sopir taksi kedua ga pernah denger ada apartment namanya itu. Sopir taksi ketiga cuma bisa bengong.

Gw diem lagi kaya patung. Otak gw sibuk nyari akal yang lain. Terngiang-ngiang peribahasa: 'Malu bertanya, sesat di jalan'. Oh, ya! Gw nanya orang kiri kanan aja. Brilliant!

Abis nanya kiri kanan 'Do you know any apartment nearby with this name?' sambil nyodorin HP, akhirnya ada seseorang yang tau. Ternyata, nama aprtment sebenernya bukan 'XXXXXX' tapi 'XXSTXX'! Gw bahagia, walaupun sedikit ngomel-ngomel: Ya ampun, cuma beda dikit doank, sopir taksi pada ga tau.

Super valuable lesson learnt. Sejak kejadian itu, gw selalu tahu nama tempat gw tinggal sebelum gw keluar-keluar. Kalaupun gw tinggal di hotel yang namanya pake bahasa lain, gw selalu simpen kartu nama hotel yang lengkap dengan alamatnya.
Sunday, June 29, 2014

Lika-Liku Software Engineer: Pengalaman Interview Pertama

Interview (xlsys Consulting Limited, 2013)

Pas semester terakhir, selain pada sibuk skripsi, anak-anak kuliahan pada umumnya juga pada sibuk nyari kerja. Begitu juga temen-temen gw, mereka udah pada sibuk nyari kerjaan. Beberapa bahkan udah dapet kerjaan sebelum mereka lulus. Gw sendiri? Masih enjoy dan sok jual mahal milih-milih perusahaan. Prinsip gw: Kalo perusahaan bisa sok-sok jual mahal milih staff nya, apa alasan kita, sebagai staff, ga bisa sok-sok jual mahal milih perusahaan? Bener, ga?

Kira-kira 4 bulan setelah gw lulus, ada satu tawaran interview di salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang Business Intelligence yang cukup ternama di Malaysia. Denger-denger company ini pun punya beberapa cabang di Asia.

Sehari sebelum interview, kandidat-kandidat lain, sih, biasanya pada belajar, nginget-nginget syntax coding, ngeliatin diagram-diagram yang mungkin bisa jadi soal test. Sedangkan gw, pas gw mau belajar, temen gw malah ngajakin jalan-jalan. Kata temen gw: 'No need to study lah, usually first time interview they just want to know and see you only. Later if they are interested, you will be invited to second interview and test.' Begonya, gw percaya. Kita pun jalan-jalan dan nonton film.

Pas hari H (gw ga tau kenapa disebut hari H), gw dateng ke tempat interview. Karena banyak hal-hal yang di luar dugaan, seperti ga nemu taksi, ketinggalan train, dan train berikutnya yang biasanya on-time sekarang datengnya telat, dan beberapa hal lain yang ganjil. Pokoknya banyak halangan deh, gw pun dengan suksesnya TELAT 1 JAM! Sampe-sampe pas gw dateng, pertanyaan pertama:
'How many years have you been in KL?'
'3+.'
'You never come to this building? (Padahal buildingnya attach ke salah satu shopping mall terbesar di KL).'
'Very seldom.'
Setelah berbasa-basi dan perkenalan diri yang singkat, dia bilang: 'I'll give you one hour to do the test first. Try to do it as many as you can.'  JENG JENG JENG...!!! Gw pengen ngebunuh temen gw yang ngajak jalan-jalan seharian kemaren.

Gw liat-liat soalnya. Cukup banyak dan bervariasi. Ada soal programming, database, dan soal-soal general seperti: bagaimana cara merespon email dari beberapa case study, bagaimana cara deal with client, dan membuat cerita singkat (kurang dari 100 kata) menggunakan 10 kata yang sudah ditentukan. Pas kasus gw dulu, kata-katanya lucu, ada: frog, needleslake, leaf, dan beberapa kata lagi yang gw ga inget.

Sebenernya soalnya ga susah-susah amet, cuma gw nyaris lupa semua syntax SQL database. Padahal ini perusahaan Business Intelligence (BI), di mana sangat erat sekali hubungannya dengan database! Dalam artian, gw gagal menjawab soal-soal utamanya!

Gw tengok kiri-kanan-atas-bawah, nyariin CCTV. Bermaksud mau googling dan cari cheat. Sepertinya aman, gw ga nemuin CCTV atau sejenisnya. Tapi setelah dipikir-pikir, ga jadi deh. Semua yang terjadi pasti ada sebabnya. Temen gw ngajak jalan seharian dan gw ngikut aja... Halangan-halangan yang bikin gw telat 1 jam nyampe tempat ini...

Satu jam kemudian, dia balik lagi. Ngobrol-ngobrol sambil meriksa jawaban-jawaban ngasal gw.

Lalu terjadilah percakapan berikut ini antara Interviewer (I) dan Stef (S):
I: I see you are quite strong in programming, but not too strong in database. Why don't you try to apply in software engineering field instead of Business Intelligence (BI)?
S: Believe me, I'm strong in database as well. I just don't remember the syntax. Haven't interacted with any DB since I officially graduate.

I: I see... Why don't you try to answer this question? (Dia nunjuk salah satu soal programming yang ga gw jawab).

S: Eerr.. that one I'm not so sure.
I: Just give it a try. You just tell me the logic, step by step.
S: I think that first step is to create an array, then bla bla bla (Gw coba jawab dengan ke-sotoy-an gw)
I: Ok correct. You reached half way already. Then?
S: Then I don't know.
I: How about this? (Dia coba ngasih clue). Do you think it works this way?
S: Oh yeah, sure it works.
Dan akhirnya dia 'memaksa' gw untuk menjawab hampir semua pertanyaan. Total interview kira-kira 2.5 jam.
I: How far do you know about our company?
S: Not much. I read about your company profile in your web. I know you provide solution for bla bla bla.
Dia terus menjelaskan tentang perusahaannya, bisnis utamanya, dan client-clientnya. Beberapa client cukup ternama, seperti beberapa bank, beberapa perusahaan telekomunikasi di Malaysia. Dia juga menjelaskan bagaimana konsep BI digunakan dan betapa pentingnya BI bagi perusahaan-perusahaan besar.
I: We don't mind to provide training for our new staff. Some of our staff here also do not have any IT background. But we still take them if we see that their logical thinking is strong. And for your case, I see your logic is quite strong.
S: I see.
I: How soon can you are able to start working? 
JENG JENG JENG...!!! Ini soal yang dari kemaren gw pikirin jawabannya, tapi ga ketemu. Gw dilema. Bokap nyokap gw dapet nawarin tour ke Eropa, mumpung adek gw juga lagi libur panjang karena barusan UAN. Dan tawaran ini baru dateng pas gw udah confirm mau interview. Pastinya, gw ga nolak donk. Kapan lagi bisa jalan-jalan bareng di saat semua free gini?

Gw harus pulang Indo dalam waktu dekat buat ngurus visa Eropa. Tau sendiri, kan, bikin visa Eropa itu lama, kadang-kadang sampe 1 bulan. Selain itu gw nunggu sampe koko gw married baru mau kerja, ga mungkin bolak-balik Indo-KL terus.
I: (Nungguin gw ga jawab-jawab, dia nanya lagi) Any intention going back to Indonesia?
S: Yes, soon. I need to apply Europe Visa and I'm going on Europe tour in the next 3 months.
I: For how long?
S: Maybe around one month for visa, and the tour is 2 weeks.
I: (Terdiam sejenak) We expect you to be able to start working immediately. And let's say, if you start working in beginning of next month, which is another 2 weeks from now, you are still not allowed to take any annual leave. Some more it's a very personal reason, a holiday tour, for such a long period.
S: (Gw berdiri, pamit dan nyalamin dia) Okay.
I: (Ikutan berdiri dan nyalamin gw, kayanya sih dia nangkep maksud 'okay' nya gw) Well, I will report all the things to my boss and let's say he decides to approve you, we will let you know via email. Good luck. (Sambil nganterin gw keluar).
S: Thank you very much. Nice to meet you. Bye.
I: Nice to meet you too. Bye.
Anehnya, gw ngerasa lega dan senang setelahnya. Padahal gw yakin, gw ga akan diterima!
Europe, I choose you!!