Saturday, April 25, 2015

Travel Around The World: Enjoying The View From Petronas Twin Towers and KL Tower

I love seeing view from such a height. Everywhere I go, if I can find a tower where tourists are allowed to go all the way up, with reasonable price of course, I will try to allocate some of my time to visit. So far, I've been to Eiffel Tower, Petronas Twin Towers, Kuala Lumpur Tower (KL Tower), and Oriental Pearl Tower.

Since this post is about Kuala Lumpur, so I will only talk about towers that are located in Kuala Lumpur only.


Petronas Twin Towers (451.9 m)

Who doesn't know Petronas Twin Towers? They say you haven't been to Kuala Lumpur if you never been to Petronas Twin Towers. Petronas Twin Tower has 451.9 meter height and was the tallest building in the world for period of 1998 - 2004, before Taipei 101 and Burj Khalifa were built. However, until today, Petronas Twin Towers are still registered as the highest twin towers in the world.

Actually, I visited Petronas Twin Towers quite some time ago, around 2010. There was no entrance fee that time, it was totally free. But you had to come so early to queue and get the ticket. Believe it or not, the queue was already soooooo looong when I arrived at 6 AM in the morning.

But now, don't bother to queue, you can buy the ticket in advance by visiting their website HERE. For visit within the next 24 hours, you need to purchase the tickets at the Petronas Twin Towers ticketing counter. The entrance fee is RM 85 per adult, and RM 35 per child.

After being informed that visitors are only allowed to go to the sky bridge, which is located in the middle of the tower (41st storey with the height of 170 m), I felt a bit disappointed. I had too high expectation, I thought I could go up to the highest floor (88th storey) and enjoy the view up there.

Just before going up, visitors are entertained with a 10-minutes documentary about the history of Towers, how lightning rods were implemented, and what happen in case if the tower is struck by the lightning. It's quite interesting documentary knowing that two construction consortiums were hired to complete each tower. The west tower was built by a Japanese consortium, and a South Korean consortium for the other one. They hoped, by introducing a competition, both towers would be completed in six years. Soon after that, we were welcomed to go to 41st storey with a high speed elevator.

Each batch of visitors are only allowed to stay maximum 10-15 minutes up there. So, make use of your time effectively!

View from sky bridge
Inside sky bridge
From this point, you may continue your journey to Petrosains, Aquaria, or KLCC Park where you can take pictures with Petronas Twin Towers and KLCC fountain. All of those places mentioned are still located in one area and accessible by foot.

Kuala Lumpur Tower (421 m)

In term of overall height, KL Tower is shorter than Petronas Twin Tower. However, visitors are allowed to go up to the observation deck (276 m) and the revolving restaurant (282 m), which is around 100 m higher than Petronas Twin Towers' sky bridge (the highest point visitors can go).

KL Tower offers free (and good quality) telescopes for its visitors, which in my opinion, is its plus point. Most of the towers I have ever been, required me to pay a few pennies before I can use their telescopes. By using its free telescopes, visitors can enjoy a super beautiful view of KL for around 20 minutes.

View of Kuala Lumpur from KL Tower observation deck. Awesome, right?
Free telescope in KL Tower observation deck
Beside observation deck, Atmosphere 360: Revolving Restaurant is also a must visit place. This restaurant is located in 282 m and is the highest restaurant in Malaysia. In this restaurant, visitors are able to enjoy the view of KL without moving any single step, as the restaurant is slowly revolving. One full rotation requires 60-120 minutes. But those who have motion sickness, don't worry about that. I have a motion sickness but I didn't feel dizzy when I was there.

I'm not sure about the taste and the quality of the food. But one thing I know for sure, this restaurant looks super formal, elegant, and expensive (especially those who earn RM instead of dollars)! Moreover, with the superb view at night, this place is super romantic for dinner with your love one.
KL Tower Atmosphere 360 revolving restaurant
View from KL Tower revolving restaurant
If you plan to visit KL Tower, don't miss the Blue Coral Aquarium. It's located in the ground floor of KL Tower. Even though, it's not as big as Aquaria KLCC, it's still an interesting place to visit.




Any suggestion on which tower shall I visit next? :)
Sunday, April 12, 2015

Tiada Hari Tanpa Tawa: Pengalaman Medical Check-Up

Ilustrasi dokter
Gw punya banyak pengalaman lucu tapi menakutkan saat mengunjungi dokter. Semua ini disebabkan karena gw takut sama alat-alat medis. Ga usah ngomongin gunting atau pisau bedah, deh. Jarum aja, gw takut. Sebenernya, gw akuin, tes darah atau suntik itu ga sakit-sakit banget. Bahkan jatuh dari sepeda yang udah pernah gw alami berpuluh-puluh kali saat gw masih kecil, jauh lebih sakit. Tapi entah kenapa, gw tetep takut. Dan karena gw takut, hal-hal yang mungkin ga begitu sakit, terasa 100x lebih menyakitkan.

Balik ke topik. Duluuuu, untuk memperpanjang visa kerja, tiap tahun gw diwajibkan untuk melakukan medical check-up. Selama ini, gw pernah menjalani proses medical check-up sebanyak 3 kali: dua kali di klinik biasa di Kuala Lumpur dan sekali di rumah sakit umum di Jakarta.

Kalo check-up di klinik, urutan tesnya biasanya sebagai berikut: tes urin, ngecek tekanan darah, tes darah, dan X-ray. Anehnya, tiap mereka ngecek tekanan darah gw, gw selalu ditanyain:
"Apakah adik stress?"
"Semalam kurang tidur, kah?"
"Apa adik sedang gelisah atau under-pressure?"
"Tensinya, kok, tinggi sekali, ya? Biasanya memang beginikah?"
Yang akhirnya semua pertanyaan itu gw jawab dengan terus terang, "Iya, emang lagi takut," sambil menunjuk jarum untuk tes darah yang letaknya masih dalam ruangan yang sama.

Dikasih tau begitu, eeehhh, si perawat malah ketawa. Gw malah disuruh tutup mata, rileks, tarik napas, buang napas, tarik napas, buang napas, gitu terus beberapa kali. Dua kali gw check-up, dua kali juga gw harus ngelakuin kaya gini.

Tangan Gw Dipukulin!

Check-up pertama, gw ngerasa dokternya agak-agak aneh. Setelah cek tekanan darah selesai, gw dioper ke dokter buat ambil darah. Si dokter mukanya jutek, ga ada senyum-senyumnya. Entah karena dia kesulitan nemuin pembuluh darah gw atau memang mood dia lagi ga bagus, dia malah mukulin siku gw bagian dalam berkali-kali. Sampe MERAH! Ga sakit sih, tapi tetep aja MERAH. Gw ga berani komplen karena dia megang jarum sambil pasang tampang jutek. Setelah itu, tangan gw linu seharian.

Gw Ditusuk Berkali-Kali!

Check-up kedua, dokternya baik hati dan sabar. Tapi mungkin kurang berpengalaman dalam soal ambil-mengambil darah. Atau mungkin pasiennya aja kali ini yang nadinya ga keliatan gara-gara saking takutnya.

Gara-gara dia ga nemu pembuluh darah gw di lengan bagian dalam, dia mencoba mengambil darah dari punggung tangan, yang menurut dia pembuluh darahnya lebih keliatan.

Dicoba satu kali, ga ada darah yang keluar. Gw bilang, di situ kayanya ga bakalan bisa. Dari dulu, dokter selalu ngambil darah dari lengan bagian dalam. Gw berharap dia dengerin gw. Eeehh, dia tetap mau coba sekali lagi.

Kedua kali, tetep ga ada darah keluar. Gw udah berasa mau teriak-teriak dan nangis ngeliat ada 2 bolongan di punggung tangan gw, dan dia masih berencana mencoba sekali lagi.

Untungnya niat mencoba yang ketiga dia urungkan. Mungkin karena kasian ngeliat muka gw yang udah mau nangis.

"Adek makan dulu aja, biar lebih relaks," rupanya dia menyerah. Gw menggeleng, gw bilang kalo tes darah abis makan, takutnya hasilnya kurang cocok. Soalnya gw dulu pernah 1-2 jam abis makan langsung tes darah, hasilnya: kolestrol tinggi. Besok-besoknya pas tes lagi, ternyata normal.

Akhirnya si dokter tadi coba lagi ngambil dari siku, walau dia ga begitu yakin letak pembuluh darahnya. Untungnya, percobaan ketiga berhasil!! Gw menarik napas lega.

Anehnya, walau ditusuk berkali-kali, tangan gw ga linu kaya check-up yang sebelumnya.

Oh, EKG Gitu Doank?

Check-up ketiga gw lakukan di rumah sakit umum di Jakarta, sehingga prosedurnya lebih komplit dan harganya pun lebih mahal, sekitar Rp 600 ribu. Gw ga begitu inget urutannya, tapi gw inget tes darah itu dilakukan paling awal, setelah itu baru tes mata, tes kesehatan secara general, X-ray, EKG, dan tes kesehatan mulut dan gigi.

Kejadian lucu bermula saat gw berada di ruangan pemeriksaan elektrokardiografi (EKG). Gw disuruh buka baju beserta pakaian dalam, dan tidur di atas kasur yang udah disediakan. Awalnya gw bingung, kenapa gw harus buka baju segala? Gw tengok kiri kanan, dokter dan perawatnya cewek semua. Tapi tetep aja gw malu dan risih.

Gw pun nurut. Buka baju dan berbaring di kasur. Di samping kasur, ada sebuah mesin dengan banyak kabel. Beberapa kabel ada penjapitnya dan beberapa kabel lain ada bantalannya. Si perawat pun mengambil kabel yang ada penjapitnya, dan dijapitkan ke kedua pergelangan kaki dan pergelangan tangan gw. Terus dia ngambil beberapa kabel lain yang ada bantalannya, dan dipasang di sekitar dada gw, dekat payudara, yang sebelumnya sudah dikasih gel. Kira-kira seperti ini penampakannya:
Prosedur EKG (Aviva, 2015)
Sejujurnya, gw ga ngerti gw bakal diapain. Apakah prosedurnya bakal menyakitkan? Dalam bayangan gw, mungkin saat proses pemeriksaan dimulai, semua kabel ini bakalan ngalirin listrik! Gw deg-deg an dan pasrah. Gw liat si perawat lagi sibuk mencet-mencet tombol di mesin EKG, beberapa kali gw denger dia narik kertas dan menyobeknya. Hal tersebut berlangsung cukup lama, kurang lebih 5-10 menit.

Gw mulai mikir, jangan-jangan, ada masalah sama alatnya, mungkin tintanya habis. Abisnya, kok, pemeriksaannya ga mulai-mulai dan si perawat malah sibuk nyobekin kertas? Gw makin deg-degan.

Akhirnya si perawat nyamperin gw.
"Apakah adik stress?"
"Apa adik sedang gelisah atau under-pressure?"
"Detak jantungnya, kok, cepet banget, ya?"

Lho, jadi cuma gini doank toh meriksanya? Jadi, dari tadi mesin itu udah jalan? Ga ada setrum-setrumnya? Hati gw ketawa. Malu juga kalo si perawat sampe tau kalo gw ketakutan gara-gara gw pikir mau disetrum.

Akhirnya, gw cuma jawab kalo gw ga stress, ga gelisah, dan ga under pressure. Gw pun minta dicoba lagi, dia setuju. Syukurlah, setelah dicek sekali lagi, semuanya ternyata normal. Wah, kalo dari awal tau bahwa prosedurnya sama sekali tidak menyakitkan, mungkin gw bisa ketiduran. Hihihi.


Sekarang medical check-up ga diperlukan lagi buat memperpanjang visa, karena gw udah ganti tipe visa. Walaupun begitu, gw sadar kalo medical check-up itu penting, minimal setahun sekali, biar kalo ada apa-apa, bisa diobati sebelum terlalu parah. Ah, andai saja ada cara yang lebih tidak menakutkan untuk tes darah. 

Salam sehat!
Sunday, April 5, 2015

Aneka Tips: Cara Nembak Cewek

Gw sering ditanyain temen-temen cowok gw, gimana caranya nembak cewek. Dan beberapa kali juga, gw sering memborbardir temen gw yang baru aja jadian dengan pertanyaan-pertanyaan kaya: Kapan jadiannya? Siapa yang nembak? Gimana cara nembaknya? Terus dia jawabnya gimana? Dan terkadang gw celetukin, 'Yah, pantes aja ditolak, masa nembaknya via BBM!'.

Setelah mengumpulkan beberapa data dan pengalaman-pengalaman orang, berikut gw akan memberikan tips-tips gimana cara nembak cewek dan kemungkinan besar diterima :D
  1. Sedepresi-depresinya kamu, jangan nembak cewek yang ga kamu kenal. Pastikan juga cewek itu kenal sama kamu. 
  2. Pastikan cewek itu masih single dan ada feeling sama kamu. Minimal PDKT dulu lah 1 bulan.
  3. Pilih momen yang tepat.

    Don't
    : Pas orang atau hewan kesayangannya barusan meninggal beberapa jam lalu, gagal ujian, April Mop, 29 Februari (ga mau kan, anniversary nya 4 tahun sekali?)

    Do: Valentine, Christmas Eve, dan kapan saja saat dia sedang ga diliputi kesedihan.



  4. Bertemu face to face, kecuali kalo terpisahkan oleh dua benua alam yang berbeda. Nembak via telepon, SMS, atau facebook chat, cuma bikin kamu kemungkinan besar ditolak dan dicap cowok cupu yang ga gentleman.
  5. Perhatikan penampilan. Yang penting rapi dan keep it simple and normal. Yang dimaksud normal itu yang pake parfum secukupnya, baju sewajarnya, ga perlu baju blink blink kaya mau ke pesta atau pake jas dan dasi. Hair style juga sewajarnya, ga perlu pake wig. Yang paling penting, be yourself, jangan pake topeng atau kostum badut.
  6. Pilih tempat yang romantis.


  7. Don't: Kuburan, gym (apalagi plus keringat), lapangan basket yang remang-remang, pinggir jembatan (kalo ditolak bahaya).

    Do: Restoran, pantai, taman bermain, taman bunga, shopping mall.



  8. Ajak dia ke tempat romantis yang kamu pilih. Jemput dia kalo memang bisa. Yang paling penting, pastikan dia datang sendiri. Bukan sama temennya, kakak cowoknya, apalagi sama orang tuanya. Jangan lanjut ke poin berikutnya kalo dia tidak sendirian. 
  9. Saat bertemu dia, puji dia. Misal: 'Kamu cantik sekali' atau 'Dress kamu bagus'. Dan ucapkan pujian itu dengan tulus, nada lembut, sambil tersenyum.
  10. Sebelum nembak, coba pemanasan dulu. Bangun suasana romantis dan coba kasih clue-clue seperti: 'Ih suka deh sama kamu, abis kamu lucu' atau 'Kalo aku pacar kamu, pasti aku tiap hari dimasakin, donk'. Terus lihat respon dia. Kalo respon nya negatif, lebih baik stop dulu dan jangan lanjut ke poin berikutnya.
  11. Gunakan kalimat-kalimat yang romantis dan singkat saat nembak. Fokus pada apa yang membuat dia special bagimu. Bukan fokus ke dirimu sendiri. Poin ini sangat penting. Jika kamu salah memilih kalimat, kemungkinan besar kamu ditolak bisa mencapai 100%!! Jadi, coba latihan dulu di rumah.


  12. Don't: 'Aku ganteng, bisa maen gitar, punya motor Ninja yang limited edition. Udah gitu, aku punya banyak fans, lho. Justin Bieber aja kalahMau ga kamu jadi cewek aku?'

    Do: 'Aku sayang kamu. Kamu mau ga jadi pacar aku?' atau 'Kita jadian, yuk!' (Yeah, as simple as that. Ga usah bertele-tele, ntar dikira playboy pinter ngomong karena buat nanya kaya gini juga butuh keberanian ekstra).



  13. Tunggulah jawabannya, tapi jangan pernah memaksa dia untuk menjawab saat itu juga. Bersiap-siaplah untuk situasi terburuk. Misal si cewek tiba-tiba ketawa ngakak, nangis histeris atau langsung kabur gitu aja. Bahkan, dalam beberapa kasus, si cewek tiba-tiba jadi  tuli. Kalo udah nemu tanda-tanda begini, tarik napas dalam-dalam, dan mending pura-pura mati tetap rileks. Tunjukkan kamu serius dan tetap menunggu jawaban.
Ditolak? Jangan khawatir. Ikan di laut masih banyak. Kalopun udah ngebet banget sama dia, selama dia masih single, kesempatan selalu ada. Banyak, kok, cowok yang pantang menyerah dan nembak orang yang sama berkali-kali dan pada akhirnya diterima.

Diterima? Selamat! Akhirnya berkurang 1 jomblo galau di dunia ini. Jangan lupa traktir gw makan :D
Monday, March 23, 2015

Jalan-Jalan Terus: Menjelajah Dunia Di Kota Malang

Don't judge a book by its cover. Mungkin peribahasa itu cocok sekali untuk kota Malang. Walau kota kecil, kota ini ternyata sangat happening, dan ga ada malang-malangnya! Udara yang sejuk dan harga-harga yang relatif murah, menjadikan kota Malang mampu bersaing dengan beberapa kota besar di Indonesia untuk menjadi tujuan utama liburan.

Jawa Timur Park 2
Seriously, gw ulang lagi, don't judge a book by its cover. Dari luar, Jawa Timur Park 2 atau yang juga dikenal dengan Jatim Park 2, terlihat kecil. Namun ternyata, dalamnya sangat besar. Bagi yang mau berlibur di sini, sebaiknya datang agak pagian, supaya bisa benar-benar menjelajah semua kawasan.

Jatim Park 2 dibagi menjadi 2 kawasan: Batu Secret Zoo dan Museum Satwa. Batu Secret Zoo, salah satu kebun binatang terbaik yang pernah gw kunjungin. Hebatnya lagi, ternyata Jatim Park 2 ini bukan milik pemerintah. Bisa dibayangkan betapa besar upaya pemilik dan pengelolanya untuk mendatangkan hewan-hewan ini. I salute them! Walaupun sebenernya, kalo ngeliat binatang, gw lebih prefer tipe Safari.

Pintu masuk ke Batu Secret Zoo
Batu Secret Zoo bisa dibilang cukup lengkap. Ada berbagai jenis monyet, berbagai jenis harimau dan keluarga kucing besar lainnya, beberapa jenis burung, rakun, berang-berang, kuda nil, ular, sampai hewan laut seperti ubur-ubur, bisa ditemukan di sana. Bahkan ada beberapa binatang belum pernah gw liat sebelumnya. 











Yang pake kacamata itu bukan binatang, tapi gw dan adek gw :P
Setelah puas menjelajah Batu Secret Zoo, gw melanjutkan perjalanan gw ke Museum Satwa, yang letaknya masih di dalam Jatim Park 2. Masih berhubungan dengan hewan, di Museum Satwa, pengunjung bisa menemukan serangga-serangga yang mungkin di air keras, dan bahan-bahan tertentu yang dibuat dan di-design sedemikian rupa sehingga terlihat seperti hewan nyata, baik dari segi bentuk, warna, dan ukuran.






Batu Night Spectacular
Singkatnya disebut BNS. BNS juga tempat hiburan yang lumayan besar, buka dari pukul 3 sore sampai pukul 12 malam. Di dalamnya ada food court dengan aneka pilihan makanan, lengkap dengan musik, dance, air mancur, dan laser show; ruko-ruko yang menjual pakaian, pernak-pernik, serta mainan; wahana permainan seperti laser tag, Go Kart, dan lainnya; rumah hantu (yang ga ada serem-seremnya); 3D museum; rumah kaca; dan lampion garden, wahana favorit gw.

Pintu masuk BNS






Museum Angkut
Katanya, didirikan oleh group yang sama dengan yang mendirikan Jatim Park. I salute them more! Dari sekian banyak museum yang pernah gw kunjungi, baik di dalam maupun di luar negeri, museum angkut ini adalah museum terbaik!!!

Sesuai dengan namanya, museum angkut menyajikan berbagai jenis transportasi dari yang kuno, klasik, hingga modern. Museum transportasi pertama dan terbesar di Asia Tenggara ini memamerkan lebih dari 300 kendaraan. Dari replika mobil yang digunakan Presiden Soekarno, mobil tipe X yang pertama kali dibuat, mobil yang digunakan aktor X, dan banyak lagi. Eh, bukan cuma mobil saja, bahkan ada kereta kuda, motor, kapal, helikopter, dan pesawat, lho.

Uniknya lagi, beberapa area di-design sedemikian rupa dengan tema tertentu. Misalnya kota Jakarta jaman dahulu alias Batavia, tentunya lengkap transportasi seperti gerobak, sepeda, delman, dan lainnya. Selain itu ada Jepang, Amerika, Jerman, Inggris (bahkan lengkap dengan replika Buckingham Palace-nya), dan masih banyak lagi. Dateng ke museum ini, serasa menjelajah dunia!

Sshhh...! Bumble Bee juga mobil
Mobil kepresidenan jaman Soekarno
Nyokap gw berfoto sama kereta kuda







Batavia
Batavia
Batavia
Jepang
Jepang
Eropa
Pertunjukkan film di Eropa. Beneran disetelin film yang masih hitam putih dan beberapa tempat duduk layaknya  bioskop mini.
Inggris
Inggris
Buckingham Palace, Inggris
Hulk di Amerika
Pasar Apung
Keluar dari museum angkut, masih dalam kawasan yang sama, pengunjung disambut dengan Pasar Apung, di mana para pengunjung dimanjakan dengan aneka makanan tradisional khas Jawa Timur. Dari snack-snack jajanan pasar, sampe makanan berat seperti nasi campur, bisa ditemukan di sana. Penggemar kuliner pasti betah berlama-lama di sini. Selain makan, pengunjung juga bisa berfoto-foto serta naik perahu.



D'Topeng Kingdom Museum

D'Topeng Kingdom Museum masih terletak dalam satu kawasan dengan Museum Angkut. Tepatnya, di dalam Pasar Apung. Dibandingkan Museum Angkut, museum ini termasuk kecil. Di dalamnya ada barang-barang bersejarah peninggalan (mungkin) jaman kerajaan-kerajaan di Indonesia, seperti topeng, patung-patung, keris, koin-koin, dan lainnya.

Berhubung gw bukan pencinta budaya, jadi menurut gw museum ini kurang menarik. Namun, tidak ada salahnya mampir ke museum ini, toh, sudah jauh-jauh datang ke Museum Angkut. 

Sekian tentang kota Malang, and againremember not to judge a book by its cover.