Sunday, November 23, 2014

Jalan-Jalan Terus: Lion City, Singapore

Udah beberapa kali gw ke Singapore, tapi belom pernah sekalipun menginjakkan kaki ke Marina Bay atau Sentosa Island. Dan akhirnya, untuk pertama kalinya, beberapa minggu lalu, gw meninggalkan jejak-jejak kaki gw di sana! 

Seperti biasa, tiap kali ke sana, gw ga pernah stay lama-lama di Singapore. Kenapa? Tau sendiri lah, hotelnya ga ada yang murah! Berikut tempat-tempat yang gw kunjungin.

Universal Studio Singapore (USS)

Universal Studio Singapore
Satu hal yang ga boleh ketinggalan kalo mau ke USSSunblock! Percaya deh, matahari juga betah maen di USS.

Jumat pagi, gw dan temen-temen gw memulai petualangan. Berbekal sotoy Universal Studio Singapore (USS) tiket lengkap dengan Express Pass nya, kita muter-muter seharian di Singapore. Walaupun bukan weekend, USS tetap saja ramai. Untungnya kita semua beli Express Pass, yang walau harganya relatif mahal (SGD 93 - SGD 63 untuk tiket dan SGD 30 untuk Express Pass), tetapi udah mencegah kita dari kebetean yang dikarenakan antrian panjang.

Ada beberapa theme di dalem USSDesign bangunannya dan atraksinya pun, mengikuti theme tersebut. 
USS Map
Hampir semua atraksi dan pertunjukkan gw coba dan gw tonton. Dari yang santai, memacu adrenalin, sampai yang membuat pakaian basah kuyup. Ada dua atraksi yang menurut gw berkesan yaitu Transformers: The Ride dan Revenge of the Mummy. Kalo ke USS, harus banget nyobain dua permainan itu! Denger-denger, Transformers: The Ride itu one of the best theme park attraction in the world!
Transformers: The Ride
Transformers: The Ride adalah roller coaster yang memang di-design dengan amazing. Saat kita berada di dalamnya, kita disajikan film-film 3D yang membuat kita seolah-olah menjadi salah satu pemainnya. Dari adegan berkelahi, kejar-kejaran, menghindari benda-benda yang dilemparkan musuh, sampai jatuh dari gedung tinggi. Pokoknya best ride ever! Kita serasa benar-benar masuk ke dalam cerita!
The Ride, Revenge of the Mummy
Revenge of the Mummy juga roller coaster dengan film-film 3D di dalamnya, mirip seperti Transformers: The Ride. Hanya saja, Revenge of the Mummy itu high-speed roller coaster. Jadi saat menaiki atraksi ini, pengunjung tidak diperbolehkan membawa tas atau barang-barang lain. Semua tas dan kamera disimpan di dalam loker.

Selain atraksi, gw juga suka sama show nya seperti Shrek 4D dan Lights! Camera! Action! Hosted by Steven Spielberg, dan Waterworld live performance. Semuanya bikin gw ngakak sekaligus amazed!

Sangat disayangkan, Battlestar Galactica udah tutup secara permanen sebelum gw sempat nyobain, denger-denger sih ada Technical Problem. Terlepas dari itu, we had a great time there!

Mejeng di depan Far Far Away Kingdom

Nyobain kacamata di souvenir shop :D

Let's Go
Water world show place
Look at me!  I'm so fluffy!
Foto sama 'big brother' Po

S.E.A Aquarium

Oceanarium terbesar di dunia. Konsepnya mirip seperti Sea World Indonesia, hanya saja ini lebih besar dari ukuran, jenis spesies, dan total hewannya, membuat harga tiket masuknya pun, jauh lebih mahal dibanding Sea World, yaitu SGD 32.

Bukan cuma ikan yang bisa dilihat di sini, tapi ada juga spesies-spesies laut lainnya seperti bintang laut, kuda laut, belut listrik, puffer fish, ikan yang bisa jalan di darat (serius!), gurita, berbagai jellyfish sampai yang gw ga tau namanya dan bahkan bikin gw tercengang dan berpikir: 'Ada ya binatang kaya gini?' atau 'Oh, binatang ini bukan cuma di Pokemon doank!'

Berikut gambar-gambarnya:











Marina Bay + Shopping

Keesokan harinya, rencana mengunjungi Garden by the Bay sore-sore dibatalkan. Dikarenakan cuaca yang terlalu panas dan masing-masing dari kita punya acara sendiri-sendiri.

Rencana gw: mengarungi Orchad - Somerset bersama sahabat gw tercinta! Bagian shopping-nya ga perlu diceritain terlalu detail, karena gw yakin semua sudah ahli dalam hal ini! :D
Bertemu kembali dengan sahabat yang hilang ratusan tahun lalu :P
Setelah beres shopping dan makan malem, barulah kita ke Marina Bay buat ngeliat Garden by the Bay Light Show dan melihat suasana garden di malam hari. 

Garden by the Bay Light Show cukup singkat, lebih kurang sekitar 10 menit. Gabungan permainan warna, lampu di sekeliling super trees ternyata keren juga. Warna yang berubah-ubah kadang bikin gw berkhayal sendiri. Beberapa detik terlihat super tree biru nan elegan, dan beberapa detik kemudian berganti jadi ungu tua layaknya rumah hantu. Lalu berganti menjadi berwarna-warni seolah memancarkan kebahagiaan. Malah, gw sempat membayangkan ada puteri Fiona yang terperangkap di dalam super tree (yang dalam khayalan gw bagai castle tinggi mengerikan), menunggu untuk diselamatkan.
Garden by the Bay Light Show
Setelah itu, gw dan teman-teman gw duduk-duduk di sekitar Marina Bay buat nonton Wonder Full: Light and Water Show. Dari segi konsep, four thumbs up! Baru pertama kalinya gw ngeliat show semacam ini. Tapi dari segi cerita, menurut gw agak kurang. Setelah show selesai, gw sama temen gw semua pada ketawa-ketawa. Bukan, bukan karena lucu. Tapi karena kita semua ga ada yang ngerti pesan apa yang gw dapet dari show tersebut.

Sebenernya, ga puas ke Singapore cuma sebentar doank. Masih ada beberapa tempat yang mau gw kunjungin, termasuk Garden by the Bay pada pagi hari. See you next time, Lion City :D
Wednesday, September 3, 2014

Lika-Liku Software Engineer: Clients From Hell

Berinteraksi dengan clients, memang terkadang melelahkan. Sedikit sekali clients yang cerdas dan bijaksana. Sebagian besar justru sangat teramat unik sekali.

Berikut beberapa tipe clients from hell yang pernah gw temuin selama gw menjadi software engineer. Para client ini bikin sakit kepala, terbengong-bengong, tapi dalam hati, gw malah ngakak-ngakak.

Client Rasis
(Dengan nada lemah lembut plus senyum, bicara ke ras ABC)
(Sambil menunjuk puluhan masalah) "Ada update untuk menyelesaikan masalah ini? Apakah Anda semua membutuhkan waktu tambahan?"

(Dengan nada sarkastik, tanpa senyuman, bicara ke ras DEF)
(Sambil menunjuk tiga masalah) "Ada solusi??? Dari kemarin masalah ini belom terselesaikan juga?? Kalau saya jadi Anda, saya akan bekerja lebih giat lagi untuk menyelesaikan masalah ini!"
"Tapi, Pak... Masalah ini di luar konteks kami."
"Ck ck. Selalu saja begitu. Anda semua selalu membuang-buang waktu saya. Datang rapat cuma bicara saja, tanpa ada aksi apa-apa. Bla bla bla!"
"..."

Client 'I Don't Know'
Sesuai dengan namanya, kalimat favorit dia itu 'I don't care'.

"Maaf, Pak. Bagaimana kalau..."
"I don't know, I don't know. Jangan tanya saya."
"Tapi, Pak. Kalau kami tidak bertanya pada Bapak,..."
"I don't know, I don't know. Tanya yang lain dulu saja."

Client 'I Don't Care'
Mirip seperti client 'I Don't Know', client yang ini kalimat favoritnya itu 'I don't care'

"I don't care. Saya mau semuanya selesai besok pagi!"
"Pekerjaan ini setidaknya butuh waktu 3 minggu, Pak."
"I don't care how you do it. Pokoknya saya mau liat hasilnya besok pagi!"

Client 'I Don't Know and I Don't Care'
Kombinasi dari client 'I Don't Know' dan client 'I Don't Care'. Checkmate!

"Kalau Anda mau melanjutkan ke tahap ini, ada beberapa resiko yang harus Anda pertimbangkan."
"I don't know, I don't care! Anda, kan, yang expert dalam bidang ini. Anda yang seharusnya memberi saran..."
"Ya, ini kami sedang memberi Anda beberapa saran dan masukan. Tetapi kami butuh persetujuan dari Anda tentang..."
"Wah, jangan tanya saya. I don't know. I don't care. Saya cuma mau tahap selanjutnya bisa selesai besok pagi tanpa ada masalah."
"..."

Client 'I Don't Understand, But I Think You Are Wrong'

"2 x (3 + 4) itu sama dengan 2 x 3 + 2 x 4, hasilnya 14."
"Ya kita mengerti. Tapi hasil analisa kita beda. Dari data yang sama, 2 x (3 +4). Kita olah menjadi 2 x 3 + 2 x 4, hasilnya 32. I don't understand. Laporan Anda sepertinya salah, mohon dicek kembali."
"2 x 3 + 2 x 4 itu 14."
"I don't understand. Jelas-jelas 32."
"Perkalian harus didahulukan: (2 x 3) + (2 x 4) = 14."

(Satu bulan kemudian, setelah lama tidak ada kabar)

"Data bulan ini: 3 x 2 + 2 x 3, hasilnya berbeda dengan laporan Anda. Hasil analisa kita 24, tapi dari laporan Anda, hanya 12. Dua belasnya lagi hilang ke mana? I don't understand. Laporan Anda sepertinya salah, mohon dicek kembali."
"..."

Client Tidak Masuk Akal
"Saya mau bangun rumah yang berbentuk persegi panjang. Bisa?"
"Bisa, Pak. Ukurannya?"
"20m x 10m."
"Tapi, Pak, luas tanah Bapak cuma 100m persegi."
"Bikin dua lantai. Tapi saya mau Anda bangun lantai atas nya dulu. Saya ga sabar liat lantai atasnya."
"Itu ga mungkin, Pak."
"Oh satu lagi, saya mau rumah saya temboknya warna merah, tapi dicat dengan cat air warna hijau yang sudah saya sediakan."
"Eeerr.. Maksud Bapak?"
"Selain itu, saya mau di pekarangan saya dibikin igloo, karena saya mau pelihara kangguru. Di samping igloo, saya mau ada pohon kaktus raksasa yang benar-benar hidup."
"Permintaan Bapak sepertinya ga mungkin, Pak. Pertama, kita tidak bisa bangun rumah dari lantai atas dulu. Kedua, kangguru itu ga tinggal di dalam igloo. Ketiga,..."
"I don't know. I don't care. Anda, kan, expert dalam bidang ini. Saya mau semuanya selesai besok pagi."
"..."

Client  Bijaksana
Oopss.. kalo yang ini bukan tipe clients from hell!

Monday, August 11, 2014

Jalan-Jalan Terus: Belitung, Negeri Laskar Pelangi

Lebaran kemarin, gw menyempatkan diri liburan di kota kelahiran Bapak Basuki Tjahaja Purnama, atau yang lebih dikenal Pak Ahok. Yap, Belitung!

Dari segi transportasi, sebenernya sedikit sulit menuju ke tempat ini. Hanya sedikit pesawat yang menyediakan layanan direct flight dari Jakarta ke Tanjung Pandan (Belitung). Gw bahkan ga menemukan pesawat yang terbang non stop dari Kuala Lumpur ke Tanjung Pandan.

Sesampainya di bandara yang super kecil itu, gw langsung dijemput oleh sopir dari salah satu travel agent. Biaya sewa mobil beserta sopirnya 750 ribu rupiah per hari. Mobilnya lumayan besar, muat untuk 9 orang beserta barang-barangnya.

Satu hal yang gw salutin dari Belitung: jalanannya bagus dan mulus! Hebatnya lagi, ga ada satu pun tukang parkir dan pengemis di sini! Terus denger-denger, Belitung ini menjadi salah satu kota teraman di Indonesia, lho! Thumbs UP!

Anyway, Berbekal research online plus sedikit ke-sotoy-an, berikut daftar perjalanan gw selama di Belitung:

Hari Pertama (Belitung Induk)

  • Nyampe di bandara udah sore akibat pesawat delay, langsung check-in hotel dan beristirahat sejenak. Hotel gw berlokasi di Tanjung Pandan, Belitung Induk, kira-kira 30 menit dari bandara.
  • Makan siang yang udah kesorean di KFC.
  • Menuju Danau Kaolin (15 menit dari hotel).
Danau Kaolin


  • Bermain-main di Pantai Tanjung Pendam sekaligus melihat sunset (dekat hotel).
Kamehameha di Pantai Tanjung Pendam
  • Makan malem di D*nasty Cafe, yang pelayanannya sangat lama dan harganya mahal. Setelah menunggu lama, akhirnya beberapa makanan kita cancel, dan memilih makan indomie yang bisa dipesan di hotel. Bener-bener ga recommended!

Hari Kedua (Belitung Utara)

  • Pukul 8 pagi, berangkat menjelajah Belitung Utara yang kaya akan pulau-pulaunya. Jarak antara hotel dan tempat tujuan, sekitar 27 km.
  • Tiba di Pantai Tanjung Kelayang, langsung sewa kapal untuk menjelajah pulau. Pulau Batu Berlayar, Pulau Burung, dan Pulau Lengkuas. Semua pulau ini letaknya berdekatan. Tiga puluh menit kemudian, gw tiba di Pulau Lengkuas. Sepertinya, ini satu-satunya pulau yang ramai pengunjung. Di sini ada mercusuar. Pengunjung diperbolehkan naik ke atas untuk melihat keindahan sekitar.
  • Bermain-main, foto-foto, snorkelling, dan makan siang di Pulau Lengkuas.
Bintang laut kecil di Pulau Lengkuas
  • Bosan bermain-main, kita pergi ke Pulau Pasir. Pulau Pasir ini hanya ada ketika laut surut. Sebenernya, kurang layak bila disebut pulau. Cuma daratan berpasir yang lebarnya kurang lebih 8m x 3m. Uniknya, di Pulau Pasir ini, sering ada bintang laut besar yang terdampar. Kita pun snorkeling mencari bintang laut, dan foto-foto.
Keponakan gw ga mau melepaskan bintang laut kesayangannya
  • Pukul 4 sore, kita kembali ke Pantai Tanjung Kelayang dengan badan basah kuyup karena kehujanan.
  • Setelah membersihkan badan dan ganti baju, gw melanjutkan perjalanan ke Pantai Tanjung Tinggi (15 menit dari Pantai Tanjung Kelayang). Di sinilah salah satu tempat syuting Laskar Pelangi, di mana banyak batu-batu berukuran raksasa!
Batu-batu raksasa

  • Makan seafood yang lezat di sekitar pantai dan pulang ke hotel.

Hari Ketiga (Belitung Timur)

  • Mampir ke kota Manggar (1 jam dari Belitung Induk), yang juga dikenal sebagai Kota 1001 Warung Kopi. Nyicipin kopi hitam, kopi susu, dan teh susunya. Berhubung gw bukan pecinta kopi sejati, gw rasa kopinya ga ada bedanya dengan kopi-kopi yang lain. Herannya, warung-warung kopi sejenis ini ramai pengunjungnya! Padahal mereka cuma pesen kopi segelas, dan ngobrol-ngobrol sambil ngerokok.
  • Tiga puluh menit kemudian, gw tiba di Vihara Dewi Kwan In dan Vihara Sun Go Kong yang letaknya berdekatan. Gw pun meluangkan waktu untuk berdoa sebentar.
  • Mencicipi mie Bangka di depan vihara.
  • Mampir ke Museum Kata Andrea Hinata, museus sastra pertama di Indonesia yang dibangun oleh penulis novel Laskar Pelangi. Museum ini letaknya tidak jauh dari Vihara.
Museum Kata

  • Mengunjungi replika SD Muhammadiah yang terkenal karena film Laskar Pelangi.
  • Mengintip Bendungan Pice, bendungan arsitektur Belanda. Kenapa ngintip? Karena saat gw ke sana, bendungan ini sedang dalam perbaikan. Jadi kita hanya mengintip saja dari jarak yang cukup jauh.
  • Balik ke hotel untuk beristirahat.

Hari Keempat (Belitung Induk)

  • Bermain di wisata alam Batu Mentas, 30 menit dari hotel. Di sini, gw melihat hewan khas Belitung: Tarsius! Hanya saja, gw sedikit kecewa di sini. Konon katanya, kita bisa bermain River Tubing dan Flying Fox. Tapi pas gw ke sana, kedua permainan ini ditutup sementara dikarenakan air yang tidak begitu banyak dan arus yang tidak begitu deras saat musim kemarau. Terus, apa hubungannya air sama Flying Fox? Gw juga ga tahu. Akhirnya, gw pun jungle tracking dan main di sungai sendiri.
Foto sebelum jungle tracking dan main di sungai
  • Hunting durian khas Belitung, rasanya manis dan enak!
  • Mengitari kampung nelayan. Melihat-lihat rumah nelayan yang ternyata kaya-kaya. Karena sebagian besar dari mereka sudah punya motor dan mobil sendiri.
  • Makan malem dan balik ke hotel untuk beristirahat.

Hari Terakhir (Belitung Induk)

  • Berbelanja oleh-oleh di toko oleh-oleh.
  • Mampir ke museum Belitung. Di sana terdapat barang-barang jaman dulu, dari batu-batuan, kapal, piring porselen, pedang, tombak, perisai, sampai uang kertas jaman dulu. Dan ternyata di dalamnya ada biawak, rusa, buaya, ular, ayam, burung, dan sejenis musang (gw ga tau apa namanya)
  • Mampir ke warung kopi Kong Ji. Rasa kopi di sini berbeda dengan kopi yang gw cobain di Manggar. Yang di sini lebih pahit. Kata koko gw sih, kopi di sini rasanya mirip seperti kopi Luwak.
  • Makan siang di Belitong Timpo Duluk dan menuju bandara. Restoran yang ini bener-bener sangat recommended.

Keliatannya menyenangkan, kan? Padahal biasa aja. Serius, deh. Belitung memang bagus. Tapi ga se-wah yang diiklankan. Sopir dari travel agent nya pun bilang, kalo apa yang tertulis di Internet itu berlebihan. Bahkan banyak client nya yang kecewa. Yang puas hanya client bule saja, karena bule di drop ke pantai doank, dia udah seneng seharian berjemur di sana. Berikut beberapa alasannya:
  • Orang-orang Belitung kurang ramah, apalagi encim-encim yang jualan di toko-toko. Beda sama orang-orang Jawa yang ramah-ramah pada pengunjung. Ini mah, ada pengunjung masuk, tampangnya ga ada senyum-senyumnya.
  • Fasilitas Belitung kurang memadai. Memang, pantainya indah. Namun sayang, gw minta kacamata snorkel untuk mata minus pun, mereka ga punya.
  • Kurangnya rumah makan ataupun toko roti. Gw selalu merasa kesulitan cari makan. Entah karena memang musim lebaran atau apa, tiap rumah makan pasti penuh. Tiap kita nanya 'Masih buka atau ga? Menu apa yang masih ada?', jawabannya: 'Makanan, sih ada. Tapi kayanya ga bisa terlayani. Pesanan masih banyak, kita kurang orang.' 
  • Orang-orang Belitung cenderung malas dan lama bila bekerja, sehingga waktu kita sering terbuang untuk menunggu yang ga jelas. Hal ini gw masih bisa memaklumi, berhubung edukasi mereka yang kurang baik. Orang-orang yang cerdas biasanya cenderung keluar dari Belitung.
  • Hotelnya pun fasilitasnya sangat kurang. Satu-satunya hotel yang kata sopir travel agent nya cukup bagus di Belitung adalah Hotel Ast*n. Sayangnya, hotel itu sudah penuh 2 bulan sebelum gw ke Belitung. Jadilah gw menginap di Hotel Pondok Imp*an 2. Pelayanannya lelet, listrik bisa mati 3x dalam 15 menit. Sampai-sampai mereka menyewa orang yang khusus ngeliatin sekring listrik. Udah gitu, breakfast nya pun cuma Nasi Goreng atau Nasi Kuning dan Indomie Goreng atau Bihun tiap hari. Pernah sekali, jam 8 pagi, breakfast sudah habis. Minta telur mati sapi pun, harus bayar ekstra.
Menurut gw, soal fasilitas, Belitung masih ketinggalan jauh dibanding Bali. Butuh waktu untuk bisa go international seperti Bali, walaupun pantai-pantainya sebenernya ga kalah bagus sama Bali, Gili, dan Lombok.

Semoga bisa terus ditingkatkan kualitasnya ^^
Sunday, July 20, 2014

Aneka Tips: Sukses Interview Untuk Software Engineer

(Dayton High School, 2015)

Postingan kali ini, gw mau berbagi tips interview, khususnya buat yang mau jadi software engineer: Berikut tips-tips nya:
  1. Belajar! Interview itu bukan cuma dateng buat ngobrol-ngobrol. Tapi akan ada test tertulis yang harus dikerjakan. Soal-soal yang biasanya ditanyakan, akan dijelaskan di bawah.
  2. Sebelum berangkat interview, lebih baik cek dengan perusahaan, dokumen apa yang perlu dibawa. Ijazah asli, fotokopi ijazah dan CV / resume wajib dibawa, walaupun perusahaan bilang ga perlu bawa apa-apa.
  3. Cari tahu sedikit tentang perusahaan: bergerak di bidang apa, client nya siapa, dan informasi lainnya. Jadi pas ditanya 'Apa yang kamu tahu tentang perusahan ini?', jawabannya ga cuma melongo.
  4. Ga perlu bawa laptop. Serius, deh! Kalian ga akan diminta ngerjain coding di laptop, kok.
  5. Berpakaian sepantasnya. Formal, tapi ga perlu terlalu formal. Untuk cewek, ga perlu pake baju pesta yang bling-bling, sepatu hak tinggi atau rok mini. Buat cowok, ga perlu juga pake dasi atau jas segala. It's too much, way too much.
  6. Dateng interview jangan telat. Jangan niru-niru gw yang telat pas interview pertama. Tapi ya, ga perlu dateng 1 jam lebih awal juga.
  7. Tersenyumlah saat memperkenalkan diri. Berbicaralah dengan sopan dan tatap mata lawan bicara, jangan sibuk ngeliatin handphone atau awang-awang.
  8. Kerjakan soal test dengan baik. Jangan mencontek, ya. Bila soal test nya cukup banyak, cobalah untuk menjawab pertanyaan sebanyak mungkin. Jangan fokus terlalu lama di satu soal.
  9. Setelah test selesai, biasanya si bos bakal nanya-nanya, dari soal kuliah, pengalaman kerja, atau soal-soal IT general. Jawablah semuanya dengan jujur. Kalo ga tau, bilang aja 'enggak tahu', ga perlu sok tahu.
  10. Selesai interview, apapun hasilnya, sebaiknya ucapkan terima kasih atas undangan interview via email.
Berikut soal-soal yang biasa ditanyakan pada software engineer: Gw ga tau kalo soal di Indonesia begini juga atau ga. Soalnya gw ngumpulin data ini dari pengalaman interview pertama dan interview terakhir gw sendiri dan teman-teman gw di Kuala Lumpur.
  1. Pertanyaan matematika dan logika umum, contohnya: Berapakah 2 bilangan selanjutnya:
    1, 1, 2, 6, 24, ..., ...
  2. Database query, kebanyakan sih, SQL. Biasanya mereka fokus ke LEFT JOIN, INNER JOIN, UNION, UNION ALL, dan aggregate function seperti SUM, AVG, COUNT, MIN, dan MAX.
  3. Masih berhubungan dengan database, biasanya ada case study di mana kandidat akan diminta untuk men-design simpel database berdasarkan case study.
  4. Ada juga soal database teori di mana kandidat harus menjelaskan apa itu 1NF, 2NF, dan 3NF.
  5. Pertanyaan yang berhubungan dengan programming: function untuk menentukan suatu bilangan termasuk bilangan prima atau bukan, function untuk mengubah string menjadi int dan kebalikannya tanpa menggunakan built-in function, function untuk membuat sorting algorithm, dan pertanyaan kreatif lainnya yang kalo gw list bisa sampe ratusan.
  6. Cara membalas email kepada client. Biasanya akan ada beberapa case study. Jawablah dengan professional.
  7. Diagram. Masih inget Use Case? Entity Relationship Diagram? Class Diagram? Biasanya keluar salah satunya.
Biasanya setelah selesai mengerjakan soal-soal tertulis, si bos akan melihat jawaban-jawabannya. Bila kandidat dinilai berpotensi, si bos bakal 'memaksa' kandidat buat ngejawab pertanyaan-pertanyaan, dan sedikit memberikan clue-clue. Di sini, si bos bisa ngeliat logical thinking si kandidat dan apakah si kandidat bisa berpikir saat under pressure.

Untuk yang sudah berpengalaman, si bos biasa akan bertanya soal pengalaman kerja sebelumnya: perusahannya fokus di bidang apa, client nya siapa, sistem apa aja yang dibuat, seberapa besar kontribusi kandidat, architecture diagram nya seperti apa, dan lainnya.

Petanyaan software engineer yang sudah berpengalaman bisa dilihat di SINI. Selain itu, gw juga pernah nge-post pengalaman gw menghadapi interview ala Microsoft yang bisa disimak di SINI.

Biasanya sih, interview berlangsung minimal 2-3 jam. Beberapa perusahaan bisa saja memanggil kandidat untuk second interview (biasanya, sih, yang interview pertamanya ga langsung sama bos).

Buat yang mau interview, lebih banyak persiapan, pastinya akan lebih bagus.
Good luck!!
Saturday, July 12, 2014

Lika-Liku Software Engineer: Pengalaman Interview Terakhir

Setelah insiden interview pertama, gw berencana untuk ga mencari kerja dulu dalam waktu dekat. Gw mau nunggu sampe semua urusan gw bener-bener selesai dulu. Anehnya, malah temen-temen gw yang sibuk nyariin gw kerjaan. Dari beberapa tawaran, ada satu temen deket gw yang juga nawarin kerjaan. Bisa dibilang temen gw yang ini, sebut saja namanya si Y, cukup dekat dengan gw karena kita punya beberapa kesamaan: sama-sama aneh dan suka ngomongin hal-hal yang ga jelas. Akhirnya, setelah urusan gw selesai semua, gw pun meng-iya-kan tawaran dia.

Undangan interview pun langsung datang. Biasalah, kalo rekomendasi orang dalem, pasti jadi top priority, deh. Seminggu setelah undangan interview, gw udah balik lagi ke KL. Ga mau ngulangin kesalahan yang sama dengan interview pertama, gw belajar. Gw sadar otak gw udah blank, udah hampir setahun juga ga nyentuh coding.

Nebeng si Y, gw berangkat ke kantor. Saat sampe di kantor, gw udah ga kaget lagi walau ada kertas test di tangan gw. Berbeda dari interview sebelumnya, kali ini soalnya cuma 3, dan ga pake abc-an. Satu tentang logic dan programming, dan dua lagi lebih ke diagram dari case study yang ditentukan.

Satu jam kemudian, si bos dateng. Jawaban gw cuma diliat sekilas dan digeletakin gitu aja. Dia malah nanya-nanya soal yang random. Dari soal matematika, database, general IT knowledge, kombinasi dan gabungan ketiganya, sampe soal liburan gw ke Eropa, yang gw yakin dia tau dari si Y.

Herannya, membahas liburan gw ke Eropa itu memakan waktu cukup lama. Terus dia malah sibuk bercerita sendiri. Total interview kira-kira 3 jam: 1 jam test, 30 menit gw jawab pertanyaan lisan dengan asal-asalan sotoy, dan 1.5 jam sisanya, gw cuma duduk dengerin dia cerita. Serius!!

Untungnya, setelah duduk dengerin dia cerita dengan semangatnya, ending nya bahagia.

Si bos (B), Gw (S):
B: 'Actually you have been confirmed even before the interview, when you were still in Europe.
S: 'Wow! How come?'
B: 'Y told me that you are very good, better than him. I was surprised. He is very good and he recommends someone who is better than him. I ask him to invite you for interview. He said you are still enjoying your holiday in Europe. So we wait lah, and finally you are here.'
S: (Gw shock. Si Y kesamber petir apaan tiba-tiba bilang gw better than him? Biasanya dia ga pernah mau ngalah, kok. Udah gitu, gw ke Eropa itu 3 bulan lalu lho!) 'No laahh. He is my senior, he is obviously much better than me.'
B: 'No lah, I see you are also quite good. It's up to you now whether you want to join us or not. If you are okay, our HR will arrange the visa for you.'


Dan si bos tadi nyuruh si Y nganterin gw pulang. Gw bahagia!