Sunday, April 20, 2014

Curhatan Anak Kuliahan: Kuliah di Luar Negri? Siapa Takut!

Ilustrasi Toga (PRiscope, 2014)
Gw kuliah di luar negeri yang memang bukan negara yang elit-elit amat: Malaysia - Kuala Lumpur. Ambil jurusan IT (Information Technology), spesialisasi di Intelligent Systems (juga dikenal Artificial Intelligence - AI).

Kampus gw cukup terkenal dengan IT nya, secara memang kampus khusus IT, beberapa kali menjuarai Microsoft Imagine Cup. Tapi kalo ditanya apa nama kampusnya, gw sedikit bingung. Selain namanya panjang, namanya juga barusan ganti, semenjak statusnya ganti dari Institute -> University College -> University. Dulu namanya: Asia Pacific University College of Technology and Innovation (UCTI), sekarang namanya Asia Pacific University of Technology and Innovation (APU).

Di sini, setelah lulus, gw dapet 2 sertifikat. Pertama dari Staffordshire University (UK), yang kedua sertifikat dari UCTI (Malaysia) nya sendiri.

Kenapa gw pilih kuliah di luar? Hmm.. sebenernya karena dari kecil memang mau tinggal jauh-jauh dari rumah (maklum, anak bandel :P).

Berhubung kampus gw itu kampus internasional, jadi bahasa pengantarnya adalah Bahasa Inggris. Untuk kelas IT, murid-muridnya kebanyakan dari beberapa negara berikut: Malaysia (kebanyakan Chinese atau India), Indonesia, India, Iran. Sedangkan kalo untuk jurusan bisnis, negaranya lebih bervariasi dan lebih banyak ceweknya. Untuk guru-guru IT pun, kebanyakan India atau Pakistan, Malaysia, dan ada satu guru US yang sering kita panggil Obama (karena dia mirip Obama versi putih).

Berdasar pengalaman-pengalaman gw selama beberapa tahun di KL, gw ngeliat sistem pendidikan kita ternyata masih kalah jauh dibanding di KL (sebenernya gw lebih membandingkan kampus gw, dengan beberapa kampus IT ternama di Indonesia).

Dari awal gw masuk, ada yang namanya orientasi. Bedanya, orientasi di sini ga menakutkan seperti di Indonesia. Ga ada cerita mahasiswa baru (maba) dipukulin, diospek, atau disuruh yang aneh-aneh. Kita ga disuruh bawa kacang hijau 2010 biji, ga disuruh pake tas dari karung beras, ga disuruh kepang rambut pake tali rafia, dan juga ga disuruh bawa barang-barang yang clue nya aneh-aneh.

Orientasi di sini bener-bener menyenangkan. Bikin kita ngerasa pengen orientasi terus sampe lulus *lebay*. Berikut yang diajarkan selama 3-4 hari orientasi:
  • Aturan-aturan kampus. Dari cara ngumpulin tugas (kita ngumpulin tugas ke admin, bukan langsung ke guru), aturan absensi dan keterlambatan, cara mendapat kartu ujian (di kampus gw, ujian ga boleh tulis nama, supaya gurunya objektif dalam memeriksa lembar jawaban), sampai soal plagiarism (yang kalo ketahuan bisa dikeluarin).
  • Berkenalan dengan sesama murid dari jurusan yang berbeda-beda.
  • Berkeliling kampus untuk pengenalan ruangan-ruangan kampus.
  • Pengenalan staff atau yang biasa disebut student services.
  • Pengenalan aktivitas-aktivitas di luar belajar mengajar (lebih dikenal ekstra kulikuler).
  • Pembagian user id, password untuk intranet system.
  • Games: nyanyi-nyanyi, keliling-keliling kampus nyari jawaban.
  • Pengenalan jurusan yang dipilih: mata kuliahnya, spesialisasinya, penilaiannya.
  • dan lainnya.

Enaknya lagi, kalo belajar di LN, kita ga perlu capek-capek belajar buang-buang waktu belajar Bahasa Indonesia, PKN, Sejarah, atau apapun itu yang dari SD sampe SMA diulang-ulang terus sampe muak tapi tetep ga ada yang nyantol di otak (seenggaknya begitu menurut gw).

Di LN, Sarjana atau S1 untuk jurusan IT, hanya ditempuh dalam waktu 3-3,5 tahun (kalo ga ada mata kuliah yang gagal lho, ya), tergantung universitasnya. Kalo universitasnya menerapkan sistem magang, mungkin bisa 3,5 tahun. Tanpa magang, semua beres dalam waktu 3 tahun.

Mungkin sebagian pada bingung, kok bisa cepet banget ya, cuma 3 tahun? Eits, jangan salah dulu. Gw sering denger temen-temen gw di Indo yang tahun terkahir (skripsi) itu santaaaaiiiii banget. Kalo ditanya, pasti jawabnya: 'Ah, gw kan tinggal skripsi doank.' Nah di sini, ga ada istilah 'tinggal skripsi doank'. Tahun terakhir itu justru tahun paling sibuk. Karena selain ngerjain skripsi, masih banyak tugas lain yang bener-bener menumpuk. Dan tahu sendiri lah, gimana kuliah IT? Semua tugas nya itu udah project base. Butuh sistem yang bener-bener jalan, lengkap dengan database (kalo diperlukan) serta dokumentasinya. Lengkap.. kap kap!! To make it worst, skripsi itu juga harus bikin sistem / aplikasi dan dikerjakan secara individual! Jangan harap bikin website ga jelas tujuannya dan spesialnya di mana, bisa lulus buat skripsi.

Ulasan tentang pengajuan judul skripsi di kampus gw, bisa disimak di SINI.


Banyak isu beredar kalo ijazah S1 di LN hanya setara dengan ijazah D3 di Indonesia. Memang sebagian kampus, kredit nya tidak mencukupi untuk disetarakan dengan S1 di Indonesia (inget kan kalo di Indonesia ada pelajaran 'ga mutu' yang juga masuk sebagai mata kuliah?). Tapi untungnya ijazah S1 di kampus gw setara dengan ijazah S1 di Indonesia.

Sebenernya soal ijazah tidak perlu terlalu khawatir, apalagi di jaman globalisasi begini, perusahaan-perusahaan pun pemikirannya lebih terbuka dan banyak yang ga mempermasalahkan ijazah S1 luar negri. Mungkin bisa jadi bermasalah kalo nantinya mau ambil S2 di kampus tertentu di Indonesia atau bekerja di perusahaan pemerintah. Namun dari pengalaman teman-teman gw, perusahaan-perusahaan internasional sepertinya lebih menghargai ijazah luar negeri, tanpa mempedulikan apakah ijazah itu setara dengan standard S1 di Indonesia atau tidak.

Sampai detik ini sih, gw ga pernah bermasalah sama ijazah. Ijazah gw diakui secara internasional sebagai lulusan S1. Buktinya, gw bisa kerja di Malaysia, Singapore, dan sudah terbukti kalo ijazah gw juga diakui di Australia. 

Bagi adik-adik yang mungkin sedang kebingungan mencari-cari jurusan yang tepat dan kuliah di mana, ga ada salahnya mencoba kuliah di LN. Selain jadi makin mandiri, makin jago bahasa asing, makin banyak teman dari berbagai negara, makin open-minded, wawasan juga makin luas!

PS: Buat yang mau tahu perincian biaya hidup di Kuala Lumpur per bulannya, bisa mampir ke SINI.

Selamat berjuang!
Thursday, August 1, 2013

Jalan-Jalan Terus: Summer Paradise, Redang Island!


Redang Island, Kuala Terengganu, Malaysia
Nature never fails to amaze me. Getaway ke pantai itu, salah satu favorite gw. Dari bersantai-santai di bawah sinar matahari sore, berfoto-foto dengan pose super kreatif, main voli pantai, main pasir, lari-lari di pasir, kayak, bahkan snorkel ataupun dive, gw enjoy

Kayak
Run, girl, run!
Redang... terletak di perairan Laut China Selatan, salah satu dari sembilan pulau yang membentuk taman laut Terengganu, 45 menit naek kapal dari Kuala Terengganu. Walau untuk akses ke sini sedikit ribet karena ga ada direct flight, pantai ini bener-bener AMAZING. Bener-bener worth buat dikunjungin. Kenapa gw bilang gitu?
  • Airnya jernih. Banget! Banget!
  • Pasirnya bersih. Banget!
  • Sekeliling pantai juga bersih, nyaris ga ada sampah.
  • Harga masih terjangkau, walau termasuk sedikit mahal (khususnya akomodasi).
  • Nyemplung ke air, jalan 5 meteeerr aja, udah langsung bisa snorkel liat ikan warna-warni.
  • Ah, pokoknya, it's just simply AMAZING.
Cuma satu yang disayangkan, banyak dead coral di tepi pantainya. 

----------

Kalo nyari aktivitas-aktivitas extreme kaya jet ski, surfing, flying fish, para sailing, jangan harap bisa ketemu di Redang. Ibarat musik, Redang ini genre nya Jazz Pop. Slow, bikin ngantuk relax.


Beberapa temen gw ada yang nanyain, Bali vs. Redang bagusan mana? Jawaban gw, mereka beda genre. Pantai Kuta, surfers' heaven; Tanjung Benoa, water sports center. Pantai-pantai di Bali rata-rata berombak besar dan cocok untuk extreme sport. Jadi wajar aja kalo airnya ga jernih. Tapi kalo soal pemeliharaan, Bali masih kalah jauh.

Desember tahun lalu, gw liburan ke Bali. Sedikit kecewa melihat pantainya. sampah di mana-mana. Tukang jualan juga di mana-mana, bahkan tukang jualannya terkadang maksa-maksa orang beli, sampe kita jalan ke mana-mana pun, mereka ikutin.

Di Redang, gw bahkan ga lihat satu orang pun yang jualan di pantai. Cuma ada satu tempat kaya warung yang sedikit lebih elite, kira-kira 10 meter dari pantai, ngejual barang-barang dari snack, minuman, sabun, shampoo, souvenir, sampe goggle. Harganya memang lebih mahal sedikit dari harga normal, tapi masih makes sense dan terjangkau, kok. Kalo mau cari souvenir yang lebih beraneka ragam, belinya di Terengganu, sebelum nyebrang ke pulau Redang atau pas pulang arah balik ke bandara.

Di sini peraturannya juga lebih strict. Semua barang laut ga boleh diambil. Termasuk pasir. Hah?? Pasir? Iya, pasir di pantai itu! Kalo sampe ketahuan ngambil barang-barang laut, walaupun hanya sekedar pasir, didenda RM 20 ribu (sekitar 62 juta rupiah) per barang, atau 2 tahun penjara. 

Balik lagi ke topik liburan gw, gw ikut paket liburan yang udah termasuk 3 sesi snorkeling. Satu jam setiap sesi. Sesi pertama, deep sea snorkeling di Pasir Akar. Maksudnya deep sea snorkeling, berarti kita turun dari kapal di tengah laut dan lebih banyak ngeliat coral dibanding ikan. Tips buat yang mau deep sea snorkeling, kalo bisa pake sepatu buat snorkeling, biar kalo nginjek karang ga sakit dan luka-luka. Cuma ya, sebisa mungkin, jangan sampe deh kita nginjek karang. Butuh waktu puluhan tahun lho buat mereka nambah beberapa centimeter :D.

Marine Park
Keesokan paginya, sesi kedua, snorkeling di Marine Park. Di sini, kita diturunin di pantai. Jadi bagi yang ga mau ikut snorkel, bisa duduk-duduk di pinggir pantai sambil makan snack. Marine Park, ikannya jauh lebih beraneka ragam. Buat gw, snorkeling kali ini jauh lebih menarik dibanding sesi kemarin. Banyak yang bawa roti sendiri buat ngasih makan ikan. Cuma kadang-kadang, para ikan suka ngasal dan gigit yang lain-lain selain roti. Berkali-kali jari dan pundak gw digigitin ikan yang ga bisa bedain mana roti sama mana daging manusia.

Sorenya, seharusnya sesi snorkeling yang ketiga, yang juga deep sea snorkeling, hanya tempatnya saja berbeda. Snorkeling sesi ketiga ini gw ga ikut, diganti dengan sesuatu yang jauh lebih menarik. Yup, diving!

Di Redang, untuk kedua kalinya gw diving. Again, no license needed, karena memang untuk beginner. Jauh lebih dalam dari yang sebelumnya gw dive di Bali, mungkin ini sekitar 8 meter. Kali ini, kondisi gw lebih fit. Scenery pun lebih bagus karena airnya yang jauuuhhh lebih jernih. Berbekal instruksi yang sama, 30 menit menikmati pemandangan bawah laut tetap bikin gw takjub. Crystal clear water, colorful fish, live, amazing. Luka-luka kegores karang pun ga kerasa. Ke Redang kalo belom diving, rasanya belom komplit!!
Yes, second time diving :D
Can you spot Nemo?
Selain foto-foto, gw juga punya video biar para pembaca bisa ikut menikmati keindahan alam bawah laut Redang. Di akhir-akhir, ada belut laut dan hewan yang mirip buaya kecil (gw ga tau namanya) yang menambah keanekaragaman laut Redang. Enjoy!


Snorkeling sama diving enakan mana? Tergantung diliat dari segi apa dulu. Diving, jelas lebih mahal, lebih ribet karena harus pake ini itu. Belom lagi harus bawa-bawa tabung oksigen 15kg. Tapi, kalo kondisi gw fit, gw prefer diving. Lebih puas! Ibaratnya, udah terlanjur basah, ya, nyemplung sekalian. Hehehehe... Dan, entah kenapa, snorkeling kelamaan terapung-apung kena ombak, di bawah terik sinar matahrai, bikin gw pusing. Duh!

Anyway, buat semuanya, gw tau ini sedikit kecepetan. Selamat hari lebaran, mohon maaf lahir batin bagi yang merayakan. Dan selamat berlibur bagi yang liburan!

"In every walk with nature one receives far more than he seeks."  (John Muir)
Wednesday, July 24, 2013

What Asthma Has Taught Me

Pertama kali gw tahu gw punya sakit asma itu waktu gw SD, kelas 3 tepatnya. Awal kambuh, gw ga gitu ngerti kalo itu asma. Yang gw tahu, gw sesak napas dan ga bisa tidur semaleman. Sampe-sampe gw harus tidur sambil duduk dan kebangun tiap 15-30 menit. Saat itu, gw bahkan ga tahu apa gw bisa bertahan hidup sampe besok.

Sebelum gw bercerita lebih jauh, berikut artikel dari Web Kesehatan tentang asma:
Asma adalah sebuah penyakit kronis pada sistem pernapasan, berupa peradangan dan penyempitan saluran pernapasan. Saat serangan asma terjadi, saluran pernapasan ke paru-paru akan mengalami peradangan dan membengkak. Hal tersebut menyebabkan penyempitan pada saluran pernapasan, sehingga volume udara yang masuk berkurang dan penderitanya akan sulit untuk bernapas secara normal, dada terasa sesak, dan batuk.
Perbedaan antara bronkiol normal dan penderita asma (Web Kesehatan, 2013)
Penjelasannya cukup to the point, kan?Walaupun banyak metode pengobatan terhadap asma, penyakit ini tetap berbahaya. Namun dengan pengobatan yang benar, penderitanya dapat hidup dengan normal. Pada penderita asma yang parah, penyakit ini akan membatasi aktivitas seperti olahraga dan outdor lainnya.
Setelah kejadian pertama kali kambuh itu, asma gw jadi lebih sering kambuh. Setahun bisa 5-10 kali, bahkan lebih. Setiap kali kambuh, selalu berasa pengen mati. Bener-bener ga bertenaga. Tarik napas dalam-dalam, berkali-kalipun, ga berasa ada udara yang masuk. Saat mandi aja, pas ngangkat gayung berasa beraaattt dan capeeekkk banget. Seolah-olah mandi itu kaya mendaki gunung lewati lembah. Jalan dari A ke B yang jaraknya 5m aja bisa cape ngos-ngos an. Ga usah jalan deh, ngomong aja capek. Bahkan bernapas aja bisa bikin keringetan. Sampe-sampe nyokap gw marah-marah karena gw ga mau ngomong dan selalu jawab pertanyaan dengan anggukan, gelengan, atau jawaban super singkat.

Enggak, gw ga lebay! Ini serius!! Kalo mau ngerasain, coba bernapas kurang dari 5x dalam satu menit, dan lakukan aktivitas seperti biasa selama beberapa jam aja. Pasti kalian-kalian juga komplen kalo ngomong dan menarik napas aja bisa bikin capek. Bisa tahan ga kalo harus ngelakuin satu hari penuh? Tiga hari? Satu minggu?

Sejak itu juga, gw ngerasa stamina gw turun drastis. Sebelum asma, gw masih kuat lari-lari keliling lapangan 3 putaran atau kejer-kejeran sama temen. Tapi setelah gw ada asma, lari 1 putaran aja udah harus maksain diri.

Ngeliat gw ada asma, bokap nyokap gw heran. Karena sebenernya gw ga ada turunan asma. Kadang,  pas mau tidur, gw sering nangis kenapa gw bisa punya sakit asma. Apalagi dokter bilang kalo asma itu ga bisa disembuhin. Gw bahkan sempat nyalahin bokap gw dan nenek gw yang memang perokok berat (dalam hati, pastinya).

Saat itu gw mikir, hidup gw bisa-bisa harus bergantung sama obat seumur hidup. Gw tahu jelas, obat-obat asma itu berefek samping: mual, susah tidur, menghambat proses penyembuhan luka, menghambat pertumbuhan, tekanan bola mata membesar, menyebabkan katarak prematur, hilangnya kalsium, sampai-sampai meningkatkan resiko serangan jantung. 

Tapi semua itu berubah. Semakin gw dewasa, gw belajar untuk ga menyalahkan orang lain. Karena gw tahu, everything happens for at least a reason. Gw juga mulai belajar untuk complain less. Gw menganalisa faktor-faktor yang bikin asma gw kambuh. Setiap orang berbeda-beda penyebabnya, bisa dari makanan, debu dan kotoran, aktivitas fisik, faktor psikologi, dan lainnya. Bisa juga kombinasi dari dua faktor atau lebih. In my case, aktivitas yang berat dan faktor psikologi bisa bikin asma gw kambuh. Setelah gw tahu, gw mulai belajar buat mengontrol diri gw supaya ga kambuh.

Bahkan hari ini, detik ini saat gw nulis ini, gw BERSYUKUR gw punya asma. It's part of me and it has taught me lot of things.
  • Blame no one. Everything happens for a reason.
  • Complain less.
  • Gw belajar untuk sabar dan pasrah. Pas kambuh, gw seolah-olah diingatkan kalo manusia hidup di antara napas. Dan sebanyak apapun harta benda yang gw punya di dunia ini, gw ga bisa membeli napas kalo emang napas itu udah ga tersambung lagi.
  • Gw belajar untuk relax dan ga panik-an. Kalo di detik-detik menjelang kematian aja gw bisa relax, apalagi kalo menghadapi masalah yang ga ada hubungannya sama hidup dan mati? :P
  • Routinely exercise. Betul memang kalo asma ga boleh kecapekan. Tapi kalo ga berolahraga, stamina makin turun, dan justru asma jadi lebih sering kambuh. And, I kinda love exercising...
  • Listen to my body. Stop saat gw capek. Stop saat gw ga enjoy ngelakuin suatu hal. Tenangkan pikiran saat menghadapi masalah, nothing is as bad as it seems (FYI, asma bisa kambuh karena faktor psikologi juga lho!). 
  • Dare to say NO! Pas masih SMP dulu, guru olahraga suka maksa-maksa gw buat ikut ini itu ato mencapai suatu target saat olahraga, dan gw harus berani bilang 'enggak' tanpa memberikan alasan kalo gw ada asma, malu, kan, kalo ada asma bilang-bilang? Bahkan gw ga peduli kalo dia marah atau kesel sama gw. Belajar dari situ, kalo ada yang ngajakin hal-hal yang ga bener atau bertentangan dengan prinsip gw, gw berani bilang NO! Dan berani jadi diri sendiri tanpa harus peduli apa kata orang.
  • Gw enggak merokok, shisha, atau sejenisnya. Sebisa mungkin gw juga menjauhi asap rokok karena gw tahu bahayanya. Biar aja orang bilang gw ga gaul.
  • Kalo lagi berdiam diri, gw mensyukuri setiap tarikan napas gw. Be grateful!
Hasilnya?? Dengan beraktivitas layaknya orang normal, dalam 6 tahun belakangan, asma gw cuma kambuh 2 kali. Itupun cuma sebentar dan karena gw bandel excited ikut terlalu banyak aktivitas. Maklumlah, musim liburan. Bukan cuma itu aja, gw bahkan jarang sakit walau terkadang gw kelewat sibuk dan kelewat hiperaktif. Gw bahkan pernah diving, sesuatu yang kata orang ga boleh dilakukan oleh orang asma! :D :D

~ If you can't change something, change the way you think about it ~
Thursday, June 6, 2013

Move Forward

Pernah enggak, bertanya pada diri sendiri: 'What have I accomplished?'
Gw sering. Banget. Banget.

Terkadang, gw bandingin diri gw sendiri sama orang lain.
Si A, yang udah berkeluarga.
Si B, yang udah mapan dengan usahanya sendiri.
Si C, yang jenius, lulus S2 dengan usia yang masih cukup muda.

Sedangkan gw...
Ga usah jauh-jauh mikirin berkeluarga, pacar aja belom punya.
Modal usaha dan mau usaha apa juga belom kepikiran.
Ambil S2 belom tau mau jurusan apa, pengalaman kerja pun masih kurang.

Entah gw yang terlalu ambisius, atau terlalu 'keras' terhadap diri sendiri, tapi gw selalu ngerasa kalo gw masih jauh dari apa yang gw mau.

Gw punya mimpi, yang kata orang-orang mungkin ketinggian. Tapi justru satu mimpi itulah, yang bikin gw terus maju. Perlahan, tapi pasti.

Dan kalo gw liat ke belakang,
Lulus SMA dengan hasil baik.
Memilih jurusan yang tepat.
Lulus S1 dengan nilai Cum Laude.
Got a job with super awesome team where all members have passion in doing the jobs.


Everything seems on track.


But... I.should.not.stop.here.
Time to set another stepping stone.

Gw harus ngelanjutin studi gw, terlalu banyak hal yang mau gw pelajarin.
Gw harus bisa membangun usaha gw sendiri.

Gw harus berani... melangkah maju, move forward, leave this comfort zone
Keep walking, and won't stop until one day my dream come true, and I can proudly say 'Mission Accomplished!'

Move Forward (Sticky-Quotes.com)
Saturday, March 16, 2013

Menunggu Itu Ga Bosan-Bosan Amat

Tiap gw bepergian naik pesawat, gw selalu dateng ke bandara agak pagian. Apalagi kalo penerbangan internasional, gw bisa sampe di bandara 3 jam sebelum flight.

Check-in, numpang makan, abis itu ber-ga jelas-ria di bandara.

Kadang gw cuma nongkrong di toko buku di ruang tunggu, bacain buku dan majalah gratis.
Kadang gw nyari cemilan, datengin toko-toko, pegang ini-itu, liat-liat ini-itu.
Atau ga ya sekedar nyari dark chocolate yang jarang ditemuin di supermarket biasa, apalagi harga di duty free shop jauh lebih murah. Kadang suka ada promo pake debit / credit card buat dapet diskon.

Terus ujung-ujungnya pas gw selesai jalan-jalan muterin toko-toko di sekitar ruang tunggu, gw capek dan duduk diem. Ngeliatin perilaku orang-orang di sekitar gw yang kadang suka aneh-aneh.
  • Anak kecil yang lari-lari, teriak-teriak, dan ga mau diem..
  • Orang tua si anak yang marah-marah dan ngejer-ngejer anaknya karena anaknya ga mau diem..
  • Bule-bule yang bawa tas segede gaban, asik bacain buku atau sekedar ngeliatin peta..
  • Pebisnis-pebisnis yang masih sibuk telepon kiri-kanan, yang bahkan kalo di pesawat diperbolehkan pake telepon, gw yakin dari pesawat belom take off, sampe pesawat udah landed, juga masih online..
  • Para sosialita yang sok sibuk dengan gadget nya, duduk di samping colokan listrik sambil nge-charge gadget nya yang mungkin cuma dipake buat buka FacebookTwitter, maen Angry Bird atau Candy Crush..
  • Orang yang saking bingungnya mau ngapain, sampe ketiduran di ruang tunggu..
  • Penggila kuliner yang masih sibuk makan di ruang tunggu.
  • Orang yang punya terlalu banyak temen dan sanak famili, sibuk belanja oleh-oleh sampe nenteng-nenteng banyak kantong plastik muterin toko dari ujung yang satu ke ujung yang lain.
  • Orang kampung yang terkagum-kagum ngeliatin pesawat, yang gw yakin 100% mereka baru pertama kali akan naik pesawat..
  • Anak-anak muda yang sibuk foto kiri-kanan, dengan berbagai macam gaya dari yang terlalu biasa sampai luar biasa, kaya handstand atau kayang di airport..
  • Cowok-cowok yang malah memanfaatkan waktu dan kesempatan buat nyari gebetan..
  • Orang-orang yang lagi falling in love, telepon-teleponan ama pacarnya pake kangen-kangenan. Malah ada yang kadang matanya berkaca-kaca seolah-olah mau pergi jauuuhhh. *Iya, gw sirik soalnya ga punya pacar =P*
  • Terus kalo di toilet, banyak cewe-cewe yang masih sibuk dandan..
  • Orang-orang yang sama kurang kerjaan nya kaya gw, ngeliatin orang kiri kanan.. Yang kalo diliatin balik, pasti langsung mengalihkan pandangan..
dan...

Orang-orang China asli!

Hah??!! Ada apa dengan orang-orang China asli?! Enggak gw ga bermaksud rasis, toh gw sendiri juga keturunan China =P.

Cuma udah beberapa kali gw ngeliat mereka lucu aja. Tau sendiri, kan? Bahasa inggris mereka parah banget. Mungkin kalimat dalam bahasa Inggris yang mereka ngerti cuma 'I love you' sama 'A, B, C, One, two, three' doank.

Naaahh, pas gw lagi duduk-duduk di ruang tunggu itu, tiba-tiba ada pengumuman gini:
'Good afternoon ladies and gentlemen, this is a delay announcement for flight: ABC123'

Eeeeehhhhh, tuh orang-orang dari China malah buru-buru berdiri ngantri berbondong-bondong di depan pintu. Heelloooo, denger ga sih itu tadi DELAY announcement? X_X

Beberapa menit kemudian, setelah mereka bertanya kiri kanan dengan rekan sebangsanya, akhirnya beberapa dari mereka duduk lagi. Walaupun sebagian besar masih berdiri terbengong-bengong.


Ternyataaaa... Menunggu itu ga bosan-bosan amet.
Selamat menunggu ^^