Showing posts with label hong kong. Show all posts
Showing posts with label hong kong. Show all posts
Thursday, January 14, 2016

Jalan-Jalan Terus: Macau, Las Vegas nya Asia!

Hai semuanyaaa... Gw baru aja pulang dari jalan-jalan gw ke Hong Kong dan Macau!

Sebelumnya, sekedar informasi, daftar perjalanan yang akan gw share di sini itu termasuk super santai karena gw jalan-jalan dengan keluarga besar beserta 2 orang anak kecil. Walaupun udah super santai, beberapa hal tetap berjalan sesuai rencana. Never mind, gw tetap akan share itinerary gw yang asli. Gw yakin, kalo kalian jalan-jalan dengan grup kecil, semua bakal tetap berjalan sesuai rencana.

Berhubung post nya terlalu panjang, bagian Hong Kong gw akan tulis di post tersendiri, yang bisa dibaca di SINI.

Informasi Umum

Macau mempunyai mata uang sendiri, yaitu Macau Pataca (MOP). Walau begitu, HKD diterima secara luas di sana, dengan rate 1:1, artinya 1 HKD = 1 MOP.

Ada beberapa cara untuk menuju ke Macau dari Hong Kong. Opsi pertama menggunakan pesawat. Opsi berikutnya, yang paling populer, menggunakan ferry. Opsi terakhir, yang tercepat dan termahal, menggunakan Sky Shuttle alias helikopter.

Buat yang penasaran, harga opsi terakhir itu HKD 4.300 (sekitar 7 juta 740 ribu rupiah) per orang, terhitung sangat sangat sangat mahal untuk perjalanan yang hanya memakan waktu 15 menit. Batal deh niat gw naik helikopter. Gw pun memilih naik ferry dari Sheung Wan Station Hong Kong. Meski memakan waktu 35 - 45 menit lebih lama, harganya pun jauuhhh lebih murah,  sekitar HKD 160 - 180 (sekitar 288 ribu - 324 ribu rupiah), tergantung pelabuhan yang dituju dan waktu keberangkatannya.

Yang gw tahu, ada 2 operator utama kapal ferry yang berangkat dari Hong Kong ke Macau: Cotai Water Jet dan TurboJetCotai Water Jet menuju ke bagian bawah Macau: Taipa Ferry Terminal. Sedangkan TurboJet berlabuh di Macau Peninsula: Macau Ferry Terminal. Untuk lebih jelasnya, silakan lihat gambar berikut.
Peta Macau (GraphicMaps.com)

Macau tidak memiliki MTR (kereta dalam kota), transportasi utamanya adalah bus. Walau begitu, tidak perlu terlalu khawatir soal pelabuhan mana yang dituju karena jarak dari Macau ke Taipa hanya 45 - 60 menit menggunakan bus. Udah gitu, banyak hotel-hotel yang menyediakan bus gratis untuk siapa saja.

Soal jadwal kapal juga tidak perlu khawatir, frekuensi ferry dari Hong Kong ke Macau cukup tinggi, hampir setiap 30 menit, dan ferry paling akhir pukul 12 malam.

Hari Pertama Sampai Hari Keempat

Untuk daftar perjalanan gw hari pertama sampai hari keempat di Hong Kong, bisa dilihat di SINI.

Hari Kelima: Ruins of St. Paul's dan City of Dreams

Pagi harinya mengunjungi Ruins of St. Paul'sreruntuhan gereja tua yang dibangun oleh portugis, namun hancur dimakan api pada tahun 1835Di bagian belakang Ruins of St.Paul's terdapat ruangan bawah tanah yang dijadikan Museum of Sacred Art and Crypt. Ruangan ini menyimpan tulang belulang orang suci, lukisan-lukisan, dan benda-benda suci lainnya.
Ruins of St. Paul's
Di dalam Museum of Sacred Art
Crypt
Masih di kompleks yang sama, terdapat juga Monte Forte, yang dulunya merupakan benteng pertahanan yang dibangun Portugis untuk melindugi diri dari serangan Belanda. Kini, selain menjadi bekas benteng pertahanan, lahan yang sama juga dijadikan Museum of Macau.
Museum of Macau
Pemandangan di dalam Museum of Macau
Jaman dulu, pertandingan adu jangkrik sangat populer  dan sangat bergengsi di Macau. Berikut gambar peti mati jangkrik dan jangkrik champion yang diawetkan.
Canon di Monte Forte
---

Sorenya, gw pergi ke City of Dreams yang letaknya di bagian bawah Macau, Taipa. Seperti yang gw jelaskan sebelumnya, ada beberapa bus gratis yang kerjaannya bolak-balik dari kota lama Macau ke Taipa. Umumnya, bus ini dioperasikan oleh hotel-hotel dengan casino-casino mewah di daerah Taipa. Bus ke City of Dreams bisa didapat dari depan Hotel Sintra, 15 menit jalan kaki dari Ruins of St. Paul's.

Satu jam perjalanan tidak begitu terasa karena pemandangan kota Macau yang sangat-sangat megah. Apalagi sesampainya di City of Dreams, hotel-hotel dengan mall dan outlet-outlet mewah pun berjejeran. Semua merek kelas atas pun ada. You name it, they have it! Bahkan banyak sekali merek-merek yang gw ga pernah denger, mungkin saking mewahnya. Gw yang biasanya cuma terpukau sama pemandangan alam, kini turut takjub dengan kemegahan bangunan-bangunan mewah di mana-mana. Apalagi, ketika malam tiba, kota ini menjadi lebih indah dengan nuansa lampu warna-warni berkelap-kelip di mana-mana. Macau bener-bener Las Vegas-nya Asia!!

Sayangnya, agak sulit meng-capture semunya sekaligus dalam 1 foto.
Panorama view yang sedikit gagal. Hehehehe
Salah satu bangunan yang unik adalah mini Venice di dalam The Venetian Hotel Macau. Hotel ini dibuat mirip dengan suasana Venice pada siang yang berawan. Lihat saja, ada gondola beserta gondolier dengan seragam putih-hitam nya. Bedanya dengan Venice yang asli, di sini airnya bersih, dangkal, dan langit-langitnya selalu cerah berawan!
It's always cloudy here!
Gondola di dalam The Venetian Hotel Macau
daann... gw ngeliat mereka masih terus membangun, ada konstruksi di mana-mana. Salah satu yang lagi dibangun adalah Menara Eiffel besar jadi-jadian. The Parisian is coming real soon!!

Ga komplit kalo ke Macau tanpa mengunjungi casino-nya. Sebelum balik ke kota lama Macau, gw masuk ke salah satu casino, yang entah ada di bangunan mana, karena setelah berjalan-jalan beberapa jam, gw udah kehilangan sense of direction, saking besarnya. Tebak apa yang gw liat di casino! Ternyata, ga cuma bangunannya yang bikin gw terpukau, tapi orang-orangnya juga bikin mata gw terbelalak. Bayangin aja, mereka sekali main rata-rata memasang taruhan MOP 20.000 (sekitar 36 juta rupiah)!!! WHAT!! TIGA PULUH ENAM JUTA RUPIAH DIPERTARUHKAN GITU AJA?! Bahkan kata papa gw, ini belum seberapa, dia pernah pergi sama temannya yang punya akses ke ruangan VIP. Di ruangan VIP, sekali bertaruh bisa miliaran. Gila!! Gimana cara mereka dapet duit segitu banyak, sih?!

Akhirnya, setelah puas berjalan-jalan di daerah Taipa, gw balik ke kota lama Macau untuk kembali ke hotel dan beristirahat.

Ternyata, ga di kota lama, ga di Taipa, lampu warna-warni tetap di mana-mana.
Macau Light Festival 2015

Hari Keenam: Macau Giant Panda Pavilion

Paginya, gw mengunjungi Macau Giant Panda Pavilion, yang juga terletak di Taipa. Ini bukan pertama kalinya gw ngeliat panda. Sebelumnya, gw udah pernah melihat panda di Zoo Negara Malaysia. Berhubung ini bukan yang pertama kalinya gw ngeliat panda, jadi gw ga perlu cerita panjang lebar lagi. Bedanya, ngeliat panda di sini murah sekali, hanya MOP 10 (sekitar 18 ribu rupiah), selama 1 jam. Puas deh, liat panda!

Tapi buat kalian yang berencana mengunjungi Ocean Park di Hong Kong, gw sarankan ga perlu ke sini. Di Ocean Park juga ada panda, kok.
Wefie sama panda yang lagi sibuk makan
Sorenya, kita menuju ke ferry terminal dan balik ke Hong Kong untuk berbelanja. Kisah jalan-jalan gw di Hong Kong pun berlanjut di SINI.

Good bye, Macau!
Sunday, January 10, 2016

Jalan-Jalan Terus: Hong Kong, Kota Megapolitan

Hai semuanyaaa... Gw baru aja pulang dari jalan-jalan gw ke Hong Kong dan Macau!

Sebelumnya, sekedar informasi, daftar perjalanan yang akan gw share di sini itu termasuk super santai karena gw jalan-jalan dengan keluarga besar beserta 2 orang anak kecil. Walaupun udah super santai, beberapa hal tetap berjalan sesuai rencana. Never mind, gw tetap akan share itinerary gw yang asli. Gw yakin, kalo kalian jalan-jalan dengan grup kecil, semua bakal tetap berjalan sesuai rencana.

Berhubung post nya terlalu panjang, bagian Macau gw akan tulis di post tersendiri, yang bisa dibaca di SINI.

Informasi Umum

Hong Kong memiliki 303 gedung pencakar langit, yang menjadikannya kota dengan gedung pencakar langit terbanyak di dunia, mengalahkan kota New York yang hanya memiliki 237 gedung pencakar langit.

Flight dari KL - Hong Kong memakan waktu 4 jam, sementara kalo dari Indonesia memakan waktu 5 jam. Biar ga salah kostum, sebulan sampai seminggu sebelum hari keberangkatan, gw terus memantau suhu di Hong Kong. Suhu diperkirakan berkisar 17 - 22 derajat Celcius. Namun ternyata, begitu gw tiba di sana, suhu aslinya 11-15 derajat Celcius. OMG! Alam memang selalu sulit diprediksi.

Lamanya liburan gw 8 hari 7 malem, tapi 1 hari gw pake buat dateng ke acara Buddhist di Hong Kong Expo. Total biaya diperkirakan sekitar 10 juta rupiah per orang, termasuk makan, tiket pesawat dan akomodasi.

Penginapan di Hong Kong rata-rata super mini dan mahal. Ukuran kasur pun tidak standard. Temen gw pernah menginap di salah satu hotel yang kasurnya sangat pendek, sampai-sampai kaki tidak bisa lurus saat tidur. Padahal dia sendiri ga tinggi-tinggi banget, cuma sekitar 170 cm.

Gw sendiri menginap di salah satu hotel daerah Tsim Sha Tsui (TST) yang lokasinya 5 menit jalan kaki dari Tsim Sha Tsui station. Hotelnya super kecil, namun harganya lumayan mahal, triple room sekitar 800 ribu per malam. Panjang kasurnya? Pas-pas an sama tinggi badan gw yang ga nyampe 170 cm. Belom lagi toiletnya, klosetnya mepet banget sama tembok di depannya, jadi kalo mau duduk di kloset harus miring.

Hampir semua tempat wisata di Hong Kong serba mahal. Sekali makan di restoran pinggir jalan aja bisa abis HKD 60 (110 ribu rupiah) - HKD 100 (180 ribu rupiah), tidak termasuk minum. Nasi putih aja harganya berkisar HKD 10 - 15 (18 ribu - 27 ribu rupiah) sepiring. Gw pertama kali beli nasi putih sampe shock. Kalo mau makan yang agak murah, sebaiknya cari fast food seperti KFC atau McDonald.
Info ga penting: Di sini kalo makan KFC dikasih sarung tangan plastik biar ga repot cuci tangan =D
Untuk transportasi, pilihan paling murah (walau ga murah-murah banget) adalah bus atau MTR (Mass Transit Railway), sama seperti MRT nya Singapore. Hampir semua objek wisata bisa dijangkau dengan bus atau MTR. Saran gw, supaya lebih praktis, belilah kartu Octopus. Kartu ini bisa digunakan untuk bus dan MTR di seluruh Hong Kong.

Kartu Octopus bisa dibeli di bandara dan semua MTR station. Harga tiket orang dewasa HKD 150 (HKD 100 balance dan HKD 50 untuk deposit). Jangan khawatir dengan harganya yang lumayan mahal, karena balance dan uang deposit bisa dikembalikan. Tapi berdasar pengalaman gw 6 hari di Hong Kong, HKD 100 itu kurang. Untuk isi ulang, bisa menggunakan mesin di MTR station atau di 7 eleven terdekat. 

Hari Pertama: Tsim Sha Tsui

Tiba di bandara dan langsung menuju ke hotel. Setelah itu menyaksikan A Symphony of Lights pada pukul 8 malam di Tsim Sha Tsui (TST) Promenade. Pertunjukkan ini tercatat sebagai 'The World's Largest Permanent Light and Sound Show' dalam Guinness World Records.

Zebra cross super panjang. Puluhan orang sudah siap mau menyebrang di pertigaan TST
Situasi TST di malam hari

Hari Kedua: The Garden of Star dan The Peak

Berjalan kaki 10 menit dari East TST station, gw tiba di The Garden of Star (Avenue of Stars). Penggemar film China mungkin menyukai tempat ini, gw sendiri, bengong ga ngerti ini film apaan.

Entah film apaan
Seenggaknya gw tau ini Bruce Lee
It's a match!

---

Siangnya, gw ke The Peak, tempat wisata yang terletak di kawasan tertinggi di Hong Kong. Untuk menuju ke sini sendiri gw naik The Peak Tram dari Central MTR station. The Peak Tram merupakan salah satu transportasi legendaris kota Hong Kong yang sudah berusia lebih dari seratus tahun.
The Peak Tram
Perjalanan menuju The Peak
The Peak
Di atas sana, gw juga mengunjungi Madame Tussauds, museum lilin yang juga terletak di kompleks The Peak. Ternyata, ada patung lilin Ir. Soekarno alias Bung Karno juga di sana!
Berpose dengan Bung Karno
Lady Diana
Marilyn Monroe
NOOOOO!!
Pintu ke mana saja!

Hari Ketiga: Asian World Expo

Seharian ga kemana-mana selain ke Asian World Expo di bandara Internasional Pulau Lantau untuk menghadiri Upacara Agung Argam Puja Raja Pundarika.

Hari Keempat: Ngong Ping Village

Mengunjungi Ngong Ping Village, salah satu tempat wisata di Pulau Lantau, Hong Kong. Dari Tung Chung MTR Station, Ngong Ping Village bisa dicapai dengan bus atau cable car. Walaupun lebih mahal, gw memilih Ngong Ping Cable Car, supaya bisa melihat keindahan kota Hong Kong dari ketinggian.

Untuk cable car, terdapat 2 tipe kabin, normal cabin dan crystal cabin (yang bawahnya kaca transparan). Harga crystal cabin HKD 255 (sekitar 459 ribu rupiah) per orang, jauh lebih mahal dibanding normal cabin yang hanya HKD 165 (sekitar 297 ribu rupiah) per orang. Lamanya perjalanan menggunakan cable car sekitar 30 menit, waktu yang cukup lama buat orang yang takut ketinggian.

Ngong Ping 360 normal cabin
Di dalam Crystal Cabin Ngong Ping 360. Yang takut ketinggian, beli yang normal cabin aja, ya :D (jasonnoble1, 2013)
Perjalanan menuju Ngong Ping Village

Atraksi utama di Ngong Ping Village adalah  Po Lin Monastery dan Tian Tan Buddha (The Big Buddha).
Make a wish (By the way, itu gw cuma minjem papan wish orang buat foto =P)
Berkabut tebal. Uuh!
The Big Buddha yang juga ga begitu keliatan karena berkabut

Sorenya, gw pergi ke Macau dengan menggunakan ferry. Ferry bisa didapat dari Sheung Wan Station. Ulasan lengkap perjalanan gw di Macau bisa dibaca di SINI.

Hari Kelima: Macau

Seharian gw habiskan di Macau. Untuk daftar perjalanan gw hari kelima, bisa dibaca di SINI.

Hari Keenam: Mong Kok

Paginya, gw masih berada di Macau untuk mengunjungi Macau Giant Panda Pavilion. Kisah lengkapnya bisa dilihat di SINI.

Sorenya, begitu tiba di Hong Kong, gw menuju ke kawasan Mong Kok untuk berbelanja. Di kawasan ini ada banyak pusat perbelanjaan, dari yang mahal seperti Langham Place sampai yang murah seperti Ladies Market. Ladies Market ini mirip seperti Chinatown, cocok banget buat beli oleh-oleh. Namun, mesti jago nawar kalo mau mendapatkan harga yang murah.

Hari Ketujuh: Ocean Park

Seharian bermain di Ocean ParkWalaupun namanya Ocean Park, namun ternyata tempat ini menawarkan sesuatu yang lebih dari sekedar ocean. Memang atraksi utamanya adalah air dan hewan-hewan laut seperti ikan hiu, ikan pari, lumba-lumba, singa laut, dan sebagainya. Di samping itu, Ocean Park adalah wahana bermain yang menyenangkan dan edukatif. Ada taman-taman, permainan-permainan ekstrim, dan ada binatang-binatang yang ga pernah kita liat di Indonesia, seperti panda, koala, wallabies, arctic foxpenguin, dan lainnya! Sebenernya, agak menyesal juga kemarin pergi ke Macau Giant Panda Pavilion. Kalo tahu di sini ada panda, mending gw pake waktu setengah hari itu buat menjelajah tempat lain. Ah, sudahlah.
Amazing Asian Animals theme di dalam Ocean Park
Red Panda di Ocean Park. Dia lagi marah karena ada pengunjung teriak-teriak, bikin dia kaget dan terbangun dari tidurnya. Dan paaasss banget gw dapet fotonya. Tapi dia tetep unyu banget! Gw mau pelihara satu pleaseeee =D
Chinese Giant Salamander. PS: Ini bukan batu!
Waterfront Station
Cable Car
Grand Aquarium
Dolphin show
Ngantri naik cable car menuju kawasan dekat pintu keluar.
Symbio Night Show

Hari Kedelapan: Pulang

Hiks, ini hari terakhir liburan gw ke Hong Kong. Paginya cuma berjalan-jalan di sekitar TST dan siangnya langsung ke bandara.

Oh iya, sebelum pulang, jangan lupa untuk refund kartu Octopus kalian, ya! Ada counter-nya kok, di bandara.


Good bye, Hong Kong!