Sunday, March 18, 2012

To My Dearest Unyu...

Dear yang ter-unyu di hati <3

Kamu, kombinasi yang tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata. Kamu manja. Kamu childish, padahal kamu kan lebih tua dari aku. Harusnya kamu lebih dewasa donk =P. Kamu lucu dan ekspresif. Hanya dengan melihat matamu, aku bisa menangkap apa yang sedang kamu rasakan. Entah itu sedih, marah, takut, ato kegirangan. Dengan melihat matamu pula, aku bisa lekas tau apa yang kamu mau, tanpa perlu berkata2. Bola matamu bagai bola kristal, di dalamnya bagaikan ada dunia hitam putih hasil imajinasimu sendiri. Dan di balik wajah innocent-mu, ternyata kamu cerdas.

Kamu peka terhadap apa yang kurasa, bahkan kamu tau rutinitasku tanpa harus aku beri tau.  Kamu punya feeling yang kuat, bahkan terkadang aku merasa kamu bisa membaca pikiranku. Sepertinya, ada ikatan batin yang begitu kuat antara aku dan kamu.

Di sisi lain, kamu egois. Kamu emosional dan ga sabaran. Kamu hobi berantem, padahal kamu tau itu salah. Terlebih lagi, kita sama-sama tau kalo aku ga suka kamu berantem. Tapi kamu tetep aja berantem. Apalagi sama pamanmu itu. Padahal dia baik, terkadang dia ga sepenuhnya salah, tapi dia sendiri yang babak belur karena memang badannya kalah besar denganmu. Namun entah mengapa, walau aku membantu mengobatinya dan memarahimu, hati kecilku tetap saja membelamu.

Kamu kaya bayi. Jam 11 malem aja kamu udah ngantuk, padahal aku baru mau maen game. Udah gitu, kamu ga pernah mau bobo duluan di kamar. Terkadang, aku kasian sama kamu yang udah ngantuk berat nungguin aku. Sampe2 aku pindah ke kamar n maen di kamar buat nemenin kamu bobo. Padahal sinyal internet di kamar parah abis.

Kamu pemilih, khususnya soal makanan. Kamu ga suka mandi, tapi kamu selalu wangi, wangi khas kamu. Kamu agak moody dan suka ngambek. Terkadang, kalo lagi ngambek, aku sering dicuekin. Dan aku mesti mengalah, merayu-rayu kamu, peluk-peluk kamu, cium-cium kamu, supaya kamu ga ngambek lagi.

Kalo kamu lagi ngantuk, kamu jadi lebih pemarah. Namun entah mengapa, niat usilku malah makin menjadi-jadi saat itu =P. Ah tidak apa, kamu juga sering menggangguku saat tidur.

Dan anehnya, aku sayang kamu. Sayaaannggg, lebih dari sekedar katakata yang tertulis dan yang terucap.  Lebih dari sekedar ciuman yang pernah kuberi. Walau kadang aku memarahimu, bukan karena aku membencimu. Itu semata karena aku takut kehilangan kamu. And now, I wish you were here <3<3<3



Note: Fotonya sengaja yang agak diburemin gitu. Kalo terlalu jelas, takut banyak yang naksir :P


With love,
- Stefanie -
Sunday, October 16, 2011

Aneka Tips: Kasihilah Musuhmu dan Doakan Mereka yang Membencimu

"Kasihilah musuhmu dan doakan mereka yang membencimu"
(diulang dan ditulis tebal, biar lebih meresap.)

Pray (Georgia Right to Life, 2013)

Dalam agama gw juga diajarkan seperti itu. Saat kita berdoa, kita membayangkan orang yang kita benci dan yang membenci kita, berdoa bersama-sama dengan kita. Kemudian kita mendoakan supaya mereka senantiasa diberkati.

Kalo yang didoain keluarga sendiri, temen-temen, atau orang-orang yang kita sayang...
wajar,
biasa,
mudah,
ga perlu disuruh.

Tapi kalo kita harus doain orang-orang yang membenci kita, apalagi orang-orang yang kita benci...
susah,
berat,
ga rela.

"Masa gw harus doain musuh gw? Doain orang-orang yang benci gw? Ga relaaaaa.. Enak di mereka, rugi di gw, donk!" kira-kira gitu reaksi pertama gw (dalem hati, pastinya), setelah dengerin ceramah salah seorang petinggi agama di vihara.

Mereka yang membenci gw itu, bahkan rela mati just to see me fall, see me fail (beneran, ini ga lebay). Gw sadar, gw juga manusia yang ga luput dari kesalahan. Mungkin gw ga sengaja menyakiti mereka. Mungkin, karena miskomunikasi, mereka salah nangkep maksud gw. Atau mungkin gw memang pernah menyakiti mereka, dan mereka masih belom bisa memaafkan gw.

Ada saat-saat di mana gw capek ngadepin mereka sendirian, dan gw masih punya hati dan iman untuk tetap 'sehat' dan ga ikut menjadi 'gila'. Dan di saat gw kehilangan kekuatan, kehilangan niat untuk melawan, apalagi melawan sesuatu yang ga bisa gw kontrol, gw pun berpasrah, mencoba cara ini.

Doakan mereka yang kamu benci, dan mereka yang membencimu.
Supaya mereka dilapangkan hatinya.
Supaya mereka bisa belajar memaafkan.
Supaya mereka dilebarkan jalannya.
Supaya mereka diberi kebijaksanaan.
Supaya mereka diberi kedamaian.

Yang lebih penting, supaya mereka ada kerjaan laen selain mengganggu hidup gw *kidding*.

And like a miracle, it works. 
 
Gw jadi lebih tenang, lebih bisa melepaskan dan fokus ke diri gw, lebih bisa memaafkan.
Gw ngerasa lebih damai, karena gw ngerasa kaya ga punya musuh.
Mereka yang dulunya membenci gw, entah mengapa, perlahan-lahan lebih tenang, lebih berlapang dada.
Malah sebagian ada yang jadi temen baek dan ngebantu gw :D

Cara ini bukan cuma menyelesaikan masalah, tapi juga memperbaiki relasi gw dengan musuh, teman, dan Yang Kuasa. Be a better me :D


Kalo ga percaya, silakan mencoba.

"Hatred does not cease by hatred, but only by love; this is the eternal rule." - Buddha -
Thursday, September 15, 2011

Facebook Games Freak

Pengaruh game khususnya game Facebook dalam kehidupan nyata ternyata cukup besar. Gw sendiri juga seorang gamer, hobi maen game. Ga cuma game Facebook doank, tapi juga dari jaman dulu, game Nintendo, Sega, PlayStation, PC sampe game2 online.

Di sini, gw cuma mau ngomongin soal game Facebook. Banyak game Facebook yang pernah gw maenin. Tapi biasanya ga bertahan lama, mentok-mentok paling 1 bulan. Cuma dua game yang tahan lebih dari setahun, dan sampe saat ini masih gw maenin, yaitu Mafia Wars dan Mousehunt. Keliatannya memang kombinasi yang aneh secara dua game ini genre nya sangat berbeda *ga bermaksud promosi kok xP*.

Walau gw pencinta game, tiap hari pasti maen game, dan kadang ngerasa diri gw agak freak. Tapi ternyataaaaa, banyak temen gw yang lebih freak lagi.

Ada yang sampe lagi di jalan pengen cepet-cepet pulang gara-gara tanemannya di Farmville udah waktunya panen.

Ato ada yang bela-belain pasang alarm jam tiga pagi, cuma buat bangun dan serve Pizza nya yang sudah matang di dunia maya.

Ato ada yang lagi dirawat di rumah sakit pun, masih mikirin makanannya di Cafe World, dan berharap rumah sakitnya menyediakan wi-fi.

Bahan ada yang rela ngabisin ratusan ribu rupiah buat sekedar beli chip poker atau akun fighter.



Lucunya lagi, pas gw lagi chatting sama temen gw, kadang-kadang obrolannya jadi agak-agak freak gitu. Beberapa contohnya gini:

Dia: "Stef, apa kabar?"
Gw: "Baek. Lu apa kabar?"
Dia: "Baek juga."
Gw: "Tumben-tumbenan ngajak chat. Ada apaan, ya?"
Dia: "Lu maen Pet Society, kan?"
Gw: "Iya."
Dia: "Kirimin gw (gw ga inget dia mau barang apa), donk."
Gw: "Oke."
Dia: "Tiap hari, ya. Thanks."
Gw: "........."

----------

Dia: "Eh lu tuh nyebelin abis, ya!"
Gw: "Hah? Gw kenapa?"
Dia: "Taneman gw di Barn Buddy jangan dicolongin donk! Gw udah nanem susah-susah tau."
Gw: "........."

----------

Gw: "Eh, gw brb dulu ya"
Dia: "Mau ngapain?"
Gw: "Mau berkebun."
Dia: "Berkebun beneran ato maen Farmville?"
Gw: "........."

----------

Gw: "Katanya si X mau masak hari ini."
Y: "Ah, X mana bisa masak."
X: "Bisa kok. Kata sapa gw ga bisa masak?"
Y: "Masak apaan? Gw ga pernah liat lu masak."
X: "Bikin noodle, pizza, burger....... di Cafe World."
Gw + Y: "........."

----------

Dia: "Hari ini ga ada rencana ke mana-mana?"
Gw: "Enggak. Lu sendiri ga ke mana-mana?"
Dia: "Gw udah bolak balik malahan."
Gw: "Bolak balik ke mana?"
Dia: "Ke Bangkok, Las Vegas, Brazil." *Ngomongin kota-kota di Mafia Wars
Gw: "Oow.. pantes kita ga ketemu. Gw stay di Italy soalnya."
Dia: "........."

Seeee... Temen-temen gw yang lebih aneh juga banyak.
Hmm.. tapi bagaimanapun, satu yang kita mesti inget: Life is a game. But game is not life :)
Monday, August 22, 2011

Cause Life is Too Short...

Banyak orang takut gagal, termasuk gw. Kita sering denger pepatah bilang, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, tapi kita tetep aja takut gagal. Kita takut untuk start it all over again, karena starting point is always be the most difficult point. Kita takut, karena saat kita gagal, orang-orang ga respek lagi sama kita. Dan tiba-tiba kita kehilangan apa yang dulu bikin kita merasa nyaman.

Terlepas dari itu semua, yang terpenting, kita jangan sampai gagal untuk bangkit saat kita gagal. Kita harus optimis dan yakin kalo pada akhirnya kita pasti sukses. Tahu ga, berapa percobaan Thomas Alva Edison yang tidak berhasil saat dia berusaha menciptakan bola lampu? Yup, lebih dari 1000 kali! Tapi dia tetap optimis, tidak memandang hal tersebut sebagai kegagalan.

"I have not failed. I've just found 1000 ways that won't work." (Thomas A. Edison)



Banyak orang sulit memaafkan dan melepaskan, termasuk gw. Banyak kejadian yang terlalu pahit untuk dikenang. Sulit rasanya kalo dilepaskan begitu saja. Saat kita mengenang dan memikirkan hal tersebut, kita tersakiti lagi. Secara ga langsung, kita membiarkan orang tersebut dan kenangan tersebut menyakiti kita lagi, lagi, dan lagi.

STOP!! Sampe kapan kita mau membiarkan diri kita terus disakiti? Ambil hikmahnya, maafkan dan lepaskan. Mulailah dengan memaafkan diri sendiri, baru kita bisa memaafkan orang lain. Setiap manusia pasti pernah melakukan salah, ga terkecuali diri kita sendiri. Siapapun dia, seberat apapun itu. Setelah kita melepaskan beban dari genggaman kita, pundak, punggung, dan pikiran kita, 'berat' itu tidak lagi ada. Dengan begitu, kita tidak lagi menganggap itu sebagai kenangan yang menyakitkan. Bahkan mungkin kita bisa menceritakan pengalaman pahit itu sambil tertawa.

The stupid neither forgive nor forget; the naive forgive and forget; the wise forgive but do not forget.” (Thomas S. Szasz)



Banyak orang sulit untuk 'menyerah' dan melepaskan, termasuk gw. 'Menyerah' di sini bukan menyerah dalam arti kita malas berusaha. Terkadang, kita sudah berusaha maksimal, tapi hasilnya jauh dari harapan. Kita kecewa. Kita mencoba lagi, lagi, dan lagi. Tapi hasilnya selalu jauh dari harapan. Kemudian kita jadi bertanya-tanya, di mana kesalahannya? Apa kita berharap terlalu muluk?

Kita butuh kebijaksanaan untuk tahu kapan kita harus berhenti dan 'menyerah'. Karena kita sadar, terlalu banyak hal yang ga bisa kita kontrol di dunia ini. Banyak hal yang sebenernya ga patut diperjuangkan. Berusaha terlalu keras pun tidak baik dan tidak akan membantu. Dan kadang, giving up and letting go, is the best option we have.

Menurut gw, orang yg 'menyerah' bukanlah orang yg lemah. 'Menyerah' butuh keberanian, kesiapan mental, kerelaan, kebijaksanaan, jiwa besar, dan yang mencakup semuanya: KEKUATAN. Umur kita terlalu singkat untuk memperjuangkan terlalu banyak hal, untuk memikirkan perasaan semua orang, untuk berargumen dalam setiap tindakan, untuk mengkhawatirkan terlalu banyak hal yang ga bisa kita kontrol, untuk tetap keras kepala saat kita tahu apa yang kita perbuat ga akan banyak berguna, dan untuk memuaskan terlalu banyak orang.

Buat prioritas, kalo dirasa kurang penting ato ga penting, just give up and let it go. Lupakan, fokus ke hal lain yang jauh lebih penting. Kesuksesan dan kebahagiaan bisa datang dari mana saja, saat kita tidak terlalu tegang, dan tidak terlalu kendur.

"When one door of happiness closes, another opens, but often we look so long at the closed door that we do not see the one that has been opened for us." (Helen Keller)



Dapet message bagus dari temen, let me share some part of it here :)

Ketika kerjamu tidak dihargai,
    maka saat itu kau sedang belajar tentang KETULUSAN.

Ketika usahamu dinilai tidak penting,
   maka saat itu kau sedang belajar KEIKHLASAN.

Ketika hatimu terluka sangat dalam,
   maka saat itu kau sedang belajar tentang MEMAAFKAN.

Ketika kau harus lelah dan kecewa,
   maka saat itu kau sedang belajar tentang KESUNGGUHAN.

Ketika kau merasa sepi dan sendiri,
   maka saat itu kau sedang belajar tentang KETANGGUHAN.

Ketika kau harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung,
   maka saat itu kau sedang belajar tentang KEMURAH HATIAN.


Tetap semangat ..
Tetap sabar ....
Tetap tersenyum ..
Terus belajar ....


Karena kau sedang menimba ilmu di
   Universitas KEHIDUPAN!!
Wednesday, August 3, 2011

Apakah 'Aku'?

'Aku' memperebutkan kursi, reputasi, dan uang.
Apapun caranya, asal 'aku' mendapatkannya, 'aku' puas.
Kalah dan menang bagi'ku' itu dua hal yang jauh berbeda.
'Aku' benar-benar terluka saat 'aku' kalah.
'Aku' tersakiti saat 'aku' diremehkan, dicaci-maki, atau dihina.
Balas dendam terkadang membuat 'aku' puas untuk sementara.
'Aku' tersembunyi tapi jangan kira aku lemah
'Aku' selalu ada dan tidak pernah merasa puas.
Tidak kasat mata membuat 'aku' sulit ditaklukkan.
'Aku' suka berdebat dan 'aku' mau selalu menang.
'Aku' sumber dari segala masalah, dan sumber dari sumber masalah.
Karena 'aku' lah, semua bisa jadi berantakan.
'Aku' mempermasalahkan setiap hal, kecil maupun besar.
'Aku' individualis, pandai mengambil kesempatan dalam kesempitan.
'Aku' selalu ada di dalammu, dan kita tidak terpisahkan.
Tanpa 'aku', kamu bukanlah manusia.
Turutilah mau'ku', selalu ikuti 'aku', maka sementara kamu bahagia.
Tapi tentu saja, saat kamu jatuh, 'aku' akan buang muka
Taklukkan 'aku', kendalikan 'aku', maka selamanya kamu bahagia.