Wednesday, May 27, 2015

Aneka Tips: Pengalaman Mencabut Gigi Berlubang

Kalo gigi berlubang, mendingan buru-buru ke dokter gigi buat ditambal, deh. Karena jika dibiarkan kelamaan, lubangnya bakal makin besar. Terus jadi bengkak, sakit, nyut-nyut an, dan akhirnya gigi tersebut pecah.

Setelah itu, biasanya kita cuma punya 2 pilihan:
  1. Sakitnya lama kelamaan hilang dan gigi tersebut warnanya menjadi lebih tua dari gigi lainnya.
  2. Sakitnya tidak juga hilang sampai akhirnya menyerah dan pergi ke dokter gigi.
Kemungkinan mana pun, ujung-ujungnya harus ke dokter gigi untuk ditangani, karena walaupun sakitnya hilang, gigi tersebut disebut gigi mati, alias gigi yang sarafnya udah rusak, dan sewaktu-waktu bisa saja terjadi infeksi. Walau masih ada kemungkinan untuk mempertahankan gigi asli, tapi tentu saja prosesnya lebih panjang dan biayanya pun lebih mahal.


Di postingan kali ini gw akan bercerita pengalaman seseorang yang cukup dekat dengan gw, sebut saja namanya Mr Hamburger. Serius, gw ga tau kenapa dia pilih nama samaran aneh begini. Padahal hamburger kan ga ada giginya! Ya sudahlah, kita simak saja pengalamannya.

Jadi ceritanya Mr Hamburger ini giginya udah bolong selama hampir 2 tahun dan akhirnya pecah. Berhubung sakitnya tidak tertahan, dia akhirnya menyerah dan ke dokter gigi. Setelah memeriksa kondisi gigi Mr Hamburger, si dokter bilang kondisi giginya udah ga bisa diselamatkan. Satu-satunya jalan harus dicabut dan pasang gigi palsu. Dan untungnya, dilihat dari kondisinya, gigi Mr Hamburger bisa dicabut saat itu juga. Mr Hamburger pun pasrah dan meng-iya-kan. Biayanya tergantung tingkat kesulitan. Normalnya sekitar RM80 (sekitar 280rb rupiah).

Selama proses pencabutan gigi, tentu saja Mr Hamburger diberi anastesi lokal biar dia ga kesakitan. Tapi tetep aja serem, dia masih bisa mendengar suara mesin-mesin mengerikan di dalam mulutnya. Mungkin kalo gw di posisi dia, gw bakal bawa earphone dan dengerin lagu keras-keras, atau minta bius total biar ga trauma ke dokter gigi lagi. Hehehe...

Di sela-sela proses pencabutan gigi, si dokter sempat nyeletuk kalo pasien sebelumnya tingkat kesulitannya sangat tinggi, sampe-sampe memakan waktu 2 jam. OMG! Akhirnya, setelah berjuang kurang lebih 30 menit, si dokter pun berhasil mencabut gigi Mr Hamburger. Berhubung prosesnya cukup sulit, biayanya pun agak mahal: RM200 (750rb rupiah). Biaya tersebut udah termasuk obat anti sakit (pain killer) doank. Antibiotik hanya akan diberikan kalo ada infeksi setelah pencabutan gigi. 

Berikut hal yang perlu diperhatikan setelah mencabut gigi:
  • Saat baru saja dicabut, dokter gigi bakal ngasih kassa buat digigit. Gantilah kasa tersebut setiap 20 menit.
  • Sampai kapan harus gigit kasa? Entahlah, yang jelas Mr Hamburger bilang setelah anastesi hilang, dia udah ga mau menggigit kassa lagi.
  • Darah masih mengalir bahkan sampai 24 jam pertama. Ini normal, asal darahnya ga terlalu deras. Untuk mempercepat pembekuan darah, disarankan mengkompres pipi dengan es atau minum air es. Biarkan air es berada di mulut sekitar 2-3 menit. Setelah itu, terserah mau ditelan atau dibuang. Kalo mau dibuang, jangan berkumur, dan jangan memberikan tekanan apa-apa, pada mulut, biarkan air mengalir keluar begitu saja dari mulut.
  • Mr Hamburger cuma minum pain killer di hari pertama doank. Setelah itu dia bilang udah ga sakit lagi, kecuali kalo buka mulut lebar-lebar.
  • Tiga sampai empat hari pertama gusi bakalan bengkak dan air ludah bewarna kemerahan karena masih sedikit bercampur dengan darah. Jangan khawatir, ini juga normal.
  • Sampai gusi menutup sempurna, sebaiknya jangan berkumur terlalu kuat dan jangan sering meludah.
  • Saat menyikat gigi, bersihkan juga gusi dari gigi yang baru saja dicabut dengan menyikatnya secara lembut.
  • Jangan mengkonsumsi makanan / minuman yang panas, pedas, atau keras. Untuk 3 hari pertama, pilihlah makanan yang lunaaak sekali seperti pisang, puding, yogurt, es krim, sereal seperti Choco Cr*nch dengan susu dingin (ditunggu sampai Choco Cr*nch sedikit lembek baru dimakan), dan makanan lunak lainnya. Selanjutnya, bisa makan nasi seperti biasa, namun tetap tidak boleh mengkonsumsi makanan / minuman yang panas, pedas, atau terlalu keras.
  • Segera hubungi dokter bila nyeri berkepanjangan atau terjadi infeksi.

Hal-hal di atas tersebut hanya berdasarkan pengalaman Mr Hamburger dan saran dari dokter gigi. Untuk lebih jelasnya, lebih baik bertanya pada dokter gigi dulu sebelum memutuskann untuk mencabut gigi.

Setelah baca postingan gw, adakah yang masih males sikat gigi?

6 comments:

  1. Aku juga berlubang kecil nih, 3 lagi tetapi ampun malasnya ke dokter gigi. Sudah tiga tahun sih tapi tidak mengembang lubangnya, mungkin karena rajin sikat gigi :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buset sampe ada 3 ya.. Semoga ga semakin besar ya.

      Kayanya gw juga dulu ada lubang kecil gitu, terus lama kelamaan ilang, mungkin karena rajin sikat gigi juga kali ya :P

      Delete
  2. aku ada 6 yg berlubang dah 5 thn ga kedokter gigi karna ga ngerasain apa2
    sakitnya kadang2 aja itu pun ga lama
    apa harus ke dokter gigi ya?

    Nonton film HD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kurang tau deh kalo itu.

      Si Mr Hamburger juga awal-awalnya ga ngerasain apa-apa sampai 2 tahunan. Tapi suatu hari, tiba-tiba jadi nyut-nyut an gitu. Sampe berhari-hari ga ilang sakitnya, malah makin parah.

      Sebaiknya sih, cek dengan dokter gigi. Kan katanya lubang di gigi bisa menjadi tempat masuknya kuman dan bakteri. :)

      Delete