Tuesday, September 13, 2016

Goodbye, F5 Please...!

Akhir-akhir ini, gw jarang update blog. Tiap mau update, pasti ada alasan untuk tidak menulis, dari males, ga ada ide, ga ada waktu, mendingan jalan-jalan, mendingan makan, mendingan ngerjain sesuatu yang lain, dan sebagainya.

Intinya, adaaaaa aja sesuatu yang berhasil men-distract gw untuk tidak menulis. 

Oleh sebab itu, setelah melalui banyak pertimbangan, dengan berat hati gw memutuskan untuk berhenti.

Sebenernya, agak berat juga gw memutuskan ini. Mengingat blog ini pertama kali dibuat pada Oktober 2009, sempat vakum di tahun 2012, dan baru aktif lagi pada tahun 2014. Dihitung-hitung, umurnya sudah 7 tahun. Kalo diibaratkan manusia, dia udah kelas 2 SD. Udah pinter lari-lari, ngomong, baca tulis, mewarnai, dan main tentunya. Pastinya, 7 tahun bukan waktu yang singkat. Banyak sekali memori yang tercipta.

Post ini akan menjadi postingan penutup F5 Please. Pertimbangan gw sementara, F5 Please akan tetap aktif 2-3 bulan ke depan, barang kali aja ada pelanggan setia yang kebetulan mampir dan masih mau baca-baca. Selanjutnya mungkin akan dinon-aktifkan. Ah, lihat aja perkembangannya nanti.

Goodbye, F5 Please...!
2009-2016

-----

Bentar-bentar, mungkin ada pembaca yang bertanya-tanya...

Stef, you're kidding, right?

Nope, not entirely. Gw memang berhenti meng-update F5 Please, tapi gw ga berhenti jadi blogger. Gw ga berhenti menulis.

Akhir-akhir ini, gw jarang banget update blog dikarenakan gw sibuk. Sibuk milih nama domain, sibuk research tentang hosting provider, sibuk nge-design blog gw yang baru, sibuk bikin logo, sibuk nyari ide, sibuk transfer postingan-postingan gw ke blog baru, dan sibuk dengn banyak hal tak terduga lainnya. Namun ternyata, walaupun butuh waktu dan kesabaran, prosesnya ga seribet yang gw kira.

Self-hosted blog. Begitulah orang-orang menyebutnya. Hal yang sebenernya udah agak lama pengen gw lakuin, cuma baru punya niat dan keberanian sekarang. Itupun harus sedikit memaksa diri, karena kalo ga, ya ga akan pernah mulai. Dan biar makin semangat, gw beli domain buat ulang tahun gw, sebagai hadiah khusus dari dan untuk diri gw sendiri. Walaupun gw belinya... telat beberapa hari.

Agak menyesal juga, kenapa ga dari dulu ngelakuin ini. Kenapa harus nunggu banyak post, harus nunggu banyak trafik, harus nunggu semua udah terintegrasi dengan baik. Mindahin post ga sesingkat yang gw kira, apalagi untuk orang yang OCD soal ini. Hampir semua post harus gw edit ulang. Sekarang, gw harus memulai semua dari 0 lagi. Tapi ga masalah, daripada gw ga pernah mulai sama sekali. Bener, ga?

Udah ah, males berpanjang lebar lagi, langsung aja mampir di Coffee Break Story. Para pembaca, jangan lupa follow dengan meng-add link RSS nya di www.coffeebreakstory.com/rss. Karena mulai hari ini dan seterusnya, F5 Please resmi pindah ke Coffee Break Story, dan hanya Coffee Break Story lah yang akan gw update. 

Every end is a new beginning. Selamat datang Coffee Break Story. Semoga kamu bisa menjadi tempat 'ngopi' yang nyaman.


THE END

Thursday, September 1, 2016

Ketika DIA Bilang Tidak

Berbeda dari orang-orang pada umumnya yang galau pilih jurusan saat kelas 3 SMA akhir, gw sudah memutuskan ambil Teknik Informatika (IT) sejak kelas 1 SMA.

Saat itu, belum ada gadget ataupun smartphone. Komputer, dengan monitor segede gaban, masih dianggap barang mewah. Apalagi di kota kecil seperti Cirebon, IT belum booming seperti sekarang ini. Terbukti dengan pertanyaan papa gw, saat gw bilang gw mau masuk IT.


Jurusan apa itu? Kok Papa ga pernah denger? Cari yang lain aja kaya 'Bisnis' atau 'Akuntansi'. Kaya Koko (yang mengambil jurusan akuntansi) gitu.
Beberapa menit selanjutnya, gw  bersusah payah menjelaskan IT itu apaan. Iya, bersusah payah. Agak bingung juga gimana jelasin apa itu IT, ke orang yang tinggal di kota sebagian besar prosesnya masih manual dan pake komputer aja belum pernah. Berhubung penjelasan gw terdengar keren meyakinkan, mereka pun akhirnya ok.

Pertanyaan selanjutnya adalah, mau kuliah di mana? Lagi-lagi, dengan mantap gw jawab: Institut Teknologi Bandung (ITB), yang lagi-lagi, menuai protes.

Kenapa ga di Jakarta aja sama Koko? Di Bandung nanti ga ada yang ngawasin. Di Jakarta kan, ada Binus. Denger-denger jurusan komputernya bagus juga.

Ah, rupanya mereka sudah melakukan riset tentang kampus IT. Tapi Jakarta? Biar ada yang ngawasin? Justru alasan itulah yang membuat gw enggan kuliah di Jakarta, mengingat saat itu, hubungan gw dengan koko gw kurang baik.

Gw pun tetap pada pendirian gw: IT di ITB, Bandung. Satu keluarga memang sudah tahu kalo gw keras kepala. Kalo sudah maunya A, harus A. Kecuali ada alasan yang cukup kuat atau cukup ilmiah untuk mengubah pandangan gw. Dan berhubung alasan mereka gw nilai kurang kuat, gw ga ambil pusing.

---

Biar dapet biaya lebih murah, gw ga mau masuk lewat jalur PMDK (berdasar nilai rapor). Walau gw yakin seyakin-yakinnya kalo nilai rapor gw sangat memenuhi syarat dan pasti diterima. Namun, gw sengaja memilih jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), yang biayanya bakalan jauh lebih murah, plus ga perlu pake 'uang gedung'.

Singkat cerita, gw mendaftar SNMPTN dan harus mengikuti 2 ujian. Ujian pertama mencakup Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Ujian kedua, Mafia (Matematika - Fisika - Kimia).

SNMPTN biasanya diselenggarakan di pertengahan tahun, setelah ujian nasional. Saat di mana teman-teman gw yang lain udah tenang keterima di salah satu universitas. Bahkan ada yang sudah mulai kuliah. Sementara gw, sama sekali belum daftar ke mana-mana. Malah, lagi sibuk belajar buat ujian seleksi yang saingannya berjumlah ratusan (atau mungkin ribuan).

Gw sama sekali ga punya back-up plan, tepatnya ga bisa punya. Beberapa bulan sebelumnya, kampus-kampus biasanya sudah pada minta down payment (DP). Jumlahnya tidak kecil. Kalo ga bayar DP, otomatis dinyatakan mengundurkan diri. Sedangkan kalo bayar DP dan keterima SNMPTN, DP tidak bisa dikembalikan. Ah, universitas-universitas itu benar-benar otak bisnis!

Takutkah gw? Tentu saja gw takut. Deg-deg an. Ini penting banget, masa depan gw. Tapi gw ga punya back up plan. Setiap malam gw berdoa, memasrahkan semua yang di luar kemampuan gw. Kata-kata yang sama, yang selalu gw panjatkan di kala bimbang. Doa yang tidak memaksa.

Guru (gw memanggil Tuhan gw dengan sebutan Guru), kalo memang ini yang terbaik, mohon dimudahkan. Kalo bukan, mohon dibimbing ke mana aku harus melangkah. Apapun itu, aku percaya Guru selalu memberikan yang terbaik.

Hari pertama, segalanya lancar. Setiap soal gw jawab dengan penuh percaya diri. Ini gampang banget, 90 % pasti bener, pikir gw saat itu. Sore dan malamnya, gw menjalani aktivitas seperti biasa. Makan, main PS, baca novel, nulis ga jelas, gangguin anjing gw, nonton TV sebelum tidur, dan akhirnya terlelap sekitar pukul 11 malam.

---

Pukul 3 pagi dini hari, kejadian yang luar biasa terjadi. Perut mules membangunkan gw yang lagi tertidur lelap. Gw buru-buru ke toilet. Keringet dingin mengalir. 'Ah, mules doank. Abis dibuang juga biasanya sembuh', gw mencoba menghibur diri.

Ternyata gw salah besar.

Gw ga bisa tidur lagi sampai tiga jam kemudian, pukul 6 pagi. Gw udah bolak-balik ke toilet tidak terhitung berapa kali. Sempat muntah juga saking mualnya.

Tapi tenang, Saudara-saudara. Bukan Stef namanya, kalo ga bandel. Hihihi. Dalam kondisi seperti itu, gw tetap sarapan ala kadarnya, dan nekat berangkat mengikuti tes hari kedua. Saat itu gw percaya, badan boleh sakit, tapi otak gw tetap jalan. Walaupun sakit, gw pasti tetep bisa ngerjain ujian dengan baik. Ehem!

Sepuluh menit berlalu, para peserta baru selesai mengisi data diri dan nomer peserta ujian yang harus dibulet-bulet pake pensil 2B. Oh no, ini belum apa-apa, tapi gw udah ngerasa mules lagi. Lima belas menit berikutnya, gw bolak balik ke toilet 4-5x. Sesuai aturan, kalo mau meninggalkan ruang ujian, ke toilet misalnya, gw harus diantar, diikuti, dan ditungguin oleh pengawas ujian. Berasa kaya orang penting juga sih, ke mana-mana ada bodyguard-nya.

Gara-gara buang air melulu, dan mungkin saking lemesnya, gw jadi ga bisa konsentrasi ngerjain soal ujian. BLANK total. Pas gw baca kalimat kedua, gw udah ga inget kalimat yang pertama. Gw mengeluarkan seluruh tenaga untuk mencoba berkonsentrasi, tapi tetap ga bisa. Kira-kira di menit ke 30, gw menyerah, memutuskan untuk pulang.

Setelah berunding, para pengawas ujian mengijinkan gw pulang jauh lebih awal. Pengawas yang ngikutin gw bolak-balik ke toilet bilang kalo muka gw pucet banget. Gw ga tau sepucet apa gw waktu itu. Cuma gw inget sebelum pulang, gw dibikinin teh manis hangat. Biar ga pingsan di jalan, katanya. Dia bahkan nganterin gw ke luar, manggilin becak, menanyakan alamat gw, dan berpesan pada tukang becak agar mengantarkan gw sampai ke depan rumah dengan hati-hati.

Sesampainya di rumah, mama gw bingung kenapa gw pulangnya cepet banget. Sakit diare dan muntah-muntah, jawab gw. Setelah bongkar-bongkar kotak obat, gw nemu obat diare, meminumnya, dan langsung tertidur pulas begitu nempel kasur.

Bangun-bangun ternyata udah jam makan siang. Aneh juga gw bisa tidur cukup lama tanpa interupsi ke toilet. Gw keluar dari kamar langsung disodori pertanyaan dari adik, apa tadi gw minum obat diare yang ada di meja makan. Gw ngangguk.

OBAT ITU UDAH EXPIRED SATU TAHUN LALU!!
Gw ketawa. Eerr... gw memang suka ketawa di saat-saat yang aneh. Mungkin bisa jadi ide post gw selanjutnya. Anyway, balik ke topik, mama gw panik nyuruh gw cepet-cepet minum Norit. Buat menetralkan racun, katanya. Walaupun gw ngerasa sehat walafiat, udah ga mual dan mules lagi, gw juga jadi takut dan langsung minum Norit.

Abis makan siang, gw udah ga lemes lagi. Tenaga gw balik normal, sehat-sehat seperti tidak ada kejadian apa-apa jam 3 pagi tadi.

---



DIA bilang tidak.

Sangat to the point. Hari itu juga. Ga pake digantungin, ga pake di-PHP-in (Pemberi Harapan Palsu). Legaaaaa gitu rasanya.

Dengan begitu, hari itu juga, gw bisa langsung move on. Karena gw tahu, gw ga mungkin lolos tanpa mengerjakan ujian yang kedua. Ini jauh lebih baik dibanding nunggu-nunggu hasil seleksi, yang entah kapan keluarnya, dan ternyata gw ga lolos.

DIA bilang tidak tanpa menghancurkan kepercayaan diri gw. Gw kalah karena gw sakit, bukan karena gw ga cukup kompeten.

Gw ga memaki, ga melawan, ga meragu, dan ga protes kenapa gw harus sakit di saat sepenting itu. Ah, setidaknya saat itu, gw menganggap hal itu penting. Mungkin DIA tidak sependapat.

DIA bilang tidak, dan DIA sudah menyiapkan rencana lain. Beberapa bulan kemudian gw udah kuliah di salah satu kampus IT terbaik di Malaysia, tanpa ada kendala yang berarti.

Gw tersenyum. Terima kasih, Guru.

---

Note: Gw memang berniat masuk ITB, namun rencana tidak berjalan sesuai yang gw inginkan. Berdasarkan hal ini, gw ga menyimpulkan kalo ITB tidak bagus, atau Binus tidak bagus, atau universitas-universitas lain di Indonesia tidak bagus. Yang gw mau tekankan di sini bukan jurusannya, bukan universitasnya, tapi DIA-nya. DIA selalu tahu yang terbaik buat kita. Dan saat DIA bilang tidak, dia sudah menyiapkan sesuatu yang lain untuk kita. Jurusan apapun, universitas apapun, bisa jadi bagus ataupun jelek, tergantung diri sendiri.

When HE gives a 'NO', it is not a rejection; it is a redirection.
Monday, August 22, 2016

Bertanya Pada Diri Sendiri (Part 9)

The Book of Questions (Gregory Stock, Ph.D.)

Kelanjutan dari Bertanya Pada Diri Sendiri (Part 8). Pertanyaan-pertanyaan di bawah bersumber dari 'The Book of Questions', karangan Gregory Stock, Ph.D.


Bagaimana kamu berpakaian jika kamu ingin terlihat seksi?
Birthday suit! Hahahahaha.

Demi uang senilai USD 2.000 (26 juta rupiah), maukah kamu berdiri di restoran pas lagi ramai-ramainya, dan berteriak memaki-maki salah seorang pelayan karena pelayanannya kurang sempurna. Kamu harus melakukannya selama kurang lebih 1 menit? Juga coba bayangkan betapa bahagianya pelayan tersebut jika kamu membagi uang yang kamu dapatkan dengan dia.
Waduh, ga deh kayanya. Ini bukan masalah uang, tapi masalah harga diri. Gw ga yakin pelayan tersebut mau dibayar USD 1.000 setelah dimaki-maki di hadapan orang banyak begitu. Kalo gw jadi pelayannya sih, gw ga mau, kurang worth it.

Bila eksekusi mati ditayangkan di televisi, maukah kamu menontonnya?
Ga tertarik sih. Tapi ga ada masalah juga kalo nonton.

Kalo seseorang menawarkan sejumlah uang yang besar untuk informasi sebuah produk di perusahaanmu, akankah kamu menerimanya? Tenang, ga ada yang tahu kok. Gimana kalo ijin sakit padahal kamu ga sakit? Atau gimana kalo karena kesalahan sistem komputer, kamu mendapatkan gaji yang jauh lebih besar dari yang seharusnya? Apakah kamu mengalami masalah moral yang sama kalo bukan karena kesalahanmu?
Terima donk. Toh perusahaan gw ga punya produk, adanya servis. Lumayan kan, gw untung, perusahaan juga ga dirugikan.
Gw ga pernah memalsukan ijin sakit. Wong sakit aja kadang gw masih masuk kantor. Bukan, bukan buat kerja, tapi buat menyebarkan virus. Muahahahaha! *evil laugh*
Pernah sih, mengalami kejadian serupa. Bukan gaji, tapi sisa annual leave yang dikonversi ke gaji. Gw cerita ke manager gw, eeehh dia malah bilang, kalo itu kesalahan dari HR department ya biarin aja, rejeki ga boleh ditolak. HAHAHAHA. 

Apakah kamu orang yang terorganisir? Seberapa sering kamu harus mencari-cari kunci rumah?
Delapan puluh persen organized. Tiap keluar masuk, gw ga perlu nyari-nyari kunci karena kunci gw selalu berada di tempat yang sama.

Kalo kamu bisa meningkatkan IQ mu sebanyak 40 poin, dengan syarat kamu akan memiliki bekas luka yang panjang dari mulut sampai ke mata (tentunya ga elok dilihat), maukah kamu melakukannya?
GILAAA, kalo gitu IQ gw bisa jauh di atas Stephen Hawking dan Albert Einstein!!! Tapi enggak lah, gw udah cukup puas dengan IQ dan penampilan gw yang sekarang.

Apakah kamu bersedia melakukan sesuatu yang sangat tidak memuaskan (misalnya: membersihkan toilet) selama lima tahun jika kamu yakin bahwa pengalaman setelah itu akan membawa kamu merasa lebih 'penuh' sepanjang sisa hidupmu?
Nope. Hidup itu singkat, gw ga mau membuang lima tahun untuk melakukan sesuatu yang sangat tidak gw sukai.

Menurutmu, topik apa yang terlalu sensitif untuk diceritakan pada orang lain?
Politik dan agama, apalagi kalo di Indonesia. Salah-salah malah berantem.

Berapa kali dalam sehari kamu bercermin?
Beberapa kali: pagi abis mandi, pas di lift mau ke kantor / mau pulang rumah, di kamar mandi kantor kalo pas cuci tangan, sama malem pas sikat gigi.

Pas lagi jalan di jalanan yang kosong, kamu menemukan sebuah dompet. Isinya uang tunai USD 5.000 (65 juta rupiah) tetapi tidak ada data pemiliknya. Apa yang akan kamu lakukan? Apakah keputusanmu akan berubah jika di dalamnya ada nama, alamat, dan foto pemiliknya yang ternyata pemuda yang terlihat kaya raya? Bagaimana jika pemiliknya nenek-nenek tua yang terlihat tidak mampu?
Kalo gw lagi di Indonesia, gw biarin aja tergeletak di jalan. Bisa jadi dompet itu merupakan jebakan yang kalo gw ambil, mungkin membahayakan gw, apalagi di jalan yang sepi begitu. 
Kalo gw lagi di Singapura, ada atau ga ada data pemilik, gw bakalan telepon kantor polisi dan lapor kalo gw nemuin dompet. Biar dari situ polisi aja yang ngurus, sukur-sukur bisa balik lagi ke pemiliknya.
Kalo gw lagi di negara lain, gw cuekin karena gw ga mau cari masalah.

Jika kamu harus memilih salah satu, manakah yang akan kamu pilih: Menjadi buta atau menjadi tuli?
Uuuhh... Pilihan yang sulit. Mendingan tuli kayanya.

Setelah menikah, apakah kamu bisa hidup bahagia bila segala kunci pernikahan yang langgeng terpenuhi, kecuali satu: sangat minimnya hubungan seks? Menurutmu, apakah seks dan cinta itu berkaitan? Bisakah kamu mendapatkan kepuasan seksual dari orang lain selain pasanganmu? Ketika kamu mendengar kata seks, apakah yang kamu pikirkan: sentuhan, belaian, pelukan, ciuman, atau hanya berhubungan badan semata?
Enggak yakin. Berhubung sekarang gw masih muda, kayanya sih gw bakalan kurang bahagia. Lain ceritanya kalo gw udah tua dan kerja hormon sudah menurun.
Ga tau juga. Seharusnya ada kaitannya, tapi seringnya kenyataannya tidak demikian. Kalo seks dan cinta berkaitan, kupu-kupu malam dan kasus pemerkosaan ga akan ada.
Mungkin bisa, cuma gw terlalu takut untuk mencobanya aja.
Well, seks meliputi semuanya. Ga perlu dijelaskan terlalu detail, nanti blog gw disangka blog porno. Hahahaha.  

Kapankah kamu terakhir mencuri sesuatu? Kenapa setelah itu kamu belum mencuri lagi?
Ga begitu inget, kayanya waktu SD. Bukan belum, tapi enggak. Kenapa? Sekarang gw udah ngerti karma, what goes around comes around. Jangan merugikan orang lain kalo tidak mau dirugikan.

Berapa banyak sahabatmu yang sudah mengenalmu lebih dari 10 tahun? Dari sahabat yang sekarang, yang mana yang kamu rasa bisa bertahan sampai 10 tahun ke depan?
Kalo teman lumayan banyak. Tapi kalo sahabat cuma 6-8 orang. Entahlah gw ga tau, friends come and go, and that's normal. I am not so attached to anyone.

Jika kamu bisa mengubah masa lalu kamu menjadi apa yang kamu sukai, akankah kamu melakukannya?
Gw berpikir cukup lama untuk menjawab ini, mengingat masa lalu gw ga pernah seindah dongeng-dongeng sebelum tidur. Mungkin jika saat ini gw masih TK sampai SMA, gw pasti akan jawab iya tanpa berpikir dua kali. There were too much to handlethose sleepless nights, those nightmares. 
Namun sekarang, walau gw sadar hidup tidak selalu indah, gw sudah membuat kisah indah versi gw sendiri. Memori yang tidak mengenakkan itulah yang membuat gw menjadi gw yang sekarang, yang membuat gw berada di sini. Gw yakin, kalo gw mengubah salah satu dari memori tersebut, gw ga akan seperti ini, gw ga akan di sini sekarang. Things might be better or worse. Tapi yang terpenting, right now I am happy, I am proud to be myself.
So, NO, gw ga mau mengubah apapun.

Sebelum menelepon, apakah kamu menyusun kalimat dan memikirkan apa yang akan kamu katakan?
Iya. Jangankan telepon, sebelum ngomong sama orang aja kadang gw mikirin kata-katanya dulu.

Umur berapakah kamu pertama kali berhubungan seks?
Enggak tau. Gw belum sesakti itu untuk bisa memprediksi masa yang akan datang.

Kamu bersama 100 orang yang kamu pimpin, sedang berada dalam bahaya. Kamu mempunyai 2 pilihan: Pilihan pertama hanya akan menyelamatkan 90 orang, sedangkan pilihan kedua bisa menyelamatkan semuanya, akan tetapi probabilitasnya hanya 50%. Jika gagal, semua akan mati. Pilihan mana yang akan kamu pilih?
Bagaimana jika kamu harus memilih 10 orang yang akan meninggal? Maukah kamu melempar tanggung jawab kepada orang lain? Perlu diingat, orang tersebut bisa saja memilihmu menjadi salah satu yang harus mati.
Pilihan pertama, dan gw akan membiarkan orang lain membuat keputusan. Memilih 10 orang untuk mati itu beban moral buat gw. Bisa-bisa beberapa dari 90 orang yang hidup diam-diam menyimpan dendam karena teman / kerabatnya gw pilih untuk dikorbankan.

Jika kamu pergi menonton bioskop dan filmnya sangat jelek, apakah kamu akan keluar?
Enggak. Gw sama Mr Hamburger pernah nonton film yang jeleeekkk banget. Gw malah hampir ketiduran. Tapi kita tetep stay sampe film-nya abis sambil mengomentari dan mentertawakan setiap adegan. Orang di sebelah kita, yang kayanya juga bosen abis, jadi ikut-ikutan ketawa.

Demi USD 1 juta (13,18 milyar rupiah), apakah kamu tidak keberatan untuk tidak bertemu ataupun berbicara kepada sahabat dekatmu? Jika kamu mendapatkan tawaran pekerjaan yang jauh lebih baik di kota ain yang kan membuatmu menjadi jauh dari teman-teman dekatmu, akankah kamu melakukannya?
Itulah keputusan yang gw ambil pas SMA. Jika waktu bisa terulang lagi, gw tetap akan mengambil keputusan yang sama. Tapi... kok gw belum dapet USD 1 juta, ya? Hihihi...
Thursday, August 11, 2016

Jalan-Jalan Terus: Kyoto

Hari Pertama - Hari Keempat: Tokyo

Semuanya di sekitar Tokyo, itinerary udah gw share di Jalan-Jalan Terus: Tokyo (Part 1)

Hari Kelima - Hari Keenam: Disneyland dan DisneySea


Hari Ketujuh: Kinkaku-ji, Arashiyama, Higashiyama, dan Gion

Dari DisneySea, gw berangkat jam 10 malem naek Orion bus ke Kyoto Kamogawa Jujo Station. Tiket bus seharga ¥2.300, bisa dibeli online. Perjalanan dari DisneySea ke Kyoto memakan waktu kurang lebih 8 jam. 

Di Kyoto, sebagian besar objek wisata dapat dengan mudah dijangkau dengan menggunakan bus. Maka dari itu supaya hemat, gw membeli 1-day bus pass seharga ¥500 di Kyoto station.

Destinasi pertama di Kyoto adalah Kinkaku-ji yang artinya Golden Pavilion. Dinamakan Golden Pavilion karena keseluruhan kuil (kecuali lantai dasar) ditutupi dengan lembaran tipis emas murni. Di atas bangunan terdapat burung phoenix yang juga dilapisi emas.

Tiket masuknya seharga ¥400, cukup worth it untuk dikunjungi. Kinkaku-ji merupakan kuil beraliran Zen yang letaknya di sebelah Utara Kyoto, yang juga dijadikan vila peristirahatan bagi shogun Ashikaga Yoshimitsu.

Kinkaku-ji bisa diakses dengan rute berikut:
  • Dari Kyoto station, menggunakan Kyoto City Bus nomer 101 atau 205 (¥230). Perjalanan memakan waktu 40 menit.
  • Dari Kyoto station, naik trainselama 15 menit menuju Kitaoji station (¥260), dilanjutkkan dengan naik bus nomer 101, 102, 204, atau 205 (¥230).
Kinkaku-ji. It's just WOW!
Kinkaku-ji


---

Berikutnya, sesuai rencana, gw menuju ke Saga Torokko station yang terletak di samping JR Saga-Arashiyama station. Di sini, gw akan membeli tiket untuk Sagano Romantic Train, open-concept train dengan rute sepanjang 7,3 km,  yang memang didesain supaya para pengunjung bisa menikmati pemandangan Hozugawa Ravine selama 25 menit. Harga tiket one-way ¥620 untuk orang dewasa dan ¥310 untuk anak-anak. Informasi lebih lanjut, bisa dilihat di SINI.

Berikut rutenya:
Saga Torokko station --- Arashiyama station --- Hozukyo station --- Kameoka station

Sagano Romantic Train Map (Sagano Scenic Railway Co.,Ltd, 2016)

Namun, karena gw mau mampir ke bamboo forest di Arashiyama, mereka menyarankan untuk berjalan kaki 30 menit dari Saga Torokko station melewati bamboo forest ke Arashiyama station.

Piano museum di samping Saga Torroko station
Temple di tengah-tengah bamboo forest Arashiyama
Bamboo forest Arashiyama
Bamboo forest Arashiyama
Pemandangan di tengah-tengah perjalanan menuju Arashiyama station
Beginilah rupa Sagano Romantic Train. Ga perlu khawatir train jalan mundur atau maju, karena saat train jalan, para penumpang pada berdiri dan sibuk foto-foto.
Pemandangan Hozugawa Ravine
Pemandangan Hozugawa Ravine
Pemandangan Hozugawa Ravine
Patung-patung Tanuki di Kameoka station
---

Rencana ke Kiyomizu-dera sengaja gw cancel karena gw mau check-in dan nge-refresh badan gw dulu. Jadilah sorenya, setelah check-in, mandi, dan beristirahat, gw langsung ke Hagashiyama. Sebenernya, jarak dari Hagashiyama ke Kiyomizu-dera tidaklah jauh, hanya 2 km dengan medan yang sedikit menanjak. Namun, karena sudah terlalu sore dan gw yakin begitu nyampe Kiyomizu-dera, pasti sudah tutup, dengan berat hati gw tetap memutuskan untuk tidak ke Kiyomizu-dera. Sebagai gantinya, gw hanya berjalan-jalan di Hagashiyama street.

Hagashiyama street terkenal dengan nuansa old and traditional Kyoto. Di sepanjang jalan, terdapat banyak toko-toko, tempat penyewaan kimono, cafe dan restoran yang menjual berbagai macam snack, kerajinan tangan, dan cenderamata. Dari Hagashiyama street, gw melihat Yasaka Shrine dan Yasaka Pagoda.

Yasaka Pagoda
Hagashiyama Street
Ilustrasi neraka di Hagashiyama street
Berhubung udah banyak toko-toko di Hagashiyama yang udah pada tutup, ga lama setelah itu, gw memutuskan untuk ke Gion yang letaknya di depan Yasaka Shrine, tidak jauh dari Hagashiyama.

---

Gion terkenal akan geisha-nya. Geisha merupakan bahasa Jepang yang artinya seniman. Para geisha di Kyoto menyebut diri mereka geiko dan maiko (geisha pemula). Kalo beruntung, pengunjung mungkin bisa bertemu geiko atau maiko berkeliaran di sekitar Gion. Tolong hormatin privasinya jika bertemu, jangan dikejar-kejar, apalagi memaksa untuk berfoto bersama jika mereka memang tidak mau.

Bagi yang ga tahu, beginilah kira-kira penampilan mereka:
Poster pertunjukkan geisha
Pengunjung yang tertarik akan budaya geisha, bisa datang ke Gion Corner. Letaknya di Yasaka Hall, di sebelah Gion Kobu Kaburenjo Theater. Di sana, terdapat Maiko Gallery yang menayangkan video tarian maiko, serta dekorasi dan ornamen yang digunakan oleh para maiko. Setiap harinya, pukul 6 - 7 malem juga terdapat pertunjukkan maiko seharga ¥3.150 per orang. Info lebih lanjut bisa dilihat di SINI.
Gion

Video tarian maiko di dalam Gion Corner
Video tarian maiko di dalam Gion Corner
Mengingat harganya yang cukup mahal, sebelum beli tiket pertunjukan maiko, ada baiknya melihat video-nya dulu di Gion Corner. Gw sendiri, sebagai orang yang sangat tidak sabaran, ngerasa kalo tarian maiko bukan selera gw.

Hari Kedelapan: Fushimi Inari Shrine, Nara Deer Park, dan Kobe Harborland

Siapa sih, yang ga tau cewek manis gapura-gapura merah di atas?
Cewek narsis manis di atas sedang berada di salah satu kuil Jepang favoritnya: Fushimi Inari Shrine. Akses termudah untuk menuju ke sini adalah dengan menggunakan JR Nara train dan turun di Inari station. Gapura merah seperti gambar di atas disebut torii, yang artinya gerbang tradisional khas Jepang, biasanya banyak ditemukan di kuil aliran Shinto. Di Fushimi Inari Shrine, terdapat RIBUAN torii, hasil donasi dari para donator (umumnya para pebisnis dan pedagang) sebagai ucapan terima kasihnya untuk Inari, the Rice God. Jadi kalo ga dapet spot yang sepi buat foto sama torii, jangan khawatir, masih banyak ratusan torii lain menunggu, kamu hanya perlu berjalan lebih jauh aja.

Selain torii yang jumlahnya ribuan, patung Kitsune (rubah), pelayan Inari, juga banyak dijumpai. Dua ikon inilah yang membuat Fushimi Inari Shrine sangat unik dan menarik.

Dua ikon terkenal di Fushimi Inari Shrine, Torii dan Kitsune

Fushimi Inari Shrine merupakan base dari Gunung Inari, yang tingginya 233 meter dari dasar Fushimi Inari Shrine. Kalo memang tertarik untuk naik gunung, sediakan setidaknya 4 jam di sini untuk pulang-pergi. Gw sendiri, berhubung waktunya terbatas, cuma naik sekitar 15 menit, menemukan shrine kecil yang keliatan kurang terawat, dan balik lagi ke bawah.
Torii tampak atas.
Di halaman depan Fushimi Inari Shrine, banyak sekali orang yang menjual berbagai macam makanan. Yah, berhubung gw Mr Hamburger rakus, hampir setiap makanan kita cobain. Bisa dibilang inilah lunch kita berdua.

Biar para pembaca ngiler, berikut gw kasih gambar-gambarnya:









Siangnya, gw melanjutkan perjalanan ke Nara dan KobeItinerary gw di Nara dan Kobe akan gw bahas di post berikutnya.

Stay tuned!
Sunday, July 31, 2016

Fitur dan Game yang Tersembunyi di Google Search

Tahu Google Search?
Gw yakin 97.82% yang baca postingan ini pasti pernah pake Google Search. Jangan tanya angka tersebut gw dapet dari mana, karena itu bukanlah hal yang penting.

Tahu fitur dan games lucu yang tersembunyi di Google Search, Google Image Search, dan Google Calculator?
Gw yakin 95.32% yang baca postingan ini enggak tahu. Iya, angka ini juga tidak perlu dipermasalahkan. Yang penting, setelah baca postingan ini, kalian semua jadi tahu. Ok? 

Berikut gw list contoh-contohnya di bawah ini. Fitur dan game tersembunyi ini lebih dikenal sebagai Google Easter Egg. Kalo males buka Google dan ngetik sendiri, bisa langsung klik di link yang disediakan.

Google Search

Anagram (lihat di SINI)

Anagram adalah permainan kata yang huruf-hurufnya diacak untuk membentuk kata atau kalimat lain. Contohnya:
  • Ramah menjadi marah
  • Daku muda menjadi kamu duda
  • Listen menjadi silent
  • Eleven plus two menjadi twelve plus one
  • Albert Einstein menjadi ten elite brains

Ketika kamu mengetikkan anagram di Google Search, Google akan bertanya, "Did you mean: nag a ram"

Askew (lihat di SINI)

Halaman hasil pencarian akan menjadi miring.

Bletchley Park (lihat di SINI)

SALAH! Ini bukan taman. Bletchley Park adalah museum sejarah di Inggris yang menerangkan segala sesuatu tentang sandi-sandi rahasia yang digunakan pada perang dunia ke-2.

Pernah nonton The Imitation Game? Di tempat inilah, Alan Turing berhasil menciptakan BOMBE, mesin yang berhasil mendekrip pesan yang dienkrip oleh NAZI dengan menggunakan mesin Enigma mereka. Dengan begitu, Inggris bisa mengetahui rencana musuh yang akan datang dan mengantisipasinya.

Menurut perhitungan para ahli, BOMBE berhasil menyelamatkan jutaan nyawa karena memperpendek durasi perang dunia ke 2 sebanyak 2-4 tahun. 


<blink> (lihat di SINI) atau Blink HTML (lihat di SINI)

Hasil pencarian akan berkedip-kedip.

Conway's game of life (lihat di SINI)

Google akan meluncurkan mini game yang disebut Conway's game of life, atau yang juga dikenal sebagai Life. Game ini diciptakan oleh seorang ahli matematika asal Inggris yang bernama John Horton Conway pada tahun 1970.

Aturan permainannya lengkapnya bisa dipelajari di SINI.

Do a barrel roll (lihat di SINI) atau z or r twice (lihat di SINI)

Hasil pencarian akan berputar 360 derajat.

Festivus (lihat di SINI)

Akan ada tiang festivus di sebelah kiri hasil pencarian.

Google in 1998 (lihat di SINI, hanya pada desktop version)

Akan memperlihatkan tampilan hasil pencarian Google Search yang digunakan Google saat pertama kali diluncurkan pada tahun 1998.

Recursion (lihat di SINI)

Recursion artinya pengulangan. Saat kamu meng-Google recursionGoogle akan bertanya, "Did you mean: recursion"

Super mario bros (lihat di SINI)

Akan muncul kotak dengan tanda tanya yang berkelap-kelip. Ketika diklik akan ada efek suara dentingan koin dan muncul angka 200, seolah-olah kita mendapat 200 poin.


Webdriver torso (lihat di SINI, hanya pada desktop version)

Google logo akan berubah menjadi animasi dengan kotak-kotak berwarna merah dan biru. Tidak berfungsi bila ada Google Doodle di hari tersebut.

Zerg rush (lihat di SINI, hanya pada desktop version)

Sebuah mini game di mana kamu harus melawan pasukan Google O yang menghancurkan hasil pencarian kamu. Kamu bisa menghancurkannya dengan cara mengklik O sampai darahnya habis. Namun bagaimanapun caranya, kamu tidak akan bisa menang dan menghancurkan semua pasukan Google O.


Google Image Search

Atari breakout (Lihat di SINI)

Gambar-gambar akan berubah menjadi balok-balok. Tugas kamu adalah mengarahkan bola untuk menghancurkan semua balok yang ada. Cara mainnya sama seperti mini game Breakout yang dipopulerkan oleh perusahaan asal Amerika: Atari, Inc.

Google Calculator

Once in a blue moon (lihat di SINI)

Yang artinya sangat jarang atau nyaris tidak pernah.

The answer to [the ultimate question of] life the universe and everything (lihat di SINI)

Diadaptasi dari novel karangan Douglas Adam yang berjudul The Hitchhiker's Guide to the Galaxy. Sebuah super komputer bernama Deep Thought, setelah melakukan perhitungan selama 7,5 juta tahun, akhirnya menemukan jawaban dari pertanyaan "the answer to the ultimate question of life, the universe, and everything". Deep thought mengatakan, jawabannya adalah 42. Seketika, orang-orang terdiam. Akhirnya mereka sadar kalo sejak awal, pertanyaannya tidak ada, ultimate question of life, the universe, and everything itu sendiri tidak diketahui.


The number of horns on a unicorn (lihat di SINI)


What is the loneliest number (lihat di SINI)


Selain itu, kita juga bisa melakukan seperti ini: