Thursday, June 5, 2014

Jalan-Jalan Terus: Melbourne Discovery

(Untuk versi bahasa Inggris, klik di SINI. Click HERE for the English version)

Satu lagi checklist yang bisa gw centang dari wish list gw:
 (Pegang kangguru
Oke, ga penting memang. Kalo mau ketawa, boleh-boleh aja kok. Udah banyak yang ngetawain gw. Anyway, gw baru aja menginjakkan kaki di Melbourne dan sekitarnya. Waktunya cukup singkat, cuma 5 hari. Berikut rincian perjalanan gw.

Informasi Umum

Flight Kuala Lumpur <-> Melbourne memakan waktu 8 jam. Walau masih jauh lebih singkat dibanding ke US atau Eropa, tetapi cukup untuk membuat pantat jadi kotak.

Awal Juni, Australia memasuki musim dingin, suhu berkisar antara 10 - 15 derajat celcius, dan bisa mencapai 5 derajat pada malam hari. Jadi kalo ada yang mau ke Australia musim dingin, long john is a must!

Peraturan imigrasi dan bandara Australia cukup ketat. Minuman beralkohol maksimal 2 liter per orang. Sedangkan rokok, 50 batang per orang. Diusahakan, tidak membawa makanan atau minuman apapun, khususnya buah, sayur, kacang-kacangan, segala jenis daging, dan makanan yang mengandung susu dan telur. Kenapa? Karena semua makanan, minuman, dan obat-obatan harus dideklarasikan. Apabila membawa obat-obatan, harus ditempatkan pada botol aslinya, di mana bisa terlihat dengan jelas nama obat, bahan-bahannya dan negara mana yang membuat. Bila membawa susu bayi pun, kaleng harus masih dalam segel tertutup rapat dan belum dibuka.

Gimana kalo gw bawa sesuatu tapi gw ga declare? Tahu sendiri kan, orang Indonesia, kalo ngisi declaration form kaya gini, nih:
Are you bringing into Australia:
- Goods that maybe prohibited... NO.
- Goods obtained overseas or... NO.
- Animals, part of ani... NO.
- Have you visited a ru... NO
- Have you been... NO!!!
Asal centang No - No - No! Dibaca aja kagak.

Di Australia harus hati-hati. Declaration form itu diperiksa bersamaan saat menyerahkan passport di imigrasi, dan dicek ulang di pintu keluar. Kalo ada random checking, apalagi kalo tiba-tiba si Hush Puppy nungguin di samping koper, dan ketahuan membawa barang tanpa dideklarasikan, bisa-bisa stuck di bandara untuk pemeriksaan lebih lanjut atau harus membayar denda yang cukup besar. Bahkan bisa masuk penjara bila benar-benar ketahuan membawa sesuatu yang dilarang.
Declaration Form Australia
Coba perhatikan gambar di atas. Misalkan kita membawa obat-obatan, pertanyaan pertama kita harus mengisi 'Yes'. Begitu juga dengan pertanyaan-pertanyaan lain, sebaiknya diisi dengan sejujur-jujurnya, kalo ga berbahaya, ga bakal ditangkep kok :P.

Biaya hidup, pastinya apa-apa mahal. Lha, air mineral 600 ml aja harganya AUD 3.5 (sekitar 35 ribu rupiah). Untungnya, air dari keran bisa langsung diminum. Makan biasa bisa mencapai AUD 15-20 (sekitar 150-200 ribu rupiah) sekali makan. Biaya penginapan? Jangan ditanya, gw kurang tau, tapi pastinya: MAHAL!

Hari 1: City Tour

City tour. Melihat gereja St Patrick Cathedral, Fitzroy Garden, dan War Museum. Sepanjang perjalanan bisa melihat Royal Exhibition Building, Town Hall, dan bangunan-bangunan lain yang bernuansa coklat. Berhubung hotelnya sangat dekat dengan Chinatown, malam harinya, kita semua kabur ke Chinatown untuk shopping.
Gereja St Patrick Cathedral

War Museum (tampak luar)

Fitzroy Garden

Hari 2: Great Ocean Road

Hari kedua sedikit membosankan. Perjalanan menuju Great Ocean Road memakan waktu 4 jam, dengan jalan yang berliku-liku. Untungnya, kita sedikit dihibur dengan pemandangan pantai, pedesaan, hutan-hutan kecil yang cukup indah.

Sesampainya di lokasi, kita bisa melihat... batu. Hah, seriously? Iya, batu! Tapi bukan batu biasa, batu yang cukup unik, indah, dan natural: London Arch dan The Twelve Apostles.

Pulangnya, hari udah gelap banget. Maklumlah Winter, jam 6 sore sudah segelap jam 8 malam. Dan jam 8 malam bagaikan jam 12 malam. Untungnya kita tidak perlu kembali melewati jalan yang berliku-liku, karena menggunakan highway untuk rute pulang.
Twelve Apostles
BATU!!

Hari 3: Victoria Market, Warrook Cattle Farm, Philip Island

Kalo ada temen mau kemana-mana, apalagi ke luar negri, pasti satu kalimat ini ga pernah kelupaan: 'Jangan lupa oleh-oleh, ya!'. Nah, bagi yang mau beli oleh-oleh, Queen Victoria Market tempatnya. Dari barang-barang yang gw liat sih, oleh-oleh khas Australia itu: lanolin body lotion (paling murah di Chinatown), boomerang (Victoria Market), vitamin-vitamin seperti omega 3, minyak ikan, sampe barang-barang apapun seperti tas anak-anak, jam, gantungan kunci, post card, atau apapun asalkan ada gambar bendera Australia, kangguru atau koalanya *yaelah*.

Abis buang duit a.k.a shopping, kita diajak menikmati nuansa peternakan di Warrook Cattle Farm. Nah di tempat inilah, wish list 'Pengen pegang kangguru' gw tercentang.

 (Pegang kangguru!
Selain pegang kangguru, kita juga diajak melihat gimana anjing gembala mengumpulkan domba-domba untuk balik ke kandang dalam waktu singkat, mencukur bulu domba, dan memerah susu sapi. Mampir ke sini bikin gw inget main Harvest Moon, deh!

Proses pencukuran bulu domba
Puas bermain di peternakan, kita dibawa ke Philip Island Chocolate Factory. Berbeda dengan pabrik coklat kebanyakan, pabrik coklat yang satu ini keren abis! Kita jadi tahu bagaimana pembuatan coklat, serta banyak maket-maket yang dibuat dari coklat. Serunya lagi, ada beberapa mini games yang kalo kita menang, kita bakal mendapatkan token, yang bisa ditukar dengan coklat asli! Nyam nyam.

Kekenyangan makan coklat, kita langsung menuju kebun anggur, di mana kita disuguhi beberapa macam wine, dan diajari bagaimana cara membedakan wine yang enak dan yang tidak begitu enak. Daaann, gw jatuh cinta sama white wine 'Sauvignon Blanc' nya. Soal red wine, red wine di Italia yang dulu gw coba, masih jauh lebih enak.

Phillip Island Vineyard & Winery
Pukul 5.30 sore, sudah waktunya pulang para penguin pulang ke rumah. Eits, penguin? Yap! Philip Island itu pulau di mana para penguin terkecil sedunia, dilindungi dan dipelihara dengan baik di Australia. Saat gw ke sana, ada 197 ekor penguin totalnya.

Sekitar pukul 6 sore, mereka berjalan pulang dari pantai ke rumah masing-masing. Beberapa dari mereka rumahnya cukup jauh (apalagi untuk badan berukuran mini seperti mereka). Makanya ga mengherankan kalo sebagian dari mereka, suka berhenti di tengah jalan hanya untuk bengong istirahat, dan ada pula yang kesasar! Gara-gara 2 ekor penguin kesasar-yang-mau-nyebrang-jalan-tapi-takut-karena-banyak-orang ini, kita semua di stop sekitar 10 menit an. Presiden mau nyebrang jalan aja kalah VIP nya deh! Sayangnya, pukul 6 sore sudah agak gelap, dan kita tidak diperbolehkan mengambil gambar ataupun video karena lampu flash nya membuat si penguin takut.

Penguin pulang rumah (Sumber: http://phillipislandwines.com.au)

Hari 4: Sovereign Hill

Sovereign Hill
Bosan dengan nuansa pedesaan, hari keempat ini, kita dibawa ke suasana tahun 1850an. Jaman di mana para buruh emas bekerja di bawah tanah untuk mencari emas. Yap, Sovereign Hill - Ballarat, tempatnya, 2 jam perjalanan dari Melbourne via bus.

Sovereign Hill di-design sedemikian rupa sehingga keadaan di sana benar-benar mirip dengan keadaan di tahun 1850an. Buat yang ke sana, wajib banget ikut  ‘Journey through the Labyrinth of Gold’ yang bisa membawa kalian ke bawah tanah. Di bawah sana, kalian bisa melihat benda-benda dan peralatan yang masih lestarikan, seperti underground tunnel, lift manual, dan emas yang terkandung di dalam tanah, bahkan batangan-batangan emas asli, supaya para pengunjung bisa benar-benar merasakan bagaimana situasi buruh emas pada jaman dulu.

Pintu masuk menuju tambang emas
Emas
Semuanya emas asli!
Belum puas dengan semua itu, kita masih dibawa ke Gold Museum, di mana kita bisa melihat bongkahan-bongkahan emas yang lebih besar lagi.

Sorenya, setelah silau dengan emas, kita kembali ke Melbourne untuk shopping di Direct Factory Outlet. Soal harga, untuk brand asli Australia seperti Cotton On, Billabong, Rip Curl, Quick Silver, memang jauh lebih murah. Tapi sisanya, harganya sedikit lebih mahal dibanding harga di Indonesia.

Malemnya, kita diberi kesempatan untuk ke Crown Casino, mempertaruhkan peruntungan kita.

Hari 5: Last Minute Shopping

Hari terakhir, ga ada rencana apa-apa selain ke bandara. Last minute shopping dan bengong-bengong di ruang tunggu bandara. Hoaamm... Duduk di pesawat 8 jam lagi, deh.

Overall

Total biaya untuk tur sekitar 19 juta rupiah, termasuk tiket pesawat, penginapan 4 malem di hotel bintang 4, makan dan minum (full dan dijamin kekenyangan tiap makan), dan tiket masuk ke berbagai objek wisata. Untuk belanja sendiri dan oleh-oleh, sekitar 2-3 juta pun sudah lebih dari cukup, kecuali mau belanja gila-gilaan.

Kalo ada yang nawarin mau ke Melbourne lagi atau ga? Mungkin gw bakal mikir lima kali buat ngejawab 'iya'. Kotanya agak membosankan, ga ada kehidupan malam kecuali bar dan club malam. Toko-toko rata-rata tutup pukul 6 - 7 sore. Udah gitu biaya hidupnya pun ga murah. Mungkin kalo ke Australia lagi, mending ke Sydney atau New Zealand.


Next destination, ke Jepang atau Korea kali, ya? Denger-denger asik, tuh!
( ) Jalan-jalan ke Jepang atau Korea. --> Doakan secepatnya bisa dicentang :)

0 comments:

Post a Comment