Saturday, January 23, 2016

Singapore Employment Pass

Akhirnya, setelah hampir 3 minggu menunggu, Singapore Employment Pass gw di approved juga! Terima kasih buat semuanya yang sudah membantu baik dalam bentuk doa, kata-kata motivasi, tenaga, ataupun waktu. Really appreciate it!

Kali ini, gw mau menjelaskan proses aplikasi Singapore Employment Pass. Tentunya, sebelum memulai proses ini, kamu harus sudah mendapatkan tawaran pekerjaan dulu di Singapore. Buat yang lagi nyari kerjaan, coba daftar di situs-situs pencari kerja seperti Monster, jobstreet, jobscentral, atau sejenisnya.

Balik lagi ke topik, secara garis besar, begini tahap-tahapnya pembuatan Singapore Employment Pass:
  1. Start Application
  2. In-Principle Approval
  3. Notification Letter
  4. Card Registration
  5. Work Pass Card

1. Start Application

Inilah titik awal di mana pembuatan Employment Pass (EP) / S Pass kamu dimulai. Setelah employer kamu mulai menyerahkan semua dokumen untuk Employment Pass ke MOM, kamu bisa mengecek statusnya sendiri secara online di website Ministry of Manpower (MOM) Singapore.

Proses ini biasanya memakan waktu 1-8 minggu. Gw sendiri, EP di-approved 13 hari kerja setelah date of application. Sedangkan Mr Hamburger,  yang juga ikut pindah ke Singapore, 14 hari kerja.

2. In-Principle Approval

Setelah 1-8 minggu, kalo semuanya lancar, status EP kamu bakal berubah menjadi 'Approved'. Selamat!! Pada tahap ini, employer kamu akan mengirimkan In-Principle Approval Letter (IPA). Cek baik-baik data yang ada di sana dan pastikan data diri kamu benar dan gaji juga sesuai persetujuan. IPA ini harus kamu print dan harus kamu bawa saat melewati imigrasi Singapore.

Selain sebagai bukti bahwa kamu masuk ke Singapore untuk bekerja, IPA juga berfungsi sebagai single entry visa. Kita sebagai orang Indonesia memang tidak butuh visa, namun beberapa negara asing membutuhkan visa untuk masuk ke Singapore. IPA hanya berlaku selama 6 bulan, artinya, dalam waktu 6 bulan, kamu harus segera melapor ke MOM untuk mendapatkan Work Pass Card.

3. Notification Letter

Warga negara asing yang memasuki Singapore diwajibkan mengisi kartu kedatangan seperti yang terlihat di gambar berikut:
Disembarkation / Embarkation Card

Saat di imigrasi, kamu harus menyerahkan IPA dan kartu imigrasi di atas kepada petugas imigrasi. Halaman pertama dan kedua dari kartu imigrasi, akan disimpan oleh petugas. Sedangkan halaman ketiga dan IPA kamu akan dikembalikan padamu. SIMPAN HALAMAN KETIGA KARTU IMIGRASI INI BAIK-BAIK.

Selanjutnya, datanglah ke kantor dengan membawa passport aslimu dan halaman ketiga kartu imigrasi tadi. Ikutin aja apa yang diminta oleh employer-mu. Gw sendiri hanya perlu menanda-tangani Declaration Form, yang intinya gw menyatakan kalo gw tidak sedang menderita / tidak pernah menderita HIV, AIDS, dan TBC; serta setuju untuk memberikan informasi apapun yang diperlukan oleh MOM. Sebagian mungkin harus melaksanakan Medical Check-Up, semua tergantung permintaan dari MOM dan biasanya sudah tertulis di dalam IPA.

Kemudian employer akan memberimu Notification Letter dan segala dokumen yang perlu kamu bawa ke kantor MOM, seperti pasport, IPA, kartu imigrasi, dan declaration form yang sudah ditandatangani olehmu dan oleh pihak employer. Daftar dokumen yang harus kamu bawa tercantum di halaman kedua Notification Letter.

4. Card Registration

Paling lambat, dua miggu setelah kamu mendapatkan Notification Letter, kamu harus segera melakukan Card Registration di kantor MOM. Kalo tidak, EP mu akan dibatalkan.

Setelah semua dokumen siap, buatlah appointment dengan MOM secara online melalui link INI. Datanglah pada tanggal dan waktu yang telah kamu pilih dengan membawa semua dokumen untuk pengambilan foto dan sidik jari.

Berdasarkan pengalaman gw, kamu boleh saja datang 1 jam lebih awal. Kalo sepi, bisa langsung dilayani. Gw sendiri di kantor MOM kurang dari 10 menit dan semua sudah selesai. Mereka kerjanya cepat dan tidak bertele-tele.

Setelah selesai, mereka akan mengambil semua dokumen yang kamu bawa, kecuali passport, IPA, dan Notification Letter. Mungkin ada yang bertanya, "Lho, terus kalo kartu imigrasinya diambil, gw ga bisa keluar dari Singapore sampe Work Pass Card gw jadi, donk?" Tenang saja, berbekal Notification Letter, kamu sudah boleh bekerja dan juga keluar masuk Singapore sebelum Work Pass Card kamu jadi, asalkan Notification Letter kamu belum expired.

Notification Letter ini sendiri berlaku sampai 1 bulan dari tanggal pengeluaran, waktu yang lebih dari cukup untuk menunggu MOM mengeluarkan Work Pass Card.

5. Work Pass Card

Empat sampai lima hari kerja setelah kamu menyelesaikan proses Card Registration, MOM akan mengirimkan Work Pass Card kamu ke kantor. Inilah akhir dari proses pembuatan Employment Pass.

Selamat, kamu resmi menjadi pekerja asing yang legal di Singapore!! Work Pass Card ini akan menjadi KTP-mu selama di Singapore, yang bisa kamu gunakan sebagai tanda pengenal, membuka rekening bank, keluar masuk Singapore dengan lebih leluasa, menggunakan auto gate di bandara, dan sebagainya.
Work Pass Card / Employment Pass Card

Frequently Asked Questions (FAQs) and Answers

Selama proses pembuatan Employment Pass (EP), banyak sekali pertanyaan yang timbul di benak gw, seperti pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Barangkali ada yang punya pertanyaan-pertanyaan serupa, semoga jawaban gw bisa membantu.

Apakah perbedaan Employment Pass (EP) dan S Pass?
Ada banyak tipe visa kerja Singapore, tapi yang gw sering denger cuma 2: EP dan S Pass. S Pass itu untuk skilled and semi-skilled workers dengan gaji minimum SGD 2.200 per bulan. Sedangkan EP itu untuk professionals dengan gaji minimum SGD 3.300 per bulan. *Oops, ketauan deh kalo gaji gw di atas SGD 3.300*
Gw sendiri belum begitu paham apa keuntungannya EP dibanding S Pass, mungkin berpengaruh kalo kamu mau jadi Permanent Resident. Yang gw tau sekarang, pemegang EP dengan gaji minimum SGD 5.000 ke atas, bisa memperoleh Dependant's Pass, artinya bisa membawa serta pasangan dan anak yang berumur kurang dari 21 tahun untuk ikut tinggal di Singapore. Untuk yang mau membawa serta orang tua, gaji minimumnya adalah SGD 10.000 per bulan.
Apakah gw mempunyai kualifikasi yang cukup untuk mendapatkan EP atau S Pass?
Silakan cek di SINI.
Berapa lamakah proses pembuatan Employment Pass (EP)?
Berkisar antara 1-8 minggu. Gw sendiri approved setelah 13 hari kerja.
Selama proses pembuatan EP, bolehkah gw dateng ke Singapore?
Boleh-boleh saja.
EP gw statusnya 'Pending inputs from vetting agencies. Expected outcome is 2 months from the Date of Application', apa maksudnya?
Status EP gw dari Pending ➾ Pending inputs from vetting agencies Approved. Stuck di status 'Pending inputs from vetting agencies' sekitar 10-11 hari kerja.
Yang gw denger, kalo universitasmu tidak tercantum di SINI, MOM akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Status 'Pending inputs from vetting agencies' itu berarti MOM sedang melakukan pengecekan terhadap pihak kampus, untuk memastikan bahwa kamu benar-benar mahasiswa di sana, CGPA (kalo di Indonesia lebih dikenal dengan nama IP) yang tercantum benar, dan ijazahmu asli. Lamanya proses ini biasa tergantung dari pihak kampus / universitasmu. Berdoa saja mereka merespon dengan cepat.
Apa yang harus gw lakukan kalo status EP gw 'Pending inputs from vetting agencies'?
Cukup menunggu dan berdoa.
Setelah EP gw di-approved, gw harus ngapain?
Employer-mu akan mengirimkan In-Principle Approval (IPA) Letter. Kamu cukup nge-print surat ini dan menunjukkannya ke petugas imigrasi saat memasuki Singapore. Setelah itu, datanglah ke kantormu sambil membawa passport asli dan kartu imigrasi. Employer-mu pasti tahu apa yang harus kamu lakukan setelah itu.
Apa itu In-Principle Approval (IPA)?
Selain sebagai bukti bahwa kamu masuk ke Singapore untuk bekerja, IPA juga berfungsi sebagai single entry visa.
Apakah gw harus terbang menuju Singapore dari Indonesia?
Tidak. Dari negara mana saja tidak masalah.
Apakah gw harus medical check-up?
Tergantung permintaan dari MOM. Biasanya tertulis di dalam IPA apa kamu harus medical check-up atau tidak. Kalau tidak, kamu hanya perlu menandatangani declaration form yang menyatakan kalo kamu tidak menderita HIV, AIDS, dan TBC.
Declaration Form nya dapet dari mana?
Pihak MOM sudah mengirimkannya ke employer kamu, pada waktu yang bersamaan dengan IPA kamu.
Bolehkah gw medical check-up di luar Singapore?
Tergantung tipe visa nya. Ada yang boleh, ada yang tidak. Kalopun boleh, yang dites harus memenuhi syarat. Kalo ga salah, mereka nge-test HIV, TBC, Malaria, dan Syphilis.
Supaya aman, kalo memang diharuskan medical check-up, lebih baik medical check-up di Singapore saja, dokter sana pasti sudah terbiasa dan lebih tahu apa yang harus dilakukan.
Setelah gw punya IPA, bolehkah gw masuk ke Singapore sebagai turis untuk sekedar berlibur atau mencari tempat tinggal?
Boleh. Kalo memang niatnya mau berlibur, saat masuk imigrasi, tidak perlu menunjukkan IPA.
Setelah gw dapet Notification Letter, apa yang harus gw lakukan?
Dalam waktu kurang dari 2 minggu, segera buat appointment dengan MOM secara online di SINI. Datang ke kantor MOM pada tanggal dan waktu yang disepakati untuk pengambilan foto dan sidik jari. Jangan lupa membawa semua dokumen yang dibutuhkan, seperti yang tertulis di halaman kedua Notification Letter.
Bolehkah gw bekerja atau keluar masuk Singapore sebelum Work Pass Card gw jadi?
Boleh, asalkan Notification Letter masih berlaku.
Bolehkah gw bekerja sebelum mempunyai Notification Letter?
Tidak boleh.
Employment Pass gw di-reject. Gimana, donk?
Wah, maaf sekali, kalo soal ini gw ga bisa membantu. Mungkin bisa meminta employer kamu untuk menanyakan alasannya dan mengajukan appeal.
Buat para pembaca yang sedang gundah gulana menunggu Employment Pass-nya di approve, tunggu aja dengan sabar dan banyak-banyak berdoa!
Thursday, January 14, 2016

Jalan-Jalan Terus: Macau, Las Vegas nya Asia!

Hai semuanyaaa... Gw baru aja pulang dari jalan-jalan gw ke Hong Kong dan Macau!

Sebelumnya, sekedar informasi, daftar perjalanan yang akan gw share di sini itu termasuk super santai karena gw jalan-jalan dengan keluarga besar beserta 2 orang anak kecil. Walaupun udah super santai, beberapa hal tetap berjalan sesuai rencana. Never mind, gw tetap akan share itinerary gw yang asli. Gw yakin, kalo kalian jalan-jalan dengan grup kecil, semua bakal tetap berjalan sesuai rencana.

Berhubung post nya terlalu panjang, bagian Hong Kong gw akan tulis di post tersendiri, yang bisa dibaca di SINI.

Informasi Umum

Macau mempunyai mata uang sendiri, yaitu Macau Pataca (MOP). Walau begitu, HKD diterima secara luas di sana, dengan rate 1:1, artinya 1 HKD = 1 MOP.

Ada beberapa cara untuk menuju ke Macau dari Hong Kong. Opsi pertama menggunakan pesawat. Opsi berikutnya, yang paling populer, menggunakan ferry. Opsi terakhir, yang tercepat dan termahal, menggunakan Sky Shuttle alias helikopter.

Buat yang penasaran, harga opsi terakhir itu HKD 4.300 (sekitar 7 juta 740 ribu rupiah) per orang, terhitung sangat sangat sangat mahal untuk perjalanan yang hanya memakan waktu 15 menit. Batal deh niat gw naik helikopter. Gw pun memilih naik ferry dari Sheung Wan Station Hong Kong. Meski memakan waktu 35 - 45 menit lebih lama, harganya pun jauuhhh lebih murah,  sekitar HKD 160 - 180 (sekitar 288 ribu - 324 ribu rupiah), tergantung pelabuhan yang dituju dan waktu keberangkatannya.

Yang gw tahu, ada 2 operator utama kapal ferry yang berangkat dari Hong Kong ke Macau: Cotai Water Jet dan TurboJetCotai Water Jet menuju ke bagian bawah Macau: Taipa Ferry Terminal. Sedangkan TurboJet berlabuh di Macau Peninsula: Macau Ferry Terminal. Untuk lebih jelasnya, silakan lihat gambar berikut.
Peta Macau (GraphicMaps.com)

Macau tidak memiliki MTR (kereta dalam kota), transportasi utamanya adalah bus. Walau begitu, tidak perlu terlalu khawatir soal pelabuhan mana yang dituju karena jarak dari Macau ke Taipa hanya 45 - 60 menit menggunakan bus. Udah gitu, banyak hotel-hotel yang menyediakan bus gratis untuk siapa saja.

Soal jadwal kapal juga tidak perlu khawatir, frekuensi ferry dari Hong Kong ke Macau cukup tinggi, hampir setiap 30 menit, dan ferry paling akhir pukul 12 malam.

Hari Pertama Sampai Hari Keempat

Untuk daftar perjalanan gw hari pertama sampai hari keempat di Hong Kong, bisa dilihat di SINI.

Hari Kelima: Ruins of St. Paul's dan City of Dreams

Pagi harinya mengunjungi Ruins of St. Paul'sreruntuhan gereja tua yang dibangun oleh portugis, namun hancur dimakan api pada tahun 1835Di bagian belakang Ruins of St.Paul's terdapat ruangan bawah tanah yang dijadikan Museum of Sacred Art and Crypt. Ruangan ini menyimpan tulang belulang orang suci, lukisan-lukisan, dan benda-benda suci lainnya.
Ruins of St. Paul's
Di dalam Museum of Sacred Art
Crypt
Masih di kompleks yang sama, terdapat juga Monte Forte, yang dulunya merupakan benteng pertahanan yang dibangun Portugis untuk melindugi diri dari serangan Belanda. Kini, selain menjadi bekas benteng pertahanan, lahan yang sama juga dijadikan Museum of Macau.
Museum of Macau
Pemandangan di dalam Museum of Macau
Jaman dulu, pertandingan adu jangkrik sangat populer  dan sangat bergengsi di Macau. Berikut gambar peti mati jangkrik dan jangkrik champion yang diawetkan.
Canon di Monte Forte
---

Sorenya, gw pergi ke City of Dreams yang letaknya di bagian bawah Macau, Taipa. Seperti yang gw jelaskan sebelumnya, ada beberapa bus gratis yang kerjaannya bolak-balik dari kota lama Macau ke Taipa. Umumnya, bus ini dioperasikan oleh hotel-hotel dengan casino-casino mewah di daerah Taipa. Bus ke City of Dreams bisa didapat dari depan Hotel Sintra, 15 menit jalan kaki dari Ruins of St. Paul's.

Satu jam perjalanan tidak begitu terasa karena pemandangan kota Macau yang sangat-sangat megah. Apalagi sesampainya di City of Dreams, hotel-hotel dengan mall dan outlet-outlet mewah pun berjejeran. Semua merek kelas atas pun ada. You name it, they have it! Bahkan banyak sekali merek-merek yang gw ga pernah denger, mungkin saking mewahnya. Gw yang biasanya cuma terpukau sama pemandangan alam, kini turut takjub dengan kemegahan bangunan-bangunan mewah di mana-mana. Apalagi, ketika malam tiba, kota ini menjadi lebih indah dengan nuansa lampu warna-warni berkelap-kelip di mana-mana. Macau bener-bener Las Vegas-nya Asia!!

Sayangnya, agak sulit meng-capture semunya sekaligus dalam 1 foto.
Panorama view yang sedikit gagal. Hehehehe
Salah satu bangunan yang unik adalah mini Venice di dalam The Venetian Hotel Macau. Hotel ini dibuat mirip dengan suasana Venice pada siang yang berawan. Lihat saja, ada gondola beserta gondolier dengan seragam putih-hitam nya. Bedanya dengan Venice yang asli, di sini airnya bersih, dangkal, dan langit-langitnya selalu cerah berawan!
It's always cloudy here!
Gondola di dalam The Venetian Hotel Macau
daann... gw ngeliat mereka masih terus membangun, ada konstruksi di mana-mana. Salah satu yang lagi dibangun adalah Menara Eiffel besar jadi-jadian. The Parisian is coming real soon!!

Ga komplit kalo ke Macau tanpa mengunjungi casino-nya. Sebelum balik ke kota lama Macau, gw masuk ke salah satu casino, yang entah ada di bangunan mana, karena setelah berjalan-jalan beberapa jam, gw udah kehilangan sense of direction, saking besarnya. Tebak apa yang gw liat di casino! Ternyata, ga cuma bangunannya yang bikin gw terpukau, tapi orang-orangnya juga bikin mata gw terbelalak. Bayangin aja, mereka sekali main rata-rata memasang taruhan MOP 20.000 (sekitar 36 juta rupiah)!!! WHAT!! TIGA PULUH ENAM JUTA RUPIAH DIPERTARUHKAN GITU AJA?! Bahkan kata papa gw, ini belum seberapa, dia pernah pergi sama temannya yang punya akses ke ruangan VIP. Di ruangan VIP, sekali bertaruh bisa miliaran. Gila!! Gimana cara mereka dapet duit segitu banyak, sih?!

Akhirnya, setelah puas berjalan-jalan di daerah Taipa, gw balik ke kota lama Macau untuk kembali ke hotel dan beristirahat.

Ternyata, ga di kota lama, ga di Taipa, lampu warna-warni tetap di mana-mana.
Macau Light Festival 2015

Hari Keenam: Macau Giant Panda Pavilion

Paginya, gw mengunjungi Macau Giant Panda Pavilion, yang juga terletak di Taipa. Ini bukan pertama kalinya gw ngeliat panda. Sebelumnya, gw udah pernah melihat panda di Zoo Negara Malaysia. Berhubung ini bukan yang pertama kalinya gw ngeliat panda, jadi gw ga perlu cerita panjang lebar lagi. Bedanya, ngeliat panda di sini murah sekali, hanya MOP 10 (sekitar 18 ribu rupiah), selama 1 jam. Puas deh, liat panda!

Tapi buat kalian yang berencana mengunjungi Ocean Park di Hong Kong, gw sarankan ga perlu ke sini. Di Ocean Park juga ada panda, kok.
Wefie sama panda yang lagi sibuk makan
Sorenya, kita menuju ke ferry terminal dan balik ke Hong Kong untuk berbelanja. Kisah jalan-jalan gw di Hong Kong pun berlanjut di SINI.

Good bye, Macau!
Sunday, January 10, 2016

Jalan-Jalan Terus: Hong Kong, Kota Megapolitan

Hai semuanyaaa... Gw baru aja pulang dari jalan-jalan gw ke Hong Kong dan Macau!

Sebelumnya, sekedar informasi, daftar perjalanan yang akan gw share di sini itu termasuk super santai karena gw jalan-jalan dengan keluarga besar beserta 2 orang anak kecil. Walaupun udah super santai, beberapa hal tetap berjalan sesuai rencana. Never mind, gw tetap akan share itinerary gw yang asli. Gw yakin, kalo kalian jalan-jalan dengan grup kecil, semua bakal tetap berjalan sesuai rencana.

Berhubung post nya terlalu panjang, bagian Macau gw akan tulis di post tersendiri, yang bisa dibaca di SINI.

Informasi Umum

Hong Kong memiliki 303 gedung pencakar langit, yang menjadikannya kota dengan gedung pencakar langit terbanyak di dunia, mengalahkan kota New York yang hanya memiliki 237 gedung pencakar langit.

Flight dari KL - Hong Kong memakan waktu 4 jam, sementara kalo dari Indonesia memakan waktu 5 jam. Biar ga salah kostum, sebulan sampai seminggu sebelum hari keberangkatan, gw terus memantau suhu di Hong Kong. Suhu diperkirakan berkisar 17 - 22 derajat Celcius. Namun ternyata, begitu gw tiba di sana, suhu aslinya 11-15 derajat Celcius. OMG! Alam memang selalu sulit diprediksi.

Lamanya liburan gw 8 hari 7 malem, tapi 1 hari gw pake buat dateng ke acara Buddhist di Hong Kong Expo. Total biaya diperkirakan sekitar 10 juta rupiah per orang, termasuk makan, tiket pesawat dan akomodasi.

Penginapan di Hong Kong rata-rata super mini dan mahal. Ukuran kasur pun tidak standard. Temen gw pernah menginap di salah satu hotel yang kasurnya sangat pendek, sampai-sampai kaki tidak bisa lurus saat tidur. Padahal dia sendiri ga tinggi-tinggi banget, cuma sekitar 170 cm.

Gw sendiri menginap di salah satu hotel daerah Tsim Sha Tsui (TST) yang lokasinya 5 menit jalan kaki dari Tsim Sha Tsui station. Hotelnya super kecil, namun harganya lumayan mahal, triple room sekitar 800 ribu per malam. Panjang kasurnya? Pas-pas an sama tinggi badan gw yang ga nyampe 170 cm. Belom lagi toiletnya, klosetnya mepet banget sama tembok di depannya, jadi kalo mau duduk di kloset harus miring.

Hampir semua tempat wisata di Hong Kong serba mahal. Sekali makan di restoran pinggir jalan aja bisa abis HKD 60 (110 ribu rupiah) - HKD 100 (180 ribu rupiah), tidak termasuk minum. Nasi putih aja harganya berkisar HKD 10 - 15 (18 ribu - 27 ribu rupiah) sepiring. Gw pertama kali beli nasi putih sampe shock. Kalo mau makan yang agak murah, sebaiknya cari fast food seperti KFC atau McDonald.
Info ga penting: Di sini kalo makan KFC dikasih sarung tangan plastik biar ga repot cuci tangan =D
Untuk transportasi, pilihan paling murah (walau ga murah-murah banget) adalah bus atau MTR (Mass Transit Railway), sama seperti MRT nya Singapore. Hampir semua objek wisata bisa dijangkau dengan bus atau MTR. Saran gw, supaya lebih praktis, belilah kartu Octopus. Kartu ini bisa digunakan untuk bus dan MTR di seluruh Hong Kong.

Kartu Octopus bisa dibeli di bandara dan semua MTR station. Harga tiket orang dewasa HKD 150 (HKD 100 balance dan HKD 50 untuk deposit). Jangan khawatir dengan harganya yang lumayan mahal, karena balance dan uang deposit bisa dikembalikan. Tapi berdasar pengalaman gw 6 hari di Hong Kong, HKD 100 itu kurang. Untuk isi ulang, bisa menggunakan mesin di MTR station atau di 7 eleven terdekat. 

Hari Pertama: Tsim Sha Tsui

Tiba di bandara dan langsung menuju ke hotel. Setelah itu menyaksikan A Symphony of Lights pada pukul 8 malam di Tsim Sha Tsui (TST) Promenade. Pertunjukkan ini tercatat sebagai 'The World's Largest Permanent Light and Sound Show' dalam Guinness World Records.

Zebra cross super panjang. Puluhan orang sudah siap mau menyebrang di pertigaan TST
Situasi TST di malam hari

Hari Kedua: The Garden of Star dan The Peak

Berjalan kaki 10 menit dari East TST station, gw tiba di The Garden of Star (Avenue of Stars). Penggemar film China mungkin menyukai tempat ini, gw sendiri, bengong ga ngerti ini film apaan.

Entah film apaan
Seenggaknya gw tau ini Bruce Lee
It's a match!

---

Siangnya, gw ke The Peak, tempat wisata yang terletak di kawasan tertinggi di Hong Kong. Untuk menuju ke sini sendiri gw naik The Peak Tram dari Central MTR station. The Peak Tram merupakan salah satu transportasi legendaris kota Hong Kong yang sudah berusia lebih dari seratus tahun.
The Peak Tram
Perjalanan menuju The Peak
The Peak
Di atas sana, gw juga mengunjungi Madame Tussauds, museum lilin yang juga terletak di kompleks The Peak. Ternyata, ada patung lilin Ir. Soekarno alias Bung Karno juga di sana!
Berpose dengan Bung Karno
Lady Diana
Marilyn Monroe
NOOOOO!!
Pintu ke mana saja!

Hari Ketiga: Asian World Expo

Seharian ga kemana-mana selain ke Asian World Expo di bandara Internasional Pulau Lantau untuk menghadiri Upacara Agung Argam Puja Raja Pundarika.

Hari Keempat: Ngong Ping Village

Mengunjungi Ngong Ping Village, salah satu tempat wisata di Pulau Lantau, Hong Kong. Dari Tung Chung MTR Station, Ngong Ping Village bisa dicapai dengan bus atau cable car. Walaupun lebih mahal, gw memilih Ngong Ping Cable Car, supaya bisa melihat keindahan kota Hong Kong dari ketinggian.

Untuk cable car, terdapat 2 tipe kabin, normal cabin dan crystal cabin (yang bawahnya kaca transparan). Harga crystal cabin HKD 255 (sekitar 459 ribu rupiah) per orang, jauh lebih mahal dibanding normal cabin yang hanya HKD 165 (sekitar 297 ribu rupiah) per orang. Lamanya perjalanan menggunakan cable car sekitar 30 menit, waktu yang cukup lama buat orang yang takut ketinggian.

Ngong Ping 360 normal cabin
Di dalam Crystal Cabin Ngong Ping 360. Yang takut ketinggian, beli yang normal cabin aja, ya :D (jasonnoble1, 2013)
Perjalanan menuju Ngong Ping Village

Atraksi utama di Ngong Ping Village adalah  Po Lin Monastery dan Tian Tan Buddha (The Big Buddha).
Make a wish (By the way, itu gw cuma minjem papan wish orang buat foto =P)
Berkabut tebal. Uuh!
The Big Buddha yang juga ga begitu keliatan karena berkabut

Sorenya, gw pergi ke Macau dengan menggunakan ferry. Ferry bisa didapat dari Sheung Wan Station. Ulasan lengkap perjalanan gw di Macau bisa dibaca di SINI.

Hari Kelima: Macau

Seharian gw habiskan di Macau. Untuk daftar perjalanan gw hari kelima, bisa dibaca di SINI.

Hari Keenam: Mong Kok

Paginya, gw masih berada di Macau untuk mengunjungi Macau Giant Panda Pavilion. Kisah lengkapnya bisa dilihat di SINI.

Sorenya, begitu tiba di Hong Kong, gw menuju ke kawasan Mong Kok untuk berbelanja. Di kawasan ini ada banyak pusat perbelanjaan, dari yang mahal seperti Langham Place sampai yang murah seperti Ladies Market. Ladies Market ini mirip seperti Chinatown, cocok banget buat beli oleh-oleh. Namun, mesti jago nawar kalo mau mendapatkan harga yang murah.

Hari Ketujuh: Ocean Park

Seharian bermain di Ocean ParkWalaupun namanya Ocean Park, namun ternyata tempat ini menawarkan sesuatu yang lebih dari sekedar ocean. Memang atraksi utamanya adalah air dan hewan-hewan laut seperti ikan hiu, ikan pari, lumba-lumba, singa laut, dan sebagainya. Di samping itu, Ocean Park adalah wahana bermain yang menyenangkan dan edukatif. Ada taman-taman, permainan-permainan ekstrim, dan ada binatang-binatang yang ga pernah kita liat di Indonesia, seperti panda, koala, wallabies, arctic foxpenguin, dan lainnya! Sebenernya, agak menyesal juga kemarin pergi ke Macau Giant Panda Pavilion. Kalo tahu di sini ada panda, mending gw pake waktu setengah hari itu buat menjelajah tempat lain. Ah, sudahlah.
Amazing Asian Animals theme di dalam Ocean Park
Red Panda di Ocean Park. Dia lagi marah karena ada pengunjung teriak-teriak, bikin dia kaget dan terbangun dari tidurnya. Dan paaasss banget gw dapet fotonya. Tapi dia tetep unyu banget! Gw mau pelihara satu pleaseeee =D
Chinese Giant Salamander. PS: Ini bukan batu!
Waterfront Station
Cable Car
Grand Aquarium
Dolphin show
Ngantri naik cable car menuju kawasan dekat pintu keluar.
Symbio Night Show

Hari Kedelapan: Pulang

Hiks, ini hari terakhir liburan gw ke Hong Kong. Paginya cuma berjalan-jalan di sekitar TST dan siangnya langsung ke bandara.

Oh iya, sebelum pulang, jangan lupa untuk refund kartu Octopus kalian, ya! Ada counter-nya kok, di bandara.


Good bye, Hong Kong! 
Sunday, January 3, 2016

Lika-Liku Software Engineer: Interview Ala Microsoft

Selama berkarir di dunia IT, gw tentunya sangat familiar dengan proses interview untuk software engineer. Proses interview memang beraneka ragam, tapi biasanya sangat standard: duduk, ngerjain tes tertulis, interview lisan, dan pulang, seperti yang pernah gw ceritakan di post Perjuangan Mencari Kerja.

Namun suatu hari, gw dapet panggilan interview dari salah satu perusahaan di Singapore, yang memiliki style interview yang unik. Style unik berasal dari sang CTO (Chief Technology Officer), berkewarganegaraan Canada, yang pernah bekerja di Microsoft selama kurang lebih 15 tahun. Dia ikut andil dalam pembuatan Microsoft Windows 98, Windows XP, sampai ke SQL Server 2012.

Ketika gw tanya kenapa dia keluar dari Microsoft, dia menjawab kalo dia bisa balik ke Microsoft kapanpun dia mau, tapi sekarang dia mau pensiun dini. Eeehh apa daya, salah satu temannya yang juga warga negara Canada, baru saja membuka cabang di Singapore dan meminta bantuan dia buat memimpin technical team-nya.

Singkat cerita, tibalah gw di situ, bertemu dengannya untuk interview. Dia bilang dia biasa meng-interview para kandidatnya dengan 'Interview Ala Microsoft', cuma versi lebih gampang aja. Karena kalo terlalu susah dan surprisingly gw berhasil menjawab, gw kerjanya di Microsoft, bukan di kantor ini. Orang-orang mungkin lebih mengenal style interview ini dengan sebutan 'Whiteboard Interview'.

Whiteboard interview (Startup Helium, 2015)
Interview-nya face to face, perorangan, tipikal interview IT pada umumnya. Bedanya, tidak ada tes tertulis atau tes langsung di komputer yang harus dikerjakan.

Seperti biasa, awalnya dia mempersilakan gw duduk dan memperkenalkan diri dulu. Kemudian meminta gw menjelaskan pengalaman dari technical skill yang gw cantumkan dalam resume, seperti berapa lama pengalaman gw di C#, Java, SQL, dan lainnya; projek apa yang gw bikin pake C#, Java, dan lainnya.

Kemudian dia bertanya tentang perusahaan gw yang sekarang, kerjanya ngapain, role and responsibility nya apa, ikut andil di projek apa aja, tiap projek biasanya tim nya berapa orang, pembagian tugasnya gimana, apa yang dikerjakan oleh anggota tim yang lain, relasi sama teman satu tim gimana, relasi dengan atasan gimana, dan lainnya.

Setelah sepuluh menit wawancara lisan, barulah dia mulai technical test. Dia memberikan gw beberapa sepidol dengan warna yang berbeda-beda. Dia sendiri juga memegang sepidol dengan warna yang berbeda-beda, sehingga masing-masing dari kita mempunyai sepidol berwarna-warni sendiri-sendiri. Sesi pertanyaan pun dimulai. Pertanyaan meliputi:

  1. SQL Server dan Database Design.
  2. Programming.
  3. Tes logika.

Jumlah pertanyaan bervariasi, soalnya juga berbeda-beda tiap kandidat, karena fresh dari otaknya saat itu juga. Gw tahu hal ini karena salah satu temen gw juga pernah interview di sana dan kemudian merekomendasikan gw. Pertanyaan yang temen gw dapet, berbeda dengan pertanyaan yang gw dapet.

Setiap sesi cuma ada 1 pertanyaan, kecuali soal logika yang terdiri dari 2 pertanyaan, sehingga totalnya ada 4 pertanyaan. Tapi, dia bakal menanyakan setiap pertanyaan sampai detail, dan dia meminta gw menjawab dengan berbagai cara yang berbeda-beda. Jadi, walaupun pertanyaannya cuma 4 nomer, tapi nomer 1 nya aja udah ada 1a, 1b, 1c, 1d, dan seterusnya sampai dia puas.

Sesi test dimulai dari SQL dan database design. Dia bikin case study dan nyuruh gw bikin database design buat case study tersebut. Setelah selesai men-design, dia bakal nanya gimana cara dapetin data untuk function tertentu. Awalnya gampang banget, cuma butuh 1 table sama 1 select statement doank. Abis itu baru requirement dari case study-nya jadi makin kompleks, jumlah table bertambah, bikin query-nya pun makin rumit.

Bagian programming juga dimulai dari pertanyaan paling gampang, contohnya bagaimana cara membat fungsi X tanpa meggunakan built-in library. Setelah gw tulis code-nya di papan tulis, terus dia bakal bilang: Gimana cara mempersingkat iterasinya? Begitu gw ganti code-nya buat memenuhi kriteria baru, dia bakal nanya lagi: Gimana kalo ga pake loop? Gimana kalo ga pake ini itu? Gimana kalo cuma boleh 1 line? Dan 'gimana kalo' lainnya...

Terakhir adalah tes logika. Tes logika kali ini adalah tes logika murni tanpa embel-embel programming atau database. Buat gw yang hobi bacain ridde dan penggemar puzzle matematika, tes logika kali ini bisa dibilang ga begitu susah, cuma memang lebih tricky dibanding tes logika di perusahaan-perusahaan lain yang gw tahu.

Lamanya technical test 1,5 jam. Saat interview, dia selalu meminta gw untuk 'think out loud' alias mikir sambil ngomong. Dia bilang sendiri kalau benar atau salahnya jawaban gw, itu urusan kedua. Yang dia prioritaskan bukan jawaban gw, tapi proses berpikir, proses berkomunikasi, dan bagaimana cara gw berdiskusi / bekerja sama dengan dia untuk menyelesaikan masalah. Gw sendiri beberapa kali stuck di tengah-tengah dan baru bisa menjawab setelah diberi clue. Walau begitu, tetep aja gw keterima! Yay!

Menurut gw, interview ala Microsoft atau whiteboard interview ini jauh lebih efektif dibanding tes tertulis. Untuk tes tertulis, penilaiannya murni berdasar benar atau salahnya jawaban kandidat, tanpa tahu bagaimana proses berpikir mereka. Para kandidat juga bisa saja mencari jawaban lewat Google, karena biasanya tes dilaksanakan di ruang terpisah dengan pengawasan yang minim.

Balik lagi ke pertanyaan interview, di antara ketiga sesi tersebut, pertanyaan tentang database yang paling susah. Interview lain biasanya cuma nanyain select-insert-update-delete query yang simpel atau nanyain cara kerja index. Sebelumnya, gw sama sekali ga pernah merasa kesulitan menjawab test tentang database. Sedangkan kali ini, gw disuruh men-design database untuk sistem tertentu dengan requirement tertentu. Setelah design database selesai, dia bakalan nanya gimana cara dapetin select query untuk function tertentu, seperti yang udah gw jelasin di atas. Dan... gw sempat berdiam diri 5 menit cuma buat mikir.

Mungkin memang dia sengaja kasih pertanyaan yang susah karena dia liat gw punya sertifikat Microsoft, dan dia sendiri ikut andil dalam pembuatan SQL Server. Dia mengaku kalo dia sangat-sangat-sangat familiar sama semua yang berhubungan sama SQL dan database. Dia bahkan bilang kalo dia yang men-design sertifikat Microsoft yang gw pegang saat itu.

Salutnya, walaupun dia jenius, dia tetep ramah, fun banget, dan ga pelit ilmu. Kadang agak kocak juga. Sama sekali jauh dari tipikal orang yang sombong atau bossy. I've found another great mentor to learn from!

No I'm not lucky, I'm blessed!