Sunday, April 26, 2015

Lika-Liku Software Engineer: Berurusan dengan Pajak

Sistem pajak di Malaysia sudah terintegrasi dengan baik dan semua bisa diakses secara online. Setiap bulan Maret-April, semua warga negara Malaysia yang sudah berpenghasilan atau non-warga negara yang bekerja di Malaysia, diwajibkan mendeklarasikan pendapatannya.

Untuk bisa mengakses sistem pajak, setiap individu harus mendaftarkan diri di Lembaga Hasil Dalam Negri Malaysia (LHDNM). Setelah registrasi, pihak LHDNM akan mengirimkan surat berisi nomer registrasi pajak. Nomer itu sebaiknya diserahkan kepada Human Resource Department, mereka akan memastikan agar setiap bulan kita membayar pajak.

Memasuki bulan Maret, LHDNM pun membuka kesempatan untuk mendeklarasikan pendapatannya, atau yang juga dikenal dengan e-filing. Untuk bisa melakukan e-filing, kita harus memiliki nomer PIN. Nomer PIN bisa didapat dengan mendaftarkan diri di kantor LHDNM atau mengirimkan permintaan via email. E-filing harus dilakukan paling lambat akhir April setiap tahunnya.

Kenapa harus mendeklarasikan pajak? Berikut alasannya:
  • WAJIB! Beberapa temen gw pernah kena denda yang cukup besar karena tidak mendeklarasikan pajaknya selama beberapa tahun. Denda nya jauh lebih besar dari pajak yang seharusnya dia bayar. 
  • Tax refund! Yap, ini poin paling penting. Biasanya, pemerintah atau perusahaan akan memotong gaji untuk membayar pajak lebih besar dari yang seharusnya. Dengan mendeklarasikan pendapatan kita, kita bisa mendapatkan kembali kelebihan pajak yang kita bayar, juga dapat menikmati layanan-layanan bebas pajak.
Setelah mendapatkan PIN, kita bisa login dan memulai mengisi e-filingE-filing terbagi menjadi beberapa bagian.

NotePost kali ini bukan mau menjelaskan tiap poin dalam e-filing. Gw hanya mau berbagi informasi tentang sistem pajak di Malaysia dan pengalaman pertama gw mendeklarasikan pajak. Maka itu, gw tidak akan membahas tiap poin secara detail. Untuk info lebih detail mengenai e-filing, bisa dilihat di website LHDN Malaysia.

Maklumat Individu
Maklumat Individu
Nama, nomer cukai pendapatan, nomer pengenalan dan nomer majikan akan terisi secara otomatis. Pastikan data diri benar dan nomer rekening kita benar sebelum melanjutkan ke bagian selanjutnya.


Pendapatan Berkanun
Pendapatan Berkanun
Pada bagian ini, kita mendeklarasikan pendapatan kita dalam satu tahun, 1 Januari - 31 Desember, tahun sebelumnya. Pendapatan gw di Malaysia itu murni dari gaji dan bonus aja, makanya gw cuma mengisikan kolom 'Pendapatan berkanun penggajian' dengan total gaji + bonus yang gw terima dalam 1 tahun.

Setelah mengisi pendapatan, bagian berikutnya adalah 'Tolak: Jumlah Derma dan Hadiah Yang Diluluskan'. Bagian ini hanya diisi jika kita melakukan donasi ke lembaga-lembaga non-profit, yang terdaftar di Malaysia. Jika kita melakukan donasi, kita biasanya akan menerima kwitansi, simpanlah kwitansi ini sebagai bukti.


Pelepasan Cukai
Pelepasan Cukai
Pelepasan Cukai
Ini bagian yang paling seru. Dalam satu tahun, kita mendapatatkan hak untuk menikmati pelayanan atau membeli peralatan-peralatan di atas. Contohnya, pelayanan kesehatan, pendidikan, pembelian buku, komputer, alat olahraga, dan tunjangan lain. Sekali lagi, simpanlah kwitansi sebagai barang bukti, karena bisa saja sewaktu-waktu mereka meminta kita menunjukkan kwitansi.


Rumusan
Rumusan
Setelah menigisi tiga bagian di atas, bagian terakhir adalah ringkasan dari semuanya. Periksa kembali apakah semuanya benar. Klik teruskan.


Akuan
Akuan
Halaman ini lebih ke konfirmasi dan informasi penting kalau saja kita harus membayar ekstra untuk pajak. Klik 'Tandatangan & Hantar' di bagian bawah untuk menyatakan bahwa data yang kita berikan benar adanya. Setelah itu akan ada halaman pengesahan penerimaan e-BE. Klik 'Simpan & Cetak Pengesahan' dan 'Simpan & Cetak e-BE' untuk referensi kita.
Pengesahan Penerimaan e-BE

Gara-gara berurusan dengan pajak, gw sempat di-interview di kantor LHDNM dan masuk koran. Terus terang, sebenernya gw juga ga begitu ngerti apa yang tertulis di koran itu. Tapi ga apa-apa lah, yang penting eksis :P 
Numpang eksis di koran
Saturday, April 25, 2015

Jalan-Jalan Terus: Menikmati Ketinggian di Petronas Twin Towers dan KL Tower

(Untuk versi bahasa Inggris, klik di SINI. Click HERE for the English version)

Gw suka menikmati pemandangan dari ketinggian. Ke mana-mana, kalo nemu menara yang bisa membawa gw ke atas, gw pasti bakal menyempatkan diri untuk naik. Sejauh ini, gw pernah ke Eiffel Tower, Petronas Twin Towers, Kuala Lumpur Tower, dan Oriental Pearl Tower.

Berhubung topik kali ini tentang Kuala Lumpur, di post ini gw hanya akan membahas tower yang berada di Kuala Lumpur saja.


Petronas Twin Towers (451.9 m)

Siapa yang ga tahu Menara Kembar Petronas atau Petronas Twin Towers. Kalo belom pernah mengunjungi menara ini, belom pernah ke Kuala Lumpur namanya. Bangunan setinggi 451,9 meter ini dikenal sebagai bangunan tertinggi di dunia tahun 1998 - 2004, sebelum dibangunnya menara-menara yang lebih tinggi seperti Taipei 101 dan Burj Khalifa. Meski begitu, sampai saat ini Petronas Twin Tower tetap dikenal sebagai menara kembar tertinggi di dunia.

Sebenarnya, gw ke Petronas Twin Towers sudah agak lama, sekitar tahun 2010. Saat itu, untuk naik ke lantai atas belum dipungut biaya alias gratis. Hanya saja, harus bangun pagi-pagi untuk mengantri. Percaya atau tidak, jam 6 pagi, antrian sudah panjaaannngg. Jam 9 pagi, tiket sudah habis karena memang batas per harinya sangat sedikit.

Namun sekarang, untuk tanggal yang akan datang, tiket bisa dibeli online di SINI. Sedangkan untuk tiket di hari yang sama, harus datang dan beli di counter. Untuk turis, biayanya cukup mahal: RM 85 (sekitar Rp 280 ribu) untuk dewasa, dan RM 35 (sekitar Rp 115 ribu) untuk anak-anak.

Setelah tahu kalo ternyata pengunjung cuma bisa naik sampai sky birdge, yang terletak di tengah-tengah menara (lantai 41 dengan ketinggian 170 m), gw cukup kecewa. Awalnya gw pikir gw bisa naik sampai lantai paling atas (lantai 88) dan melihat pemandangan dari lantai setinggi itu. 

Sebelum naik, kita dipertontonkan film singkat tentang sejarah Twin Towers, bagaimana teknologi penangkal petir diimplementasikan di menara Twin Towers, dan apa yang akan terjadi jika Twin Tower tersambar petir. Film dokumentasi ini cukup menarik karena gw baru tahu ternyata Twin Tower ini dibangun oleh 2 perusahaan konstruksi yang berbeda. Tower barat dibangun oleh perusahaan konstruksi asal Jepang, dan bagian Timur oleh Korea Selatan. Mereka berharap, dengan adanya kompetisi, pembangunan bisa selesai dalam waktu 6 tahun. Sepuluh menit kemudian, barulah kita dipersilakan naik ke atas dengan lift berkecepatan tinggi.

Sesampainya di lantai 41, pengunjung hanya diberi waktu 10-15 menit saja untuk berfoto-foto dan menikmati keindahan KL dari atas.
Pemandangan dari sky bridge
Keadaan di dalam sky bridge.
Dari tempat ini, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan ke Petrosains, Aquaria, atau bahkan ke taman KLCC di mana pengunjung bisa berfoto bersama Petronas Twin Tower atau air mancur. Ketiga-tiganya masih terletak dalam satu kawasan Suria KLCC dan bisa diakses dengan berjalan kaki!

Kuala Lumpur Tower (421 m)

Secara keseluruhan, KL Tower memang lebih pendek dibandingkan Petronas Twin Towers. Namun, kita diperbolehkan naik sampai observation deck (276 m) dan revolving restaurant (282 m), yang kira-kira 100 m lebih tinggi daripada sky bridge Petronas Twin Tower.

Berbeda dari tower-tower lain yang pernah gw kunjungi, KL Tower menyediakan beberapa teleskop gratis untuk para pengunjung. Berbekal teleskop gratis, pengunjung bisa menikmati pemandangan Kuala Lumpur yang indah dari ketinggian selama kurang lebih 20 menit.
Pemandangan Kuala Lumpur dilihat dari KL Tower observation deck
Teleskop gratis di dalam KL Tower observation deck
Selain observation deck, Atmosphere 360: Revolving Restaurant juga wajib dikunjungi. Restoran yang terletak di ketinggian 282 m ini merupakan restoran paling tinggi di Malaysia. Dalam restoran ini, pengunjung bisa melihat pemandangan sekitar tanpa berjalan satu langkah pun, karena restoran ini berputar. Dari informasi yang gw dapat, satu putaran penuh membutuhkan waktu sekitar 60-120 menit, tapi saat gw ke sana, gw ngerasa perputarannya ga selambat itu. Tapi jangan khawatir, walaupun berputar, pengunjung tidak akan merasa pusing saat makan.

Berhubung gw ga makan di sana, jadi gw kurang tau apa makananannya enak atau ga. Tapi yang jelas, restoran ini keliatan formal, mewah, elegan, dan mahal. Cocok untuk dinner yang romantis, apalagi sambil melihat gemerlapnya Kuala Lumpur pada malam hari.
KL Tower Atmosphere 360 revolving restaurant yang mewah dan elegan
Pemandangan dari KL Tower revolving restaurant
Setelah puas menikmati ketinggian, pengunjung bisa mampir ke Blue Coral Aquarium yang terletak di lantai bawah. Memang tempat ini tidak sebesar Aquaria KLCC, tapi tetap saja cukup menarik untuk dikunjungi.




Selanjutnya, tower mana lagi, ya, yang harus gw kunjungi? :)

Travel Around The World: Enjoying The View From Petronas Twin Towers and KL Tower

I love seeing view from such a height. Everywhere I go, if I can find a tower where tourists are allowed to go all the way up, with reasonable price of course, I will try to allocate some of my time to visit. So far, I've been to Eiffel Tower, Petronas Twin Towers, Kuala Lumpur Tower (KL Tower), and Oriental Pearl Tower.

Since this post is about Kuala Lumpur, so I will only talk about towers that are located in Kuala Lumpur only.


Petronas Twin Towers (451.9 m)

Who doesn't know Petronas Twin Towers? They say you haven't been to Kuala Lumpur if you never been to Petronas Twin Towers. Petronas Twin Tower has 451.9 meter height and was the tallest building in the world for period of 1998 - 2004, before Taipei 101 and Burj Khalifa were built. However, until today, Petronas Twin Towers are still registered as the highest twin towers in the world.

Actually, I visited Petronas Twin Towers quite some time ago, around 2010. There was no entrance fee that time, it was totally free. But you had to come so early to queue and get the ticket. Believe it or not, the queue was already soooooo looong when I arrived at 6 AM in the morning.

But now, don't bother to queue, you can buy the ticket in advance by visiting their website HERE. For visit within the next 24 hours, you need to purchase the tickets at the Petronas Twin Towers ticketing counter. The entrance fee is RM 85 per adult, and RM 35 per child.

After being informed that visitors are only allowed to go to the sky bridge, which is located in the middle of the tower (41st storey with the height of 170 m), I felt a bit disappointed. I had too high expectation, I thought I could go up to the highest floor (88th storey) and enjoy the view up there.

Just before going up, visitors are entertained with a 10-minutes documentary about the history of Towers, how lightning rods were implemented, and what happen in case if the tower is struck by the lightning. It's quite interesting documentary knowing that two construction consortiums were hired to complete each tower. The west tower was built by a Japanese consortium, and a South Korean consortium for the other one. They hoped, by introducing a competition, both towers would be completed in six years. Soon after that, we were welcomed to go to 41st storey with a high speed elevator.

Each batch of visitors are only allowed to stay maximum 10-15 minutes up there. So, make use of your time effectively!

View from sky bridge
Inside sky bridge
From this point, you may continue your journey to Petrosains, Aquaria, or KLCC Park where you can take pictures with Petronas Twin Towers and KLCC fountain. All of those places mentioned are still located in one area and accessible by foot.

Kuala Lumpur Tower (421 m)

In term of overall height, KL Tower is shorter than Petronas Twin Tower. However, visitors are allowed to go up to the observation deck (276 m) and the revolving restaurant (282 m), which is around 100 m higher than Petronas Twin Towers' sky bridge (the highest point visitors can go).

KL Tower offers free (and good quality) telescopes for its visitors, which in my opinion, is its plus point. Most of the towers I have ever been, required me to pay a few pennies before I can use their telescopes. By using its free telescopes, visitors can enjoy a super beautiful view of KL for around 20 minutes.

View of Kuala Lumpur from KL Tower observation deck. Awesome, right?
Free telescope in KL Tower observation deck
Beside observation deck, Atmosphere 360: Revolving Restaurant is also a must visit place. This restaurant is located in 282 m and is the highest restaurant in Malaysia. In this restaurant, visitors are able to enjoy the view of KL without moving any single step, as the restaurant is slowly revolving. One full rotation requires 60-120 minutes. But those who have motion sickness, don't worry about that. I have a motion sickness but I didn't feel dizzy when I was there.

I'm not sure about the taste and the quality of the food. But one thing I know for sure, this restaurant looks super formal, elegant, and expensive (especially those who earn RM instead of dollars)! Moreover, with the superb view at night, this place is super romantic for dinner with your love one.
KL Tower Atmosphere 360 revolving restaurant
View from KL Tower revolving restaurant
If you plan to visit KL Tower, don't miss the Blue Coral Aquarium. It's located in the ground floor of KL Tower. Even though, it's not as big as Aquaria KLCC, it's still an interesting place to visit.




Any suggestion on which tower shall I visit next? :)
Sunday, April 12, 2015

Tiada Hari Tanpa Tawa: Pengalaman Medical Check-Up

Ilustrasi dokter
Gw punya banyak pengalaman lucu tapi menakutkan saat mengunjungi dokter. Semua ini disebabkan karena gw takut sama alat-alat medis. Ga usah ngomongin gunting atau pisau bedah, deh. Jarum aja, gw takut. Sebenernya, gw akuin, tes darah atau suntik itu ga sakit-sakit banget. Bahkan jatuh dari sepeda yang udah pernah gw alami berpuluh-puluh kali saat gw masih kecil, jauh lebih sakit. Tapi entah kenapa, gw tetep takut. Dan karena gw takut, hal-hal yang mungkin ga begitu sakit, terasa 100x lebih menyakitkan.

Balik ke topik. Duluuuu, untuk memperpanjang visa kerja, tiap tahun gw diwajibkan untuk melakukan medical check-up. Selama ini, gw pernah menjalani proses medical check-up sebanyak 3 kali: dua kali di klinik biasa di Kuala Lumpur dan sekali di rumah sakit umum di Jakarta.

Kalo check-up di klinik, urutan tesnya biasanya sebagai berikut: tes urin, ngecek tekanan darah, tes darah, dan X-ray. Anehnya, tiap mereka ngecek tekanan darah gw, gw selalu ditanyain:
"Apakah adik stress?"
"Semalam kurang tidur, kah?"
"Apa adik sedang gelisah atau under-pressure?"
"Tensinya, kok, tinggi sekali, ya? Biasanya memang beginikah?"
Yang akhirnya semua pertanyaan itu gw jawab dengan terus terang, "Iya, emang lagi takut," sambil menunjuk jarum untuk tes darah yang letaknya masih dalam ruangan yang sama.

Dikasih tau begitu, eeehhh, si perawat malah ketawa. Gw malah disuruh tutup mata, rileks, tarik napas, buang napas, tarik napas, buang napas, gitu terus beberapa kali. Dua kali gw check-up, dua kali juga gw harus ngelakuin kaya gini.

Tangan Gw Dipukulin!

Check-up pertama, gw ngerasa dokternya agak-agak aneh. Setelah cek tekanan darah selesai, gw dioper ke dokter buat ambil darah. Si dokter mukanya jutek, ga ada senyum-senyumnya. Entah karena dia kesulitan nemuin pembuluh darah gw atau memang mood dia lagi ga bagus, dia malah mukulin siku gw bagian dalam berkali-kali. Sampe MERAH! Ga sakit sih, tapi tetep aja MERAH. Gw ga berani komplen karena dia megang jarum sambil pasang tampang jutek. Setelah itu, tangan gw linu seharian.

Gw Ditusuk Berkali-Kali!

Check-up kedua, dokternya baik hati dan sabar. Tapi mungkin kurang berpengalaman dalam soal ambil-mengambil darah. Atau mungkin pasiennya aja kali ini yang nadinya ga keliatan gara-gara saking takutnya.

Gara-gara dia ga nemu pembuluh darah gw di lengan bagian dalam, dia mencoba mengambil darah dari punggung tangan, yang menurut dia pembuluh darahnya lebih keliatan.

Dicoba satu kali, ga ada darah yang keluar. Gw bilang, di situ kayanya ga bakalan bisa. Dari dulu, dokter selalu ngambil darah dari lengan bagian dalam. Gw berharap dia dengerin gw. Eeehh, dia tetap mau coba sekali lagi.

Kedua kali, tetep ga ada darah keluar. Gw udah berasa mau teriak-teriak dan nangis ngeliat ada 2 bolongan di punggung tangan gw, dan dia masih berencana mencoba sekali lagi.

Untungnya niat mencoba yang ketiga dia urungkan. Mungkin karena kasian ngeliat muka gw yang udah mau nangis.

"Adek makan dulu aja, biar lebih relaks," rupanya dia menyerah. Gw menggeleng, gw bilang kalo tes darah abis makan, takutnya hasilnya kurang cocok. Soalnya gw dulu pernah 1-2 jam abis makan langsung tes darah, hasilnya: kolestrol tinggi. Besok-besoknya pas tes lagi, ternyata normal.

Akhirnya si dokter tadi coba lagi ngambil dari siku, walau dia ga begitu yakin letak pembuluh darahnya. Untungnya, percobaan ketiga berhasil!! Gw menarik napas lega.

Anehnya, walau ditusuk berkali-kali, tangan gw ga linu kaya check-up yang sebelumnya.

Oh, EKG Gitu Doank?

Check-up ketiga gw lakukan di rumah sakit umum di Jakarta, sehingga prosedurnya lebih komplit dan harganya pun lebih mahal, sekitar Rp 600 ribu. Gw ga begitu inget urutannya, tapi gw inget tes darah itu dilakukan paling awal, setelah itu baru tes mata, tes kesehatan secara general, X-ray, EKG, dan tes kesehatan mulut dan gigi.

Kejadian lucu bermula saat gw berada di ruangan pemeriksaan elektrokardiografi (EKG). Gw disuruh buka baju beserta pakaian dalam, dan tidur di atas kasur yang udah disediakan. Awalnya gw bingung, kenapa gw harus buka baju segala? Gw tengok kiri kanan, dokter dan perawatnya cewek semua. Tapi tetep aja gw malu dan risih.

Gw pun nurut. Buka baju dan berbaring di kasur. Di samping kasur, ada sebuah mesin dengan banyak kabel. Beberapa kabel ada penjapitnya dan beberapa kabel lain ada bantalannya. Si perawat pun mengambil kabel yang ada penjapitnya, dan dijapitkan ke kedua pergelangan kaki dan pergelangan tangan gw. Terus dia ngambil beberapa kabel lain yang ada bantalannya, dan dipasang di sekitar dada gw, dekat payudara, yang sebelumnya sudah dikasih gel. Kira-kira seperti ini penampakannya:
Prosedur EKG (Aviva, 2015)
Sejujurnya, gw ga ngerti gw bakal diapain. Apakah prosedurnya bakal menyakitkan? Dalam bayangan gw, mungkin saat proses pemeriksaan dimulai, semua kabel ini bakalan ngalirin listrik! Gw deg-deg an dan pasrah. Gw liat si perawat lagi sibuk mencet-mencet tombol di mesin EKG, beberapa kali gw denger dia narik kertas dan menyobeknya. Hal tersebut berlangsung cukup lama, kurang lebih 5-10 menit.

Gw mulai mikir, jangan-jangan, ada masalah sama alatnya, mungkin tintanya habis. Abisnya, kok, pemeriksaannya ga mulai-mulai dan si perawat malah sibuk nyobekin kertas? Gw makin deg-degan.

Akhirnya si perawat nyamperin gw.
"Apakah adik stress?"
"Apa adik sedang gelisah atau under-pressure?"
"Detak jantungnya, kok, cepet banget, ya?"

Lho, jadi cuma gini doank toh meriksanya? Jadi, dari tadi mesin itu udah jalan? Ga ada setrum-setrumnya? Hati gw ketawa. Malu juga kalo si perawat sampe tau kalo gw ketakutan gara-gara gw pikir mau disetrum.

Akhirnya, gw cuma jawab kalo gw ga stress, ga gelisah, dan ga under pressure. Gw pun minta dicoba lagi, dia setuju. Syukurlah, setelah dicek sekali lagi, semuanya ternyata normal. Wah, kalo dari awal tau bahwa prosedurnya sama sekali tidak menyakitkan, mungkin gw bisa ketiduran. Hihihi.


Sekarang medical check-up ga diperlukan lagi buat memperpanjang visa, karena gw udah ganti tipe visa. Walaupun begitu, gw sadar kalo medical check-up itu penting, minimal setahun sekali, biar kalo ada apa-apa, bisa diobati sebelum terlalu parah. Ah, andai saja ada cara yang lebih tidak menakutkan untuk tes darah. 

Salam sehat!
Sunday, April 5, 2015

Aneka Tips: Cara Nembak Cewek

Gw sering ditanyain temen-temen cowok gw, gimana caranya nembak cewek. Dan beberapa kali juga, gw sering memborbardir temen gw yang baru aja jadian dengan pertanyaan-pertanyaan kaya: Kapan jadiannya? Siapa yang nembak? Gimana cara nembaknya? Terus dia jawabnya gimana? Dan terkadang gw celetukin, 'Yah, pantes aja ditolak, masa nembaknya via BBM!'.

Setelah mengumpulkan beberapa data dan pengalaman-pengalaman orang, berikut gw akan memberikan tips-tips gimana cara nembak cewek dan kemungkinan besar diterima :D
  1. Sedepresi-depresinya kamu, jangan nembak cewek yang ga kamu kenal. Pastikan juga cewek itu kenal sama kamu. 
  2. Pastikan cewek itu masih single dan ada feeling sama kamu. Minimal PDKT dulu lah 1 bulan.
  3. Pilih momen yang tepat.

    Don't
    : Pas orang atau hewan kesayangannya barusan meninggal beberapa jam lalu, gagal ujian, April Mop, 29 Februari (ga mau kan, anniversary nya 4 tahun sekali?)

    Do: Valentine, Christmas Eve, dan kapan saja saat dia sedang ga diliputi kesedihan.



  4. Bertemu face to face, kecuali kalo terpisahkan oleh dua benua alam yang berbeda. Nembak via telepon, SMS, atau facebook chat, cuma bikin kamu kemungkinan besar ditolak dan dicap cowok cupu yang ga gentleman.
  5. Perhatikan penampilan. Yang penting rapi dan keep it simple and normal. Yang dimaksud normal itu yang pake parfum secukupnya, baju sewajarnya, ga perlu baju blink blink kaya mau ke pesta atau pake jas dan dasi. Hair style juga sewajarnya, ga perlu pake wig. Yang paling penting, be yourself, jangan pake topeng atau kostum badut.
  6. Pilih tempat yang romantis.


  7. Don't: Kuburan, gym (apalagi plus keringat), lapangan basket yang remang-remang, pinggir jembatan (kalo ditolak bahaya).

    Do: Restoran, pantai, taman bermain, taman bunga, shopping mall.



  8. Ajak dia ke tempat romantis yang kamu pilih. Jemput dia kalo memang bisa. Yang paling penting, pastikan dia datang sendiri. Bukan sama temennya, kakak cowoknya, apalagi sama orang tuanya. Jangan lanjut ke poin berikutnya kalo dia tidak sendirian. 
  9. Saat bertemu dia, puji dia. Misal: 'Kamu cantik sekali' atau 'Dress kamu bagus'. Dan ucapkan pujian itu dengan tulus, nada lembut, sambil tersenyum.
  10. Sebelum nembak, coba pemanasan dulu. Bangun suasana romantis dan coba kasih clue-clue seperti: 'Ih suka deh sama kamu, abis kamu lucu' atau 'Kalo aku pacar kamu, pasti aku tiap hari dimasakin, donk'. Terus lihat respon dia. Kalo respon nya negatif, lebih baik stop dulu dan jangan lanjut ke poin berikutnya.
  11. Gunakan kalimat-kalimat yang romantis dan singkat saat nembak. Fokus pada apa yang membuat dia special bagimu. Bukan fokus ke dirimu sendiri. Poin ini sangat penting. Jika kamu salah memilih kalimat, kemungkinan besar kamu ditolak bisa mencapai 100%!! Jadi, coba latihan dulu di rumah.


  12. Don't: 'Aku ganteng, bisa maen gitar, punya motor Ninja yang limited edition. Udah gitu, aku punya banyak fans, lho. Justin Bieber aja kalahMau ga kamu jadi cewek aku?'

    Do: 'Aku sayang kamu. Kamu mau ga jadi pacar aku?' atau 'Kita jadian, yuk!' (Yeah, as simple as that. Ga usah bertele-tele, ntar dikira playboy pinter ngomong karena buat nanya kaya gini juga butuh keberanian ekstra).



  13. Tunggulah jawabannya, tapi jangan pernah memaksa dia untuk menjawab saat itu juga. Bersiap-siaplah untuk situasi terburuk. Misal si cewek tiba-tiba ketawa ngakak, nangis histeris atau langsung kabur gitu aja. Bahkan, dalam beberapa kasus, si cewek tiba-tiba jadi  tuli. Kalo udah nemu tanda-tanda begini, tarik napas dalam-dalam, dan mending pura-pura mati tetap rileks. Tunjukkan kamu serius dan tetap menunggu jawaban.
Ditolak? Jangan khawatir. Ikan di laut masih banyak. Kalopun udah ngebet banget sama dia, selama dia masih single, kesempatan selalu ada. Banyak, kok, cowok yang pantang menyerah dan nembak orang yang sama berkali-kali dan pada akhirnya diterima.

Diterima? Selamat! Akhirnya berkurang 1 jomblo galau di dunia ini. Jangan lupa traktir gw makan :D